Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SOSIALISASI DAN EDUKASI MANFAAT TEMPE SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL UNTUK MENCEGAH ANEMIA GIZI PADA REMAJA PUTRI DI SMK NEGERI 3 BANDA ACEH Pardi Pardi; Herawati Herawati; Junaidi Junaidi; Muhammad Salman Alfarisi; Lena Hati; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia gizi, merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja putri di Indonesia terutama di usia sekolah. Anemia pada remaja putri dapat berdampak negatif terhadap kesehatan, produktivitas, serta perkembangan kognitif dan fisik mereka. Salah satu penyebab utama anemia pada remaja adalah asupan zat besi yang tidak mencukupi dari pola makan sehari-hari. Tempe, sebagai salah satu pangan tradisional Indonesia, memiliki potensi besar sebagai makanan fungsional yang dapat membantu mencegah anemia. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat tempe sebagai pangan fungsional untuk mencegah anemia sangat penting untuk dilakukan. Program ini ditujukan kepada remaja putri di SMK Negeri 3 Banda Aceh, mengingat pentingnya meningkatkan kesadaran akan gizi pada kelompok usia ini. Adapun metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan refleksi. Hasil pelaksanaan sosialisasi di SMK Negeri 3 Banda Aceh ini menunjukkan (1) adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman remaja putri di SMK Negeri 3 Banda Aceh yang lebih baik tentang pentingnya asupan zat besi dan cara mencegah anemia gizi dengan konsumsi makanan bergizi terutama tempe; (2) adanya peningkatan konsumsi tempe di kalangan siswa dan menjadikan tempe sebagai bagian dari pola makan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah guna mencegah anemia; (3) adanya perubahan perilaku positif dan pola makan remaja yang lebih sadar akan pentingnya memilih makanan sehat dan bergizi; dan (4) terjadinya penurunan angka anemia dengan peningkatan asupan zat besi dan gizi dari tempe di kalangan remaja putri SMK Negeri 3 Banda Aceh.Kata Kunci: Sosialisasi, Anemia Gizi, Tempe Pangan Tradisional Indonesia, dan Remaja Putri.Nutritional anemia is a health problem that commonly occurs in young women in Indonesia, especially at school age. Anemia in adolescent girls can have a negative impact on their health, productivity, and cognitive and physical development. One of the main causes of anemia in teenagers is insufficient iron intake from daily diet. Tempe, as one of Indonesia's traditional foods, has great potential as a functional food that can help prevent anemia. Therefore, community service in the form of outreach and education regarding the benefits of tempeh as a functional food to prevent anemia is very important to do. This program is aimed at young women at SMK Negeri 3 Banda Aceh, considering the importance of increasing awareness of nutrition in this age group. The method for implementing this socialization activity follows the technical implementation of the action which consists of 4 stages, consisting of: preparation or planning, implementation of socialization, evaluation and reflection. The results of the outreach at SMK Negeri 3 Banda Aceh show (1) an increase in awareness and better understanding of young women at SMK Negeri 3 Banda Aceh about the importance of iron intake and how to prevent nutritional anemia by consuming nutritious foods, especially tempeh; (2) there is an increase in tempeh consumption among students and making tempeh a part of their daily diet, both at home and at school to prevent anemia; (3) there is a change in positive behavior and eating patterns of teenagers who are more aware of the importance of choosing healthy and nutritious food; and (4) a decrease in anemia rates with increased intake of iron and nutrients from tempeh among young women at SMK Negeri 3 Banda Aceh.Keywords: Socialization, nutritional anemia, traditional Indonesian food tempe, and young women.
IMPLEMENTASI PARENTING ISLAMI DALAM MENDIDIK MENTAL SPIRITUAL ANAK USIA DINI Herawati Herawati; Kurnia Rahmayanti; Pardi Pardi; Lena Hati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Undang-undang Nomor: 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat juga dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia secara berkala dalam satu semester atau pun pertahun akademik. Sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia adalah: “Implementasi Parenting Islami dalam Mendidik Mental Spiritual Anak Usia Dini”. Keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua yang bersifat informal dan kodrati. Keluarga berperan penting dalam membentuk pola kepribadian anak, karena di dalam keluarga anak pertama kali berkenalan dengan nilai dan norma. Pendidikan keluarga memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar, agama, dan kepercayaan, nilai moral, norma sosial dan pandangan hidup yang diperlukan anak untuk berperan dalam keluarga dan masyarakat Peran dan tanggungjawab pendidikan anak dalam keluarga menjadi tugas bersama ayah dan ibu. Oleh karena itu, pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk: (1) membuka wawasan dan kecakapan, (2) memberikan informasi dan teknis penerapan parenting islami yang tepat dalam mendidik, dan (3) meningkatkan kesadaran/daya nalar orangtua akan pentingnya parenting islami sebagai standar acuan dalam mendidik mental spiritual anak usia dini. Metode pelaksanaan kegiatan pembekalan ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan refleksi. Hasil pelaksanaan pembekalan ini menunjukkan: (1) seluruh peserta menunjukkan respon positif terhadap berbagai kegiatan, (2) adanya peningkatan nalar kesadaran orangtua akan pentingnya implementasi parenting islami dalam mendidik mental spiritual anak usia dini, dan (3) seluruh peserta pembekalan sangat antusias untuk mengikuti kegiatan serupa atau lanjutan kegiatan terkait materi parenting islami dalam waktu dekat.Kata Kunci: Implementasi, Parenting Islam, dan Anak Usia DiniIn Law Number: 20 of 2003 concerning the National Education System, it is stated that universities are obliged to implement the Tri Dharma of Higher Education, namely: teaching, research and community service. Community service programs are also carried out by Ubudiyah University Indonesia periodically in one semester or per academic year. As one form of community service that can be carried out by Ubudiyah University Indonesia is: "Implementation of Islamic Parenting in Educating Early Childhood Spiritual Mentality". The family is the oldest educational institution that is informal and natural. The family plays an important role in forming a child's personality pattern, because it is in the family that children are first introduced to values and norms. Family education provides the basic knowledge and skills, religion and beliefs, moral values, social norms and outlook on life that children need to play a role in the family and society. The role and responsibility of children's education in the family is a joint responsibility of the father and mother. Therefore, the implementation of this community service aims to: (1) open insight and skills, (2) provide information and techniques on the appropriate application of Islamic parenting in education, and (3) increase awareness/reasoning power of parents regarding the importance of Islamic parenting as a standard reference in educating the spiritual mentality of early childhood. The method for implementing this debriefing activity follows the technical implementation of the action which consists of 4 stages, consisting of: preparation or planning, implementation of socialization, evaluation and reflection. The results of the implementation of this briefing show: (1) all participants showed a positive response to various activities, (2) there was an increase in parents' awareness of the importance of implementing Islamic parenting in educating the spiritual mentality of early childhood, and (3) all briefing participants were very enthusiastic about taking part. similar activities or continuation of activities related to Islamic parenting material in the near future.Keywords: Implementation, Islamic Parenting, and Early Childhood
TRAUMA HEALING FOR STUDENT SMA SWASTA BABUL MAGHFIRAH KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Putri Serianti; Melda Sofia; Cut Nursadrina; Syarifah Asyura; Abdul Mukti; Ismiati Ismiati; Rafni Fajriati; Armia Armia; Lena Hati; M. Aqil
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia secara berkala dalam satu semester atau pun pertahun akademik merupakan manisfestasi dari Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Adapun salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia adalah: “Trauma Healing for Student SMA Swasta Babul Maghfirah Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar”. Berdasarkan wawancara dan observasi dengan Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan diketahui bahwa siswa di sekolah mitra sangat membutuhkan penanganan trauma agar dapat terlepas dari trauma, dikarenakan hal tersebut dapat menghambat aktivitas belajar dan prestasi akademik siswa yang menjadi korban kebakaran. Oleh karena itu dilakukan suatu tindakan untuk menangani permasalahan tersebut dengan pelaksanaan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk: (1) membantu siswa dalam mengatasi trauma akibat kebakaran yang telah dialaminya melalui pendampingan psikologis (terapi psikososial dan konseling); (2) meningkatkan motivasi siswa dalam belajar serta kembali membangun rasa aman, percaya diri, dan ketahanan mental para siswa; (3) meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya kesehatan mental dan strategi coping yang efektif dalam menghadapi stress; serta (4) menciptakan lingkungan sekolah yang lebih suportif dan nyaman bagi para siswa pasca musibah kebakaran. Adapun metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan kegiatan, serta refleksi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan (1) Para siswa mulai tampak ceria dan lebih percaya diri serta tidak lagi menunjukkan rasa takut yang berlebihan dalam interaksi sosial sehari-hari; (2) Para siswa dan pihak sekolah mengharapkan adanya tindakan lebih lanjut pasca kegiatan coping ini agar setiap siswa yang menjadi korban dapat beraktivitas secara normal seperti sebelumnya; dan (3) Hasil aktivitas coping terhadap siswa ditemukan adanya motif trauma lain yang dialami siswa selain dari dampak kebakaran, sehingga dengannya dibutuhkan aktivitas scanning sebagai langkah lanjut membantu siswa terbebas dari berbagai bentuk trauma yang dialaminya.Kata Kunci: Trauma Healing, Korban Kebakaran, Coping.The community service program implemented by Ubudiyah University of Indonesia periodically in one semester or per academic year is a manifestation of Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System which states that Higher Education is required to implement the Tri Dharma of Higher Education. One form of community service that can be carried out by Ubudiyah University of Indonesia is: "Trauma Healing for Students of SMA Swasta Babul Maghfirah Kuta Baro, Aceh Besar Regency". Based on interviews and observations with the Principal and Deputy Head of Student Affairs, it is known that students in partner schools really need trauma treatment so that they can be free from trauma, because this can hinder the learning activities and academic achievements of students who are victims of the fire.Therefore, an action was taken to handle the problem by implementing community service which aims to: (1) help students overcome trauma due to the fire they have experienced through psychological assistance (psychosocial therapy and counseling); (2) increase student motivation in learning and rebuild students' sense of security, self-confidence, and mental resilience; (3) increase student awareness of the importance of mental health and effective coping strategies in dealing with stress; and (4) create a more supportive and comfortable school environment for students after the fire disaster. The method of implementing this socialization activity follows the technical implementation of the action consisting of 4 stages, consisting of the stages: preparation or planning, implementation of activities, monitoring and evaluation of the results of the implementation of activities, and reflection. The results of the implementation of the activities showed (1) Students began to appear cheerful and more confident and no longer showed excessive fear in daily social interactions; (2) Students and the school expected further action after this coping activity so that every student who was a victim could carry out normal activities as before; and (3) The results of the coping activity for students found other trauma motives experienced by students apart from the impact of the fire, so that scanning activities were needed as a further step to help students free themselves from various forms of trauma they experienced.Keywords: Trauma Healing, Fire Victims, Coping.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA PEDULI KUALITAS LITERASI ANAK MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR BACA, TULIS DAN HITUNG (BIMBEL BALISTUNG) DI GAMPONG ALUE NAGA KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH PROVINSI ACEH Herawati Herawati; Marniati Marniati; Yusra Meiduri; Mastura Sianipar; Arpaini Bako; Lena Hati; Henni Putri; Evi Afriana; Nurul Wardah; Sahbainur Rezeki; Armia Armia; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program studi pendidikan guru sekolah dasar Universitas Ubudiyah Indonesia peduli kualitas literasi anak melalui program bimbingan belajar baca, tulis dan hitung (bimbel balistung) di gampong Alue Naga Gampong merupakan program bimbingan belajar bagi anak usia TK dan anak SD yang jalankan dalam bulan Ramadhan dimana juga merupakan pengabdian pada masyarakat.  Balistung Aneuk Gampong dirancang sebagai pusat sumber pembelajaran setelah kegiatan pembelajaran oleh pihak sekolah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan peserta didik dan membantu peserta didik dalam perkembangan belajarnya. Kegiatan dilaksanakan di kampung Alue Naga, kecamatan Syiah kuala, kota banda Aceh. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari dan bimbingan membaca, menulis, dan berhitung (BALISTUNG). Kegiatan ini memberikan hasil berupa peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta didik bahwa pentingnya belajar. Secara umum program ini dirancang oleh himpunan mahasiswa PGSD Universitas Ubudiyah Indonesia untuk memberikan kontribusi nyata bagi desa diruang lingkup kampus UUI dan bangsa Indonesia, khususnya dalam mengembangkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya Nurkholis, 2013).Kata Kunci: Bimbingan Belajar, Baca-Tulis dan Hitung, Literasi AnakThe education study program for elementary school teachers at the University of Ubudiyah Indonesia cares about the quality of children's literacy through a tutoring program for reading, writing and arithmetic (bimbel balistung) in the Alue Naga village. community service. Balistung Aneuk Gampong is designed as a learning resource center after learning activities by the school. This program aims to improve the quality of student education and assist students in their learning development. The activity was carried out in Alue Naga village, Syiah Kuala sub-district, Banda Aceh city. The form of activities carried out consists of reading, writing, and arithmetic guidance (BALISTUNG). This activity gives results in the form of increasing students' understanding and knowledge of the importance of learning. In general, this program was designed by the PGSD student association of the University of Ubudiyah Indonesia to make a real contribution to the village within the UUI campus and the Indonesian nation, especially in developing the welfare and progress of the Indonesian nation. Ki Hajar Dewantara defines education as an effort to advance children's character, mind and body, so that they can advance the perfection of life, namely living and reviving children in harmony with nature and society (Nurkholis, 2013).Keywords: Tutoring, Reading-Writing and Counting, Children’s Literacy 
PENYERAHAN SEMBAKO DAN SANTUNAN BAGI PARA JANDA DAN LANSIA DESA ALUE NAGA KECATAMAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH Herawati Herawati; Marniati Marniati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Nurul Hamdi; Lena Hati; Heri Aprian Harahap; Evi Afriana; M Aqil
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia secara berkala dalam satu semester atau pun pertahun akademik merupakan manisfestasi dari Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Adapun salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia adalah: “Penyerahan Sembako dan Santunan bagi Para Janda dan Lansia Desa Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh”. Berdasarkan pemetaan masalah yang dibutuhkan mitra diketahui bahwa para janda dan lansia di Desa Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh sangat membutuhkan bantuan dan santunan dikarenakan tergolong masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan harian dengan penghasilan kurang dari Rp, 600.000,- per bulan, tidak memiliki tabungan atau barang berharga yang dapat dijual untuk keperluan mendesak, bahkan ada yang tidak dikontrakan atau belum memiliki rumah pribadi, dll. Oleh karena itu dilakukan suatu tindakan untuk menangani permasalahan tersebut dengan pelaksanaan pengabdian masyarakat yang bertujuan agar para janda dan lansia Desa Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh memperoleh bantuan sembako harian dan santunan guna memenuhi kebutuhan mendesak atau modal usaha yang kiranya dapat menopang perekonomian secara berkelanjutan. Adapun metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan kegiatan, serta refleksi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan (1) Para janda dan lansia sangat antusias dengan adanya bantuan sembako dan santunan yang diberikan; (2) Para janda dan lansia sangat mengharapkan adanya kegiatan-kegiatan serupa dari instansi/pihak lain yang kiranya peduli terhadap perekonomian mereka; dan (3) Para janda, lansia dan perangkat desa setempat meminta kegiatan lanjutan yang berguna untuk mengedukasi dan melatih skill berwirausaha para janda dan lansia agar senantiasa produktif sehingga perekonomian keluarga dan biaya pendidikan anak terpenuhi dengan baik.Kata Kunci: Santunan, Masyarakat Miskin, Janda dan Lansia.The community service program carried out by Ubudiyah University Indonesia periodically in one semester or per academic year is a manifestation of Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System which states that universities are obliged to implement the Tri Dharma of Higher Education. One form of community service that Ubudiyah University Indonesia can carry out is: "Delivery of basic necessities and compensation to widows and the elderly in Alue Naga Village, Syiah Kuala District, Banda Aceh City". Based on mapping the problems needed by partners, it is known that widows and the elderly in Alue Naga Village, Syiah Kuala District, Banda Aceh City really need help and compensation because they are classified as people who are unable to meet their daily needs with an income of less than IDR 600,000 per month, and do not have savings or valuables that can be sold for urgent needs, even those who don't rent or don't have a private house, etc. Therefore, an action was taken to address this problem by implementing community service which aims to ensure that widows and the elderly in Alue Naga Village, Syiah Kuala District, Banda Aceh City receive daily basic food assistance and compensation to meet urgent needs or business capital which can sustainably support the economy. . The method for implementing this socialization activity follows the technical implementation of the action which consists of 4 stages, consisting of: preparation or planning, implementation of activities, monitoring and evaluating the results of implementing activities, as well as reflection. The results of the activities showed (1) Widows and the elderly were very enthusiastic about the basic food assistance and compensation provided; (2) Widows and the elderly really hope for similar activities from other agencies/parties who care about their economy; and (3) Widows, the elderly and local village officials request further activities that are useful for educating and training the entrepreneurial skills of widows and the elderly so that they remain productive so that their family's economy and children’s education costs is well provided for.Keywords: Compensation, Poor People, Widows and the Elderly.