Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM KOTA BANDA ACEH TAHUN 2020 Meutia Paradhiba; Sahbainur Rezeki
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v6i2.1859

Abstract

Stunting atau pendek merupakan indikator status gizi kronis yang dapat menggambarkan pertumbuhan yang tidak optimal karena malnutrisi jangka panjang. Dinkes kota Banda Aceh menemukan prevelensi angka stunting pada balita di tahun 2016 menjadi 27,1%. stunting pada balita di Kota banda Aceh masih menjadi masalah masyarakat. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh tahun 2020.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain case control dengan populasi yaitu seleuruh anak balita di wilayah kerja Puskesmas Kopelma, total sampel adalah 53 balita sampel case dan 53 balita sampel control. Tehnik pengambilan sampel adalah teknik matching dan simple random sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 5 april – 9 mei 2020. Cara pengumpulan data dengan metode wawancara. Selanjutnya dilakukan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan mencari nilai OR pada tabulasi 2x2. Ha diterima p value <0,05.Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa balita dengan asupan energi tidak adekuat dan mengalami stunting berjumlah 13 balita (24,5%). Balita dengan asupan protein tidak adekuat dan mengalami stunting berjumlah 38 balita (71,7%). Balita yang terkena penyakit infeksi dan mengalami stunting berjumlah 24 balita (45,3%). Balita yang tidak memiliki riwayat ASI ekslusif berjumlah 35 balita (66%). Balita yang memiliki riwayat BBLR dan mengalami stunting berjumlah 12 balita (22,6%).Kesimpulan dan saran : Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita adalah asupan protein (p value=0,000, OR= 0,103), penyakit infeksi (p value= 0,003, OR= 4,046), riwayat ASI ekslusif (p value=0,011, OR= 2,963),BBLR (p value= 0,026, OR= 4,878). Asupan energi (p value= 0,816, OR= 0,806) bukan merupan faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas kopelma Darussalam. Diharapkan Ibu balita untuk memperhatikan tumbuh kembang balita dengan pemenuhan asupan makanan sesuai kebutuhan, menjaga lingkungan dan membawa balita ke pelayanan kesehatan. Kata Kunci       : stunting, faktor pengaruh, balita
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Pada Anak Sekolah Dasar di SD Pinggiran Banda AcehTahun 2021 Sahbainur Rezeki; Diah Mulyati Utari
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1484

Abstract

ABSTRAKIndonesia mendapat julukan sebagai baby smokers country disebabkan cenderung bertambahnya anak di bawah usia 10 tahun mengonsumsi rokok di Indonesia. Ada banyak kasus yang menimpa balita kecanduan rokok, salah satu yang sangat menggemparkan dunia adalah balita usia 2 tahun 3 bulan berasal dari Sumatera Selatan menghabiskan 40 batang rokok perhari, dan masih banyak kasus yang menimpa anak di usia dini kecanduan rokok. Anak-anak perokok lebih mungkin mendapatkan infeksi pernafasan atas, bronkitis, dan pneumonia dibandingkan anak-anak dari orang yang bukan perokok. Anak-anak perokok sangat terpengaruh secara akademis karena mereka lebih sering tidak bersekolah daripada anak-anak tidak merokok. Konsekuensi kesehatan jangka panjang yang diakibatkan merokok antara lain; kanker, penyakit paru-paru, penyakit jantung koroner, impotensi, kanker kulit, mulut, bibir, dan kerongkongan, merusak otak dan indra, mengancam kehamilan, penyakit stroke, merontokkan rambut, katarak, keriput, merusak pendengaran, merusak gigi, emfisema, osteoporosis, tukak lambung, kanker rahim dan keguguran, kelainan sperma, penyakit burger, memperlambat pertumbuhan anak, gangguan psikologi.  Kata kunci: Perilaku Merokok, Anak
Hubungan Dukungan Keluarga dan Pengetahuan dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III dalam Menghadapi Persalinan di Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Ulfa Husna Dhirah; Mifta Yunisa; Asmaul Husna; Sahbainur Rezeki
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.2583

Abstract

Kemenkes RI (2020) merilis dari kasus yang terkonfirmasi Covid-19, 2,4% adalah anak usia 0-5 tahun dan 4,9% adalah ibu hamil. Data tersebut menunjukkan bahwa ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir merupakan kelompok rentan terpapar infeksi Covid-19. Ibu memiliki kekhawatiran menghadapi persalinan karena sebelum tindakan ibu harus melalui pemeriksaan covid-19. Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di masa pandemi covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional studi, dilaksanakan pada tanggal 10 sampai dengan 21 Mei 2022, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu 57 orang dan data diolah menggunakan uji chi square (x2). Ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di masa pandemi covid-19 dengan nilai p=0,006 dan ada hubungan pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di masa pandemi covid-19 dengan nilai p=0,025. Ada hubungan antara dukungan keluarga dan pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di masa pandemi covid-19, diharapkan penelitian ini memberikan pengetahuan bagi tenaga kesehatan terkait kecemasan kepada ibu bahwa selain pengetahuan dan dukungan keluarga ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat kecemasan dan itu perlu diperhatikan.Kata kunci : Kecemasan, Ibu Hamil, Covid 19The Indonesian Ministry of Health (2020) released from the confirmed cases of COVID-19, of which 2,4% were children aged 0–5 years and 4,9% were pregnant women. The data shows that pregnant women, childbirth, postpartum, and newborns are vulnerable groups exposed to COVID-19 infection. Mothers have concerns about childbirth because, before the action, the mother has to go through a COVID-19 examination. To determine the relationship between family support and knowledge with the anxiety of pregnant women in the third trimester of facing childbirth during the COVID-19 pandemic in the Darul Imarah Public Health Center, Aceh Besar District 2022. This research is descriptive-analytic with a cross-sectional study, carried out from May 10 to 21, 2022. The population in this study was all pregnant women who were on third trimester in the Darul Imarah Health Center Work Area. The sampling technique used was a total sampling technique of 57 people, and the data was processed using the chi-square (x2). There is a relationship between family support and the anxiety of pregnant women in the third trimester in dealing with childbirth during the COVID-19 pandemic with a p-value = 0.006 and there is a relationship between knowledge and anxiety in the third trimester of pregnant women in facing childbirth during the COVID-19 pandemic with a p-value = 0.025. There is a relationship between family support and knowledge and the anxiety of pregnant women in the third trimester of facing childbirth during the COVID-19 pandemic. It is hoped that this study can provide knowledge for health workers related to anxiety in mothers. In addition to knowledge and family support, several other factors can affect the level of anxiety and they need to be considered.Keywords: Anxiety, Pregnant Women, COVID-19
The Relationship Between Knowledge and Family Support with Visits by Mothers of Toddlers at Melati Posyandu, Kuta Alam District, Banda Aceh City Meutia Paradhiba; Sahbainur Rezeki; Laila Apriani Hasanah Harahap
International Journal of Health and Medicine Vol. 2 No. 2 (2025): April : International Journal of Health and Medicine
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhm.v2i2.385

Abstract

Infant and toddler mortality is a global issue and one of the targets of the Sustainable Development Goals (SDGs). Mothers and children are family members who should be prioritized in healthcare services. The national coverage of healthcare services for infants, toddlers, and preschool children remains low at 69.9%. Posyandu (Integrated Health Post) is a community-based maternal and child healthcare service (UKBM) organized by and for the community to reduce maternal and child mortality rates. The coverage of mothers with toddlers visiting Posyandu Melati in Kuta Alam District, Banda Aceh City, is only 31.38%, far below the national strategic plan target of 70%. Objective: To determine the relationship between knowledge, attitude, and family support with maternal visits to Posyandu Melati in Kuta Alam District, Banda Aceh City. Research Method: This study used an analytical research design with a cross-sectional approach. The sampling technique employed probability sampling using systematic sampling, with a total of 58 mothers with toddlers. The research instruments included a questionnaire and the Maternal and Child Health (KIA) book. The study was conducted from July 11 to July 13, 2023, at Posyandu Melati, Kuta Alam District, Banda Aceh City. Data processing involved editing, coding, data entry, tabulating, and univariate and bivariate analysis. Research Results: Univariate analysis showed that the majority of respondents had good knowledge (23 respondents, 39.7%), received supportive family support (35 respondents, 60.3%), and had irregular Posyandu visits (30 respondents, 51.7%). Bivariate analysis revealed significant relationship between knowledge (p-value = 0.030), attitude (p-value = 0.015), and family support (p-value = 0.013) with maternal visits to Posyandu. Conclusion and Recommendations: There is a significant relationship between knowledge, attitude, and family/husband support with maternal visits to Posyandu Melati in Kuta Alam District, Banda Aceh City. Healthcare workers should continue providing education and counseling on the benefits of Posyandu in maintaining maternal and child health.
EDUKASI KESEHATAN PADA LANSIA DI DESA TIBANG KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH Eva Rosdiana; Desita Ria Yusian TB; Sahbainur Rezeki; Alfitri Wahyuni; Finaul Asyura; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan penduduk yang beresiko mengalami berbagai gangguan kesehatan karena menurunnya status kesehatan lansia disebabkan dengan bertambahnya usia. Sehingga lansia memerlukan pemeriksaan dan pemantauan secara rutin. Namun Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2023 jumlah lansia di kota Banda Aceh yang melakukan skrining kesehatan menurun menjadi 97,2% dari data tahun sebelumnya  yaitu 98,15%. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan ke pada lansia tentang kesehatan pada lansia dan juga pentingnya melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan pada lansia yang dapat dilakukan di posyandu lansia desa Tibang. Kegiatan ini di laksanakan pada tanggal 10 Oktober 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari perangkat desa, kader posyandu, lansia dan pendamping (keluarga). Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan sukses dan mendapatkan perhatian yang baik dari seluruh peserta sekaligus mendapatkan apresiasi dari perangkat desa. Kesimpulannya pelaksanaan edukasi kesehatan ini dapat memberikan tambahan pengetahuan ke pada peserta dan meningkatkan minat peserta untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan secara rutin ke pada lansia.Kata Kunci: Lansia, Pemantauan KesehatanThe elderly are a population at risk of experiencing various health problems due to the decline in the health status of the elderly due to increasing age. So the elderly need regular examination and monitoring. However, based on data obtained in 2023, the number of elderly people in the city of Banda Aceh who underwent health screening decreased to 97.2% from the previous year's data, namely 98.15%. The aim of this service activity is to provide knowledge to the elderly about the health of the elderly and also the importance of carrying out health checks and monitoring of the elderly which can be carried out at the Posyandu for the elderly in Tibang village. This activity was carried out on October 10 2024 with a total of 30 participants consisting of village officials, posyandu cadres, elderly people and companions (families). This service activity was successful and received good attention from all participants as well as appreciation from village officials. In conclusion, the implementation of this health education can provide additional knowledge to participants and increase participants' interest in carrying out routine health checks and monitoring for the elderly.Keywords: Elderly, Health Monitoring
MEMBERIKAN EDUKASI KESEHATAN TENTANG MENTAL HEALTH REMAJA (KESEHATAN MENTAL REMAJA) DI SMKN 1 LHOKNGA Sahbainur Rezeki; M Aldi Kurniawan; Yoga Suseno; Alfarazi Alfarazi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental merupakan kondisi mental yang ditandai dengan tidak adanya gangguan atau kecacatan mental. Permasalahan kesehatan mental yang sering dialami individu diantaranya adalah mengalami kegelisahan, tidak merasa adanya ketentraman, hingga mengalami  gangguan  kejiwaan.  Maka  dari  itu,  individu  perlu  memiliki  kemampuan menjaga dan memelihara kesehatan mental yang baik agar terhindar dari gangguan kejiwaan. Kegiatan penyuluhan dan  pemberian edukasi  ini dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2022, mulai pukul 09.00 s/d selesai. Kegiatan ini dilaksanakan secara  tatapmuka dengan para siswa di SMKN 1 Lhoknga. Hasil dari kegiatan ini adalah menambah pengetahuan dan wawasan siswa tentang mental health (kesehatan mental).Kata Kunci : kesehatan mental, lingkungan sekolahMental health is a mental condition characterized by the absence of mental disorders or disabilities. Mental health problems that are often experienced by individuals include experiencing anxiety, not feeling peaceful, and experiencing psychiatric disorders. Therefore, individuals need to have the ability to maintain and maintain good mental health in order to avoid psychiatric disorders. This counseling and education activity will be held on December 15, 2022, starting at 09.00 until finished. This activity was carried out face to face with students at SMKN 1 Lhoknga. The result of this activity is to increase students' knowledge and insights about mental health (mental health).Kywords: healthy mental
UBUDIYAH COMMUNITY SERVICE INTERNASTIONAL (UCoSI) BERSAMA UNIMAP GLOBAL OUTREACH PROGRAMME (UnigO) : UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI PADA BAYI DI POSYANDU UPTD JAYA BARU, LAMTEUMEN, BANDA ACEH Marniati Marniati; Sahbainur Rezeki; Fauziah Andika; Rulia Meilina; Asmaul Husna; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) mendata bahwa pada tahun 2019 kasus campak meningkat tiga kali lebih tinggi dai 2018. Sementara itu, data program imunisasi nasional menunjukkan penurunan cakupan vaksinasi, seperti vaksin MR yang menurun 13% antara Januari sampai Maret 2020 jika dibandingkan dengan tahun lalu. Metode pelaksanaan pengabdian ini secara garis besar menggunakan konsep sosialisasi. Solusi          terbaik yang diambil adalah buat target dan tujuan masa depan, cepat melihat peluang, rutin melakukan inovasi, kreatif, dan fokus pada tujuan dengan mengadakan seminar terkait dengan pembahasan peningkatan pengetahuan dan motivasi dalam kepatuhan imunisasi dasar lengkap pada bayi dan balita kegiatan pembekalan.Kata Kunci : imunisasi dasar lengkapThe World Health Organization (WHO) records that in 2019 measles cases increased three times higher than 2018. Meanwhile, national immunization program data shows a decrease in vaccination coverage, such as the MR vaccine which decreased by 13% between January to March 2020 when compared to last year. the method of implementing this service in outline uses the concept of socialization. the best solution taken is to set future targets and goals, quickly see opportunities, learn other people’s success stories, routinely innovate, be creative, and focus on goals by holding seminars related to discussing increasing knowledge and motivation in complete basic immunization compliance in infants and toddles debriefing activities.Keywords : complete basic immunization
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Terhindar Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Siti Prawitasari Br. Hasibuan; Sahbainur Rezeki; Meutia Paradhiba; Lian Varis Riandi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakUpaya meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal merupakan tujuan dari pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat. Penyakit berbasis lingkungan masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat sampai saat ini, salah satunya yaitu penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue. DBD adalah penyakit akut dengan manifestasi klinis perdarahan yang menimbulkan syok yang berujung kematian. Penyakit DBD dapat menyerang semua usia. Pengabdian masyarakat kami laksanakan di Gampong Lampineung Kabupaten Aceh Besar, sebelum melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat terlebih dahulu kami meminta izin kepada kepala desa. Kegiatan pengabdian masyarakat di desa tersebut hanya boleh dihadiri oleh masyarakat yang berjumlah kurang dari 20 orang dikarenakan menghindari kerumunan sehingga dalam pelaksanaannya hanya dihadiri oleh beberapa pemuda desa dan memakai masker. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dimulai dengan memperkenalkan diri dan pemaparan materi mengenai bahaya dari penyakit berbasis lingkungan yaitu penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), vektor yang dapat menularkan penyakit DBD, mekanisme penularan dan media apa saja yang dapat sebagai biakan nyamuk dalam bertelur. Dalam kegiatan pengabdian terdapat diskusi tanya jawab dengan peserta. Setelah dilaksanakannya pemaparan materi dan diskusi tanya jawab, pemateri memberikan masker gratis kepada perangkat gampong dan cendramata sebagai bentuk kenang-kenangan telah dilaksanakannya pengabdian masyarakat oleh dosen Universitas Ubudiyah Indonesia.
PENINGKATAN KUALITAS GENERASI SADAR KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMA NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA, KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Syarifah Yanti Astryna; Soraya Lestari; Annisa Qadrunnada; Sahbainur Rezeki; Syarifah Naja; Siti Afsah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dapat berdampak pada meningkatnya risiko perilaku berisiko, kehamilan tidak diinginkan, dan penyakit menular seksual. Berdasarkan hasil observasi awal di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya, ditemukan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan reproduksi, terutama terkait perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pencegahan perilaku seksual berisiko. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi sadar kesehatan reproduksi melalui pendekatan edukasi interaktif, diskusi kelompok terarah, dan pembentukan duta kesehatan reproduksi sekolah. Metode pelaksanaan meliputi pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal, pemberian materi edukasi dengan media audiovisual dan modul cetak, simulasi, serta post-test untuk evaluasi efektivitas kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi, serta membentuk lingkungan sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat. Hasil PKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan remaja berbasis sekolah yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu menjamin kehidupan sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua pada segala usia.
SOSIALISASI 1000 HPK (HARI PERTAMA KEHIDUPAN) CEGAH STUNTING DI DESA PAYA KEUREULEH KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Rulia Meilina; Sahbainur Rezeki
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Kondisi gagal tumbuh pada anak balita sehingga anak terlalu pendek untuk usianya disebut stunting. Stunting yang dialami anak dapat disebabkan karena tidak mendapat perhatian khusus pada periode 1000 hari pertama kehidupan yang menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktifitas seseorang dimasa depan. Pada masa tersebut nutrisi yang diterima bayi saat didalam kandungan dan menerima ASI mempunyai dampak jangka panjang terhadap kehidupan saat dewasa. Sosialisasi ini merupakan salah satu upaya untuk untuk mencegah agar terhindar dari terjadinya stunting pada anak-anak dan status gizi yang kurang.Keywords : Sosialisasi, 1000 HPK, StuntingIn Indonesia, stunting cases are still a health problem with a large number. This is caused by chronic malnutrition with manifestations of growth failure (growth faltering) which starts from the time of pregnancy until the child is 2 years old. The condition of failure to thrive in children under five so that children are too short for their age is called stunting. Stunting experienced by children can be caused by not receiving special attention in the first 1000 days of life which determines the level of physical growth, intelligence and productivity of a person in the future. During this period, the nutrition that the baby receives while in the womb and receiving breast milk has a long-term impact on life as an adult. This socialization is one of the efforts to prevent stunting in children and poor nutritional status.Keywords : Socialization, 1000 HPK, Stunting