Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF LOCAL WISDOM-BASED BIOTECHNOLOGY TEXTBOOK FROM TABAGSEL REGION ON CREATIVITY AND CRITICAL THINKING SKILLS OF STUDENTS AT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TAPANULI SELATAN Melvariani Syari Batubara; Rafiqah Amanda Lubis; Elda Sari Siregar; Happy Sri Rezeki Purba; Ilmi Aulina Rahim
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PELITA PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/dmxre321

Abstract

The objective of this study is to determine the implementation of a Tabagsel local wisdom-based biotechnology textbook on the creativity and critical thinking abilities of students at UMTS in the biotechnology course. The method employed in this research is PTK to assess the creativity and critical thinking abilities of students at UMTS. This PTK was conducted in 2 cycles, each consisting of stages: Analysis, Fact Finding, Conceptualization, Planning, Implementation, Additional Fact Finding, and Evaluation. The results of this study indicate that the highest score on the student creativity test in cycle I was 85 and the lowest was 54. The highest score on the student creativity test in cycle II was 95 and the lowest was 75. The increase in student creativity test scores was 10 points. The number of students who achieved mastery on the creativity test in cycle I was 12 students and in cycle II was 17 students, with an increase of 5 students. The conclusions of this study are: The PKK on the student creativity test in cycle I was 50% and in cycle II was 70%, with an increase of 20%; The percentage of students who achieved mastery on the critical thinking test was 80%, while those who did not achieve mastery was 20%.
Perlindungan Hukum terhadap Diskriminasi bagi Penderita Tuberculosis di Lingkungan Kerja dan Pendidikan : Studi di Kabupaten Tapanuli Selatan Happy Sri Rezeki Purba; Rohim Harahap; Wulan Febrianti Nasution; Nur Ainun Pane; Fuja Lestari; Sinta Rofiah Siregar; Ade Safriany Arabiah Simanjuntak; Wisal Khaber Juhdi Siregar; Amanda Pratiwi; Ramadhani Maulana; Ahmad Sahadi Ritonga; Faisal Umar Nasution; Gilang Asmara; Ainun Mardiyah; Melvariani Syari Batubara; Fajar Padli Batubara
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5013

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia dan sering disertai dengan stigma serta diskriminasi terhadap penderitanya, termasuk di lingkungan kerja dan pendidikan. Diskriminasi tersebut dapat berdampak pada pelanggaran hak asasi manusia serta menghambat proses pengobatan dan pemulihan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk diskriminasi yang dialami penderita TB di lingkungan kerja dan pendidikan serta menelaah bentuk perlindungan hukum yang tersedia di Indonesia, khususnya di Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis regulasi, serta wawancara dengan tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma dan diskriminasi terhadap penderita TB masih terjadi dalam bentuk pengucilan sosial, pembatasan aktivitas kerja atau belajar, serta kekhawatiran berlebihan terhadap penularan penyakit. Secara normatif, perlindungan hukum terhadap penderita TB telah diatur dalam berbagai regulasi seperti Undang-Undang Kesehatan, Undang-Undang Ketenagakerjaan, dan Peraturan Presiden tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Namun implementasi perlindungan tersebut masih belum optimal karena rendahnya pemahaman masyarakat serta kurangnya sosialisasi kebijakan. Oleh karena itu diperlukan penguatan regulasi, peningkatan edukasi masyarakat, serta koordinasi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan perusahaan untuk menjamin perlindungan hak penderita TBC dari diskriminasi.