Lemna minor merupakan tumbuhan air mengapung berukuran mikro yang memiliki laju pertumbuhan sangat cepat dan berpotensi besar sebagai bahan baku pakan ternak, agen fitoremediasi, serta indikator kesuburan perairan. Pertumbuhan Lemna minor sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara pada media tumbuhnya, salah satunya melalui pemberian pupuk organik asal kotoran ayam. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima ulangan untuk mengevaluasi pengaruh empat taraf dosis pupuk organik asal kotoran ayam, yaitu P0 (tanpa pupuk), P1 (5 g/L), P2 (10 g/L), dan P3 (15 g/L), terhadap empat parameter pertumbuhan Lemna minor yaitu luas daun, luas cover area, doubling time, dan produksi biomassa segar, yang diamati selama 14 hari masa pemeliharaan. Hasil menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik kotoran ayam sebesar 5 g/L (P1) memberikan respons pertumbuhan Lemna minor terbaik di antara empat dosis yang diuji. Perlakuan tersebut menghasilkan luas daun rata-rata dan luas cover area tertinggi, dengan luas cover area mencapai 88,5 cm² pada hari ke-14, waktu penggandaan tersingkat sebesar 6,856 hari, serta produksi biomassa segar tertinggi sebesar 0,000333 g/cm²/hari (setara 3,33 g/m²/hari). Peningkatan dosis menjadi 10 dan 15 g/L tidak diikuti oleh peningkatan pertumbuhan yang proporsional. Disimpulkan dosis 5 g/L dapat digunakan sebagai acuan awal untuk pengujian lanjutan dengan rentang dosis yang lebih rapat serta pengukuran kualitas media tumbuh, dalam optimalisasi budidaya Lemna minor.