Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

SOSIALISASI EDUKASI MINUMAN BERISIKO TERHADAP KESEHATAN GINJAL UNTUK PENCEGAHAN GAGAL GINJAL KRONIS PADA REMAJA DAYAH MODERN DARUL ULUM BANDA ACEH Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Putri Serianti; Melda Sofia; Syarifah Yanti Astrina; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, termasuk pada kelompok usia muda. Salah satu faktor risiko yang sering diabaikan adalah konsumsi minuman berisiko seperti minuman bersoda, minuman energi, dan minuman instan dengan kandungan gula tinggi, pemanis buatan, serta bahan kimia tambahan. Remaja yang menempuh pendidikan di dayah modern memiliki potensi terpapar risiko ini akibat kebiasaan mengonsumsi minuman kemasan yang tersedia di lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri remaja Dayah Modern Darul Ulum tentang minuman berisiko bagi kesehatan ginjal dan langkah pencegahannya. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, pemutaran video edukasi, diskusi kelompok, dan pembagian leaflet. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 43% setelah intervensi, khususnya pada pemahaman tentang jenis minuman yang perlu dihindari dan pentingnya menjaga hidrasi dengan air putih. Program ini terbukti efektif sebagai langkah promotif-preventif untuk mencegah GGK pada remaja di lingkungan dayah modern, serta berpotensi direplikasi di lembaga pendidikan serupa. 
SOSIALISASI TENTANG KEBIASAAN MENGKONSUMSI MAKANAN DAN MINUMAN JUNK FOOD PADA REMAJA DI PESANTREN DARUL ULUM BANDA ACEH Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Putri Serianti; Melda Sofia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan masa yang sangat penting untuk memperhatikan pola makan yang sehat dan bergizi, karena pada masa ini remaja akan terus tumbuh dan berkembang sehingga kebutuhan nutrisi harus seimbang dengan besarnya aktivitas. Namun pada saat ini, banyak remaja memiliki kegemaran untuk mengkonsumsi junk food hal ini disebabkan karena cita rasanya yang enak. Junk food adalah makanan yang rendah nilai gizinya namun tinggi kalori,lemak yang tidak sehat, gula dan garam serta akan berdampak negatif bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang. Maka tujuan dari program pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa serta mengenalkan kepada siswa beberapa jenis makanan siap saji atau junk food bagi kesehatan. Sosialisasi ini dilakukan sebagai salah satu pencegahan terhadap perilaku siswa yang sering mengkonsumsi junk food. Berdasarkan survey yang telah kami lakukan kepada siswa beberapa jenis junk food dalam kehidupan sehari-hari serta dampak negatif yang akan ditimbulkan akibat sering mengkonsumsi junk food. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi penyuluhan interaktif antara pemateri dan siswa, pemutaran video edukasi, diskusi dan tanya jawab, serta pembagian leaflet. Evaluasi yang dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 45% setelah intervensi, khususnya pada pemahaman tentang jenis makanan dan minuman yang mengandung junk food. Program ini terbukti efektif sebagai langkah dalam mencegah siswa dalam mengkonsumsi junk food pada remaja di lingkungan dayah modern, serta berpotensi direplikasi di lembaga pendidikan serupa.
PSIKOEDUKASI MENGELOLA KECEMASAN MENJADI KEKUATAN DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN REMAJA MENUJU DUNIA PENDIDIKAN DAN KERJA Kurnia Rahmayanti; Melda Sofia; Cut Nursadrina; Herawati Herawati; Syarifah Asyura; Pardi Pardi; Putri Serianti; Jernih Rizkia Putri; Kamsia Kamsia; Freity Freity
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Abstract Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami remaja dan berpotensi menghambat kesiapan mereka menghadapi tuntutan pendidikan maupun dunia kerja. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola kecemasan melalui psikoedukasi berbasis webinar bersama EDUNITAS. Kegiatan diikuti oleh lebih dari 250 remaja dari berbagai latar belakang pendidikan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang konsep kecemasan, perbedaan kecemasan adaptif dan maladaptif, serta kemampuan mengidentifikasi faktor pemicu kecemasan. Peserta juga mempraktikkan strategi pengelolaan, seperti teknik relaksasi, positive self-talk, manajemen waktu, dan restrukturisasi kognitif. Lebih jauh, mereka menyadari bahwa kecemasan tidak selalu menjadi hambatan, melainkan dapat menjadi kekuatan motivasi untuk meningkatkan kesiapan diri. Psikoedukasi ini terbukti efektif dalam memperkuat kesiapan mental, regulasi diri, dan resiliensi remaja untuk menghadapi transisi menuju dunia pendidikan dan kerja yang kompetitif.Kata Kunci: Psikoedukasi, Kecemasan, Remaja
TRAUMA HEALING SMAS BABUL MAGFIRAH PADA SISWA YANG MENGALAMI KORBAN KEBAKARAN ASRAMA KABUPATEN ACEH BESAR Cut Nursadrina; Kurnia Rahmayanti; Herawati Herawati; Putri Serianti; Melda Sofia; Syarifah Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa kebakaran merupakan salah satu musibah yang mampu meninggalkan luka batin mendalam, terutama pada kelompok usia anak dan remaja. Pada awal tahun 2024, asrama SMA Swasta Babul Maghfirah di Kabupaten Aceh Besar mengalami kebakaran besar yang merusak sebagian besar fasilitas tempat tinggal siswa. Tragedi ini tidak hanya menyebabkan kehilangan secara material, tetapi juga menimbulkan tekanan psikologis serius pada siswa yang menjadi korban.Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilaksanakan sebuah kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan: (1) memberikan pendampingan psikologis bagi siswa agar mampu mengurangi dampak trauma akibat kebakaran, melalui terapi psikososial dan konseling kelompok; (2) menumbuhkan kembali semangat belajar serta mengembalikan rasa aman, keyakinan diri, dan ketahanan emosional siswa; (3) meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan mental serta membekali siswa dengan strategi penyesuaian diri dalam menghadapi tekanan pasca bencana; dan (4) menciptakan suasana sekolah yang lebih ramah, suportif, dan kondusif setelah peristiwa kebakaran.Pelaksanaan program ini dilakukan melalui empat tahapan, yakni: perencanaan, implementasi kegiatan, pemantauan serta evaluasi, dan tahap refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: (1) siswa mulai memperlihatkan keceriaan, keberanian, dan kepercayaan diri yang lebih baik, serta tidak lagi menampakkan rasa takut berlebihan dalam keseharian; (2) siswa maupun pihak sekolah berharap adanya kelanjutan dari program pendampingan psikologis ini agar mereka dapat kembali beraktivitas normal; dan (3) selama proses pendampingan ditemukan pula indikasi trauma lain di luar akibat kebakaran, sehingga diperlukan upaya lanjutan berupa pemetaan psikologis untuk membantu siswa terbebas dari berbagai bentuk gangguan emosional yang dialami.  
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA DALAM MENYUSUN TUGAS AKHIR Melda Sofia; Kamarullah Kamarullah; Herawati Herawati; Kurnia Rahmayanti; Pardi Pardi; Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Cut Nursadrina; Putri Serianti; Nanda Fitriana; Abdul Mukti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5170

Abstract

AbstrakSaat ini mahasiswa di tuntut untuk menyelesaikan tugas akademikdi perguruan tinggi Namun, banyak mahasiswa mengalami kecemasan dalam proses tersebut, yang dapat memengaruhi kinerja akademik mereka. Kecemasan ini seringkali disebabkan oleh tuntutan akademik, tekanan dari orang tua, serta kurangnya kepercayaan diri. Dukungan sosial dari orang tua, teman, dan dosen diyakini dapat membantu mengurangi kecemasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 200 mahasiswa yang dipilih secara purposive sampling. Hasil dari pengujian hipotesis Sig. = 0,000 (Sig.< 0,01) menunjukkan yang adanya pengaruh negatif dan signifikan dukungan sosial terhadap kecemasan, sehingga semakin tinggi dukungan sosial yang diterima mahasiswa, terdapat kecenderungan penurunan tingkat kecemasan yang mereka alami dalam proses penyelesaian tugas akhir. Oleh karena itu, mahasiswa disarankan untuk meningkatkan interaksi sosial dan memanfaatkan dukungan yang tersedia, sementara orang tua, teman, dan dosen diharapkan dapat memberikan dukungan emosional, instrumental, dan informatif secara optimal. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI REMAJA DALAM NGKONSUMSI JUNK FOOD DI SEKOLAH Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Putri Serianti; Melda Sofia; Abdul Mukti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5242

Abstract

Makanan cepat saji merupakan salah satu istilah yang diberikan untuk makanan yang disajikan dengan sangat cepat seperti junk food. Junk Food adalah makanan yang  mengandung tinggi kalori yang meliputi garam, gula, dan lemak dalam konsentrasi tinggi di dalamnya namun sangat rendah akan nilai gizinya. Beberapa kategori makanan yang termasuk ke dalam junk food yaitu makanan cepat saji yang di goreng, makanan ringan asin, makanan penutup manis, permen karet dan lainnya. Makanan seperti hamburger, pizza dan lainnya di anggap sehat atau junk food tergantung terhadap cara penyajiannya. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi remaja dalam mengkonsumsi junk food. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif yang bersifat survey deskriptif dengan pendekatan cros secsional. Populasi penelitian ini siswa kelas X di  Pesantren Darul Ulum Banda Aceh, Pengambilan sampel secara stratifikasi random berjumlah 80 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20-26 April 2025. Analisa data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan ajakan teman sebaya terhadap kebiasaan mengkonsumsi junk food di Pesantren Darul Ulum Banda Aceh. Saran: Diharapkan adanya peran aktif pihak sekolah melakukan penyuluhan kesehatan terutama tentang manfaat makanan sehat bagi tubuh terhadap siswa/siswi.Kata Kunci : Remaja, junk food, pengetahuan, sikap, teman sebaya
ANALISIS JALUR PEER ATTACHMENT, SELF CONTROL, SELF-ESTEEM, DAN AGRESIVITAS PADA REMAJA Kurnia Rahmayanti; Melda Sofia; Cut Nursadrina; Herawati Herawati; Syarifah Asyura; Pardi Pardi; Putri Serianti; Ismiati Ismiati; Nurul Salwa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5332

Abstract

AbstrakAgresivitas remaja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kausal antara peer attachment, self-control, self-esteem, dan agresivitas dengan menggunakan analisis jalur pada desain cross-sectional. Data diperoleh dari 185 siswa SMK di Kota Bogor dengan instrumen terstandar. Hasil menunjukkan peer attachment berpengaruh langsung menurunkan agresivitas (? = -0.123), self-control memiliki pengaruh negatif paling kuat (? = -0.595, p < 0.001), sedangkan self-esteem berpengaruh tidak langsung melalui peningkatan self-control (? = -0.192). Temuan ini menegaskan peran kunci self-control serta pentingnya intervensi psikososial untuk memperkuat hubungan teman sebaya, regulasi emosi, dan self-esteem positif.Kata kunci: peer attachment, self-control, self-esteem, agresivitas, remaja
ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF DARI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN POTENSINYA SEBAGAI ANTIOKSIDAN UNTUK FORTIFIKASI PANGAN FUNGSIONAL Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Putri Serianti; Melda Sofia; Syarifah Yanti Astrina; Siti Samaniyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5216

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengisolasi senyawa bioaktif dari daun kelor (Moringa oleifera) serta mengevaluasi potensi antioksidannya untuk fortifikasi pangan fungsional. Daun kelor diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan dilanjutkan dengan fraksinasi pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol. Identifikasi senyawa bioaktif dilakukan dengan KLT, KCKT, spektrofotometri UV-Vis, dan FTIR, sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi dengan IC50 sebesar 48,72 µg/mL, yang dikategorikan sebagai antioksidan sangat kuat. Analisis fitokimia memperlihatkan bahwa senyawa utama yang berperan adalah flavonoid, fenolik, dan tanin. Temuan ini menegaskan bahwa daun kelor merupakan sumber antioksidan alami yang potensial dan dapat diaplikasikan sebagai bahan fortifikasi pangan fungsional untuk meningkatkan kualitas gizi serta memberikan manfaat protektif terhadap stres oksidatif.