Keterbatasan alokasi waktu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah menengah kejuruan serta beragamnya kemampuan baca tulis Al-Qur'an peserta didik menjadi tantangan dalam penguatan literasi Al-Qur'an. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, dilaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan literasi Al-Qur'an berbasis Metode Ummi yang diintegrasikan dengan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) skema Asistensi Mengajar di SMKN 9 Makassar. Kegiatan ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pendampingan literasi Al-Qur'an berbasis Metode Ummi serta manfaat yang diperoleh peserta didik, sekolah mitra, dan mahasiswa peserta MBKM. Pendampingan melibatkan 75 peserta didik Muslim dengan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif (participatory mentoring) yang mengintegrasikan prinsip Community-Engaged Service Learning (CESL) dan Experiential Learning. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan program, pelaksanaan pendampingan berbasis Metode Ummi melalui pembelajaran klasikal, bimbingan individual (baca-simak), latihan menulis (imla'), serta monitoring, refleksi, evaluasi, dan penyusunan rencana keberlanjutan. Hasil pelaksanaan program menunjukkan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an peserta didik, tercermin dari bertambahnya proporsi peserta didik yang mencapai kategori lancar membaca, disertai perbaikan ketepatan makhraj, penerapan tajwid, kemampuan menulis (imla'), dan partisipasi selama pendampingan. Kegiatan pendampingan juga memperkuat layanan pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui kolaborasi antara guru dan mahasiswa MBKM. Selain memberikan manfaat bagi sekolah mitra, kegiatan ini juga menghadirkan pengalaman belajar autentik bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan reflektif. Pelaksanaan pendampingan ini menunjukkan bahwa integrasi Metode Ummi dengan MBKM Asistensi Mengajar merupakan praktik baik (best practice) yang berpotensi direplikasi sebagai model penguatan literasi Al-Qur'an di sekolah vokasi maupun sekolah mitra lainnya.