Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PSIKOEDUKASI DUKUNGAN PSIKOLOGIS AWAL DI PESANTREN BABUL MAGHFIRAH Melda Sofia; Kamarullah Kamarullah; Herawati Herawati; Kurnia Rahmayanti; Pardi Pardi; Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Cut Nursadrina; Nanda Fitriana; Abdul Mukti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dukungan Psikologis awal merupakan salah satu bentuk intervensi yang dilakukan seseorang yang digunakan untuk menangani situasi krisis dan bencana. Dukungan psikologis awal sangat membantu pelajar khususnya siswa di pesantren babulmaghfirah yang sudah mengalami musibah kebakaran. Efek bencana tersebut membawa dampak buruk bagi siswa sehingga mengalami trauma, cemas, panik, takut dan kondisi kesehatan memburuk. Dengan pemaparan psikoedukasi dukungan psikologis awal kepada siswa dapat mengubah pikiran dan kondisi kesehatan mental semakin baik.  
PSIKOEDUKASI MENGELOLA KECEMASAN MENJADI KEKUATAN DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN REMAJA MENUJU DUNIA PENDIDIKAN DAN KERJA Kurnia Rahmayanti; Melda Sofia; Cut Nursadrina; Herawati Herawati; Syarifah Asyura; Pardi Pardi; Putri Serianti; Jernih Rizkia Putri; Kamsia Kamsia; Freity Freity
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Abstract Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami remaja dan berpotensi menghambat kesiapan mereka menghadapi tuntutan pendidikan maupun dunia kerja. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola kecemasan melalui psikoedukasi berbasis webinar bersama EDUNITAS. Kegiatan diikuti oleh lebih dari 250 remaja dari berbagai latar belakang pendidikan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang konsep kecemasan, perbedaan kecemasan adaptif dan maladaptif, serta kemampuan mengidentifikasi faktor pemicu kecemasan. Peserta juga mempraktikkan strategi pengelolaan, seperti teknik relaksasi, positive self-talk, manajemen waktu, dan restrukturisasi kognitif. Lebih jauh, mereka menyadari bahwa kecemasan tidak selalu menjadi hambatan, melainkan dapat menjadi kekuatan motivasi untuk meningkatkan kesiapan diri. Psikoedukasi ini terbukti efektif dalam memperkuat kesiapan mental, regulasi diri, dan resiliensi remaja untuk menghadapi transisi menuju dunia pendidikan dan kerja yang kompetitif.Kata Kunci: Psikoedukasi, Kecemasan, Remaja
TRAUMA HEALING SMAS BABUL MAGFIRAH PADA SISWA YANG MENGALAMI KORBAN KEBAKARAN ASRAMA KABUPATEN ACEH BESAR Cut Nursadrina; Kurnia Rahmayanti; Herawati Herawati; Putri Serianti; Melda Sofia; Syarifah Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa kebakaran merupakan salah satu musibah yang mampu meninggalkan luka batin mendalam, terutama pada kelompok usia anak dan remaja. Pada awal tahun 2024, asrama SMA Swasta Babul Maghfirah di Kabupaten Aceh Besar mengalami kebakaran besar yang merusak sebagian besar fasilitas tempat tinggal siswa. Tragedi ini tidak hanya menyebabkan kehilangan secara material, tetapi juga menimbulkan tekanan psikologis serius pada siswa yang menjadi korban.Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilaksanakan sebuah kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan: (1) memberikan pendampingan psikologis bagi siswa agar mampu mengurangi dampak trauma akibat kebakaran, melalui terapi psikososial dan konseling kelompok; (2) menumbuhkan kembali semangat belajar serta mengembalikan rasa aman, keyakinan diri, dan ketahanan emosional siswa; (3) meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan mental serta membekali siswa dengan strategi penyesuaian diri dalam menghadapi tekanan pasca bencana; dan (4) menciptakan suasana sekolah yang lebih ramah, suportif, dan kondusif setelah peristiwa kebakaran.Pelaksanaan program ini dilakukan melalui empat tahapan, yakni: perencanaan, implementasi kegiatan, pemantauan serta evaluasi, dan tahap refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: (1) siswa mulai memperlihatkan keceriaan, keberanian, dan kepercayaan diri yang lebih baik, serta tidak lagi menampakkan rasa takut berlebihan dalam keseharian; (2) siswa maupun pihak sekolah berharap adanya kelanjutan dari program pendampingan psikologis ini agar mereka dapat kembali beraktivitas normal; dan (3) selama proses pendampingan ditemukan pula indikasi trauma lain di luar akibat kebakaran, sehingga diperlukan upaya lanjutan berupa pemetaan psikologis untuk membantu siswa terbebas dari berbagai bentuk gangguan emosional yang dialami.  
MEMAHAMI PENTINGNYA BAKAT DAN MINAT DALAM MEMAHAMI SERTA MENINGKATKAN MOTIVASI DALAM BELAJAR SISWA SMA Cut Nursadrina; Hendri Hendri; Rizky Arifah Fakultas; Satria Minangi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakat, minat dan motivasi siswa merupakan aspek penting dalam proses pembelajaran. Bakat dan minat membantu siswa menemukan potensi diri, sedangkan motivasi mendorong siswa berprestasi. Adanya motivasi pada siswa untuk belajar ketika siswa terlibat dalam suatu aktivitas dan kegiatan yang sesuai dengan minat bakat siswa tersebut. Tujuan memahami bakat dan minat agar membantu siswa dalam menetapkan tujuan yang jelas. Siswa memiliki pehamaman yang sangat baik tentang apa mereka cintai dan sesuai dengan bakat mereka, tingkat stres dan kecemasan dapat berkurang. Lingkungan belajar dapat mempengaruhi pembelajaran yang positif. Pada siswa SMA pentingnya untuk pengembangan diri seorang siswa yang sangat optimal. Setiap siswa yang mempunyai keunikan dalam hal bakat serta minat. Dengan memahami adanya keduaanya siswa diarahkan untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam diri siswa. Fokus pada Tujuan dan Aspirasi Memahami bakat dan minat membantu remaja dalam menetapkan tujuan yang jelas. Siswa yang memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang mereka sukai cenderung memiliki visi yang lebih jelas contohnya , siswa yang berminat pada sains mungkin lebih berkomitmen untuk mempelajari bidang tersebut dan merencanakan karier yang relevan Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Banda Aceh, dalam Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman kepada siswa SMA Negeri 6 Banda Aceh. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa setelah mereka mengidentifikasi minat dan bakat mereka. Siswa yang berpartisipasi melaporkan bahwa mereka merasa lebih termotivasi untuk belajar karena mereka dapat mengaitkan materi pelajaran dengan minat pribadi mereka. Misalnya, siswa yang tertarik pada teknologi dan sains menjadi lebih antusias dalam belajar matematika dan fisika, sementara siswa dengan bakat seni merasa lebih tertarik dalam pelajaran bahasa dan sastra. 
PENTINGNYA MEMAHAMI MINAT DAN BAKAT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA Kurnia Rahmayanti; Herawati Herawati; Soraya Lestari; Cut Nursadrina; Sastria Minanggi; Rafni Fajriati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakat dan minat merupakan faktor kunci yang memengaruhi motivasi belajar siswa, terutama di kalangan remaja saat ini yang menghadapi tantangan unik dalam pendidikan. Banyak siswa SMA mengalami penurunan motivasi belajar akibat tekanan akademik, banyaknya informasi dari media sosial, dan kurangnya dukungan dalam menemukan minat mereka. Di sisi lain, pemahaman tentang minat dan bakat sering kali kurang terintegrasi dalam sistem pendidikan, sehingga siswa tidak sepenuhnya menyadari potensi diri mereka. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu siswa mengetahui dan memahami minata dan bakat serta implikasinya terhadap motivasi belajar. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMA 6 Banda Aceh. Hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sangat memuaskan, ini terlihat dengan antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan tes minat bakat dan konsultasi hasil tes minat bakat serta meningkatnya pemahaman siswa terhadap minat dan bakat yang dimiliki, hal ini berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar siswa.Kata Kunci: Minat dan Bakat, Motivasi BelajarTalents and interests are crucial factors influencing students' learning motivation, particularly among today's adolescents who face unique educational challenges. Many high school students experience decreased motivation due to academic pressure, information overload from social media, and inadequate support in identifying their interests. Moreover, the understanding of talents and interests is often insufficiently integrated into the education system, preventing students from fully recognizing their potential. This community service aims to assist students in discovering and understanding their interests and talents, as well as their impact on learning motivation. Conducted at SMA 6 Banda Aceh, the initiative yielded highly satisfactory results, as demonstrated by the students' enthusiasm during the talent and interest assessments and consultations. Increased awareness of their own interests and talents positively influenced their learning motivation.Keywords: Interests and Talents, Learning Motivation.