Hipotermia merupakan kondisi penurunan suhu inti tubuh yang dapat menimbulkan risiko fisiologis serius. Pemahaman tentang respons fisiologis manusia terhadap hipotermia penting untuk pencegahan dan manajemen klinis. Artikel ini bertujuan untuk meninjau literatur mengenai mekanisme fisiologis yang terjadi pada tubuh manusia akibat penurunan suhu inti. Penelitian ini menggunakan metode, dengan meninjau publikasi ilmiah terbaru terkait respons fisiologis terhadap hipotermia, termasuk mekanisme termoregulasi, metabolisme energi, habituasi terhadap dingin, dan adaptasi jaringan adiposa. Berdasarkan studi literatur, tubuh manusia merespons penurunan suhu inti melalui mekanisme vasokonstriksi perifer, menggigil, peningkatan kapasitas non-shivering thermogenesis melalui adiposit cokelat dan beige, serta habituasi terhadap paparan dingin berulang. Mekanisme ini membantu mempertahankan homeostasis internal dan melindungi organ vital. Namun, paparan dingin yang ekstrem atau tidak terkontrol dapat memicu respons maladaptif, termasuk gangguan koagulasi, infeksi luka, dan inflamasi berlebihan setelah pemanasan ulang.literatur menunjukkan bahwa respons fisiologis manusia terhadap hipotermia bersifat kompleks dan melibatkan berbagai mekanisme adaptif. Pemahaman mendalam terhadap mekanisme ini penting untuk strategi pencegahan dan manajemen klinis pada individu yang mengalami hipotermia.