Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELAKSANAAN VAKSINASI AWAL BAGI MASYARAKAT ACEH SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN PANDEMI COVID 19 Marniati Marniati; Herawati Herawati; Masthura Sianipar; Yusra Meiduri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Himbauan vaksinasi yang diserukan pemerintah bagi masyarakat sebagai upaya penanggulangan Covid 19 dihadapkan dengan berbagai dilema pemberlakuan kebijakan ini. Dimana gencarnya seruan kelompok yang menolak vaksin Covid-19 hampir di setiap media massa dan media sosial. Hal yang sangat disayangkan dengan fenomena kelompok anti vaksin ini justru didominasi dari kalangan masyarakat yang berpendidikan tinggi (hampir 40 persen), sehingga berdampak pada persepsi negatif masyarakat yang menyurutkan kesediaan untuk menerima vaksin. Oleh karena itu, peran kampus dalam menyadarkan kekeliruan pandangan masyarakat ini menjadi suatu keniscayaan yang tidak dapat dipungkiri untuk segera disahuti oleh Universitas Ubudiyah Indonesia. Kegiatan vaksinasi ini dibuka pada Pukul 08.00 WIB; kehadiran peserta disambut oleh panitia untuk selanjutnya diarahkan ke meja registrasi guna verifikasi data diri dan kemudian diminta untuk mengisi data diri dan riwayat kesehatan pada formulir yang diberikan serta pengambilan nomor antri. Setelah peserta mengantongi nomor antri dan selesai mengisi formulir akan diarahkan menuju meja pengecekan tekanan darah. Tekanan darah yang melampui 180 tidak dilanjutkan proses penyuntikan vaksinasi. Namun untuk tekanan darah normal akan dilanjutkan dengan konsultasi.scanning kesehatan untuk menentukan kelayakan vaksinasi. Jika dinilai layak dengan tidak adanya riwayat penyakit kronis, maka peserta akan diarahkan panitia ke ruang penyuntikan vaksin. Prosedur akhir yang dilakukan peserta setelah penyuntikan vaksin adalah menuju meja administrasi untuk memperoleh bukti cetak telah melakukan vaksinasi untuk kebutuhan masing-masing peserta, di antaranya: untuk syarat perjalanan keluar kota serta keperluan lainnya. Untuk selanjutnya peserta diperbolehkan pulang atau melakukan foto di area yang telah disediakan oleh panitia. Setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Kegiatan vaksinasi memperoleh respon positif dari masyarakat Aceh, (2) Kesadaran masyarakat Aceh tentang urgensi vaksinasi dalam penanggulangan Covid 10 tampak meningkat dengan sikap antusiasme menginformasikan kepada keluarga dan kerabat akan, serta tidak terpengaruh isu negative tentang vaksinasi, dan (3) Peserta vaksinasi meminta pelaksanaan vaksinasi tahap 2 dilaksanakan dalam waktu dekat.Kata Kunci: Vaksinasi, Penanggulangan Bencana, dan Covid 19.AbstractThe government calls for vaccinations for the community as an effort to deal with Covid 19. They are faced with various dilemmas in implementing this policy. Where are the incessant calls of groups that reject the Covid-19 vaccine in almost every mass media and social media. It is very unfortunate that the phenomenon of the anti-vaccine group is actually dominated by highly educated people (almost 40 percent), so that it has an impact on negative public perceptions which discourages willingness to accept vaccines. Therefore, the role of the campus in making people aware of the erroneous views of this society is a necessity that cannot be denied by the University of Ubudiyah Indonesia. This vaccination activity opens at 08.00 WIB; the presence of participants was welcomed by the committee to be directed to the registration desk to verify personal data and then asked to fill in personal data and medical history on the form provided and take a queue number. After the participant has pocketed the queue number and finished filling out the form, they will be directed to the blood pressure checking table. Blood pressure that exceeds 180 is not followed by the vaccination injection process. However, for normal blood pressure, it will be continued with a consultation. health scanning to determine the feasibility of vaccination. If deemed fit with no history of chronic disease, the participant will be directed by the committee to the vaccine injection room. The final procedure carried out by participants after injecting the vaccine is to go to the administration desk to obtain printed evidence that they have vaccinated for the needs of each participant, including: for out of town travel requirements and other needs. Henceforth participants are allowed to go home or take photos in the area provided by the committee. After the implementation of this community service activity, it can be concluded that: (1) Vaccination activities received a positive response from the people of Aceh, (2) Acehnese people's awareness of the urgency of vaccination in tackling Covid 10 appears to have increased with enthusiasm in informing family and relatives of, and not being affected negative issues regarding vaccination, and (3) Vaccination participants request that phase 2 of vaccination be carried out in the near future.Keywords: Vaccination, Disaster Management, and Covid 19.
SOSIALISASI POLA HIDUP SEHAT ALA RASULULLAH SAW BAGI SISWA DI SIT FAJAR HIDAYAH INTEGRATED BOARDING SCHOOL BLANG BINTANG ACEH BESAR Herawati Herawati; Armia Armia; Sahbainur Rezeki; Rulia Meilina; Periskila Dina Kali Kulla; Safrizan Safrizan; Marniati Marniati; Yusra Meiduri; Masthura Sianipar; Arpaini Bako
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat juga dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia secara berkala dalam satu semester atau pun pertahun akademik. Sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia adalah: “Sosialisasi Pola Hidup Sehat Ala Rasulullah di SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School Blang Bintang Aceh Besar”. Pentingnya pendidikan kesehatan di sekolah sebagai bentuk bimbingan dan/atau tuntunan kepada siswa agar dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah. Selain itu, kiranya siswa dapat memiliki keterampilan dan kesadaran dalam pemeliharaan, pertolongan, dan perawatan kesehatan. Oleh karena itu, pelaksanaan pengabdian masyarakat guna membantu para siswa agar memiliki perilaku hidup sehat dalam mempersiapkan diri sebagai SDM bangsa yang berkompeten dan unggul sesuai dengan nilai-nilai Islam (Ala Rasulullah). Metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan refleksi. Hasil pelaksanaan sosialisasi pola hidup sehat ala Rasulullah ini menunjukkan: (1) Adanya peningkatan perilaku hidup sehat pada diri siswa sejak dilakukannya kegiatan sosialisasi pola hidup sehat ala Rasulullah; (2) Para siswa antusias mengikuti kegiatan sosialisasi karena selain terkait dengan kesehatan ala Rasulullah/sunnah, juga menjadi sarana ibadah dan aktualisasi diri sebagai muslim yang sehat dan berkompeten; dan (3) Adanya peningkatan minat para siswa untuk melanjutkan studi ke bidang kesehatan, arsitektur dan PGSD oleh karena rasa ingin tahu yang lebih lanjut terkait materi yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pola hidup sehat ala Rasulullah.Kata Kunci: Kegiatan Sosialisasi, Pola Hidup Sehat, Sehat Ala RasulullahIn Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, it is stated that Universities are obliged to implement the Tri Dharma of Higher Education, namely: teaching, research and community service. Community service programs are also carried out by the University of Ubudiyah Indonesia periodically in one semester or per academic year. As one of the forms of community service that Ubudiyah University Indonesia can do is: "Socialization of the Healthy Lifestyle of the Prophet at SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School Blang Bintang Aceh Besar". The importance of health education in schools as a form of guidance and/or guidance for students to be able to apply Clean and Healthy Behavior in schools. In addition, presumably students can have skills and awareness in maintenance, assistance, and health care. Therefore, the implementation of community service is to help students have healthy living behaviors in preparing themselves as competent and superior human resources in accordance with Islamic values (Ala Rasulullah). The method of implementing this socialization activity follows the technical implementation of the action which consists of 4 stages, consisting of stages: preparation or planning, implementation of socialization, evaluation and reflection. The results of the socialization of the Prophet's healthy lifestyle show: (1) There has been an increase in students' healthy living behavior since the socialization of the Prophet's healthy lifestyle; (2) The students enthusiastically participated in the socialization activities because apart from being related to the health of the Prophet/Sunnah, they were also a means of worship and self-actualization as healthy and competent Muslims; and (3) There is an increase in the interest of students to continue their studies in the fields of health, architecture and PGSD due to further curiosity regarding the material presented in the socialization activities of the Prophet's healthy lifestyle.Keywords: Socialization Activities, Healthy Lifestyle, and Healthy Ala Rasulullah
MENJADI GURU YANG TETAP DIRINDUKAN DI ERA PANDEMI COVID 19 Herawati Herawati; Yusra Meiduri; Masthura Sianipar; Arpaini Bako
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pandemi covid 19 menyebabkan 1,4 milyar siswa terdampak. Pendidikan berubah drastis ditandai dengan pembelajaran daring (dalam jaringan). Pendidikan daring jarak jauh ini dihadapkan oleh berbagai persoalan; salah satunya kurangnya interaksi guru dan siswa secara emosional yang berdampak pada kurangnya kesan akan kehadiran guru dalam proses pembelajaran di era pembelajaran daring pandemi covid 19. Sejumlah sekolah dan keluarga/orangtua selama masa pandemi ini mengutarakan bahwa; selain kurangnya motivasi siswa dalam belajar, sosok guru di masa belajar daring ini juga tampak tak lagi dirindukan; bahkan dianggap membosankan karena terkesan memberi banyak tugas tanpa adanya bimbingan sebagaimana layaknya pembelajaran luring sebelum pandemi. Oleh karena itu, masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan perlu segera diatasi oleh seluruh pihak terkait, sebagai bentuk upaya mewujudkan cita-cita/tujuan pendidikan nasional tersebut membutuhkan berbagai strategi; salah satunya adalah dengan melakukan webinar pengbadian masyarakat “Menjadi Guru yang Tetap Dirindukan Siswa di Era Pandemi Covid 19” yang sekiranya dapat membuka cakrawala dan wawasan berpikir guru dan praktisi terkait agar senantiasa inovatif dan inisiatif dalam proses pembelajaran agar kesan positif siswa terhadap proses pembelajaran senantiasa terjaga dan memberi pengalaman belajar yang signifikan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pada guru, terutama guru pendidikan dasar yang merupakan peletak pengalaman dasar pendidikan bagi setiap anak dan penentu estafet pendidikan yang mumpuni atau sebalinyal bagi masa mendatang. Setelah pelaksanaan webinar pengabdian dapat disimpulkan bahwa: (1) seluruh peserta menunjukkan respon positif terhadap berbagai kegiatan terkait upaya-upaya dalam mewujudkan diri sebagai sosok guru yang dirindukan siswa kendati melalui proses pembelajaran daring; (2) adanya peningkatan kesadaran dan kreatifitas guru dalam proses pembelajaran dengan adanya komunikasi intens peserta setelah pelaksanaan webinar pengabdian masyarakat; dan (3) para peserta webinar antusias untuk mengikuti webinar lanjutan dalam waktu dekat. Kata Kunci: Guru Kreatif, Pembelajaran Era Pandemi, Guru yang Dirindukan