Muhammar Dalimunthe, Hasbi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam Muhammar Dalimunthe, Hasbi; Sihombing, Irwandi; Darwis Dasopang, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep peserta didik dalam pendidikan Islam, yang mencakup pengertian, kedudukan, serta perspektif Al-Qur'an. Peserta didik didefinisikan sebagai subjek aktif dengan fitrah suci (potensi bawaan) yang dikembangkan untuk menjadi insan kamil. Mereka memiliki kedudukan dualistik sebagai subjek sekaligus objek, yang diistilahkan sebagai mutarabbi, muta’allim, dan muta’addib. Berdasarkan perspektif Al-Qur'an, surah An-Nahl: 78 menjelaskan pengembangan potensi sejak lahir melalui panca indra dan hati. Sementara itu, surah An-Nisa: 170 menekankan universalitas peserta didik bagi seluruh manusia, dan surah Asy-Syura: 214 menegaskan pembinaan awal dimulai dari lingkup keluarga. Makalah ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan Islam ditentukan oleh optimalisasi fitrah dan pembentukan adab peserta didik.
Perbandingan Tokoh K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Hasyim Asy’ari, Dan Mohammad Natsir Dalam Pembaruan Pendidikan Islam Muhammar Dalimunthe, Hasbi; Nasution, Fauziah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis perbandingan pemikiran pembaruan pendidikan Islam oleh K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Hasyim Asy’ari, dan Mohammad Natsir. Masalah utama yang diangkat adalah dikotomi pendidikan pada masa kolonial yang memisahkan ilmu agama dan ilmu umum. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor pendorong dan konsep pembaruan dari ketiga tokoh tersebut. Menggunakan metode analisis komparatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa Ahmad Dahlan mengadopsi sistem Barat yang progresif, Hasyim Asy’ari menekankan penguatan adab dalam tradisi pesantren, sementara Mohammad Natsir mengusung konsep integralistik melalui kebijakan nasional. Sebagai kesimpulan, perjuangan kolektif mereka berhasil menghapus dualisme pendidikan dan membentuk fondasi kokoh bagi sistem pendidikan Islam kontemporer di Indonesia. Pemikiran mereka tetap relevan dalam menghadapi tantangan globalisasi dan penguatan karakter bangsa.