Moh. Tohiri Habib
Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengabdian Internasional: Pendampingan Bahasa Arab Dasar Berbasis al-Muḥāwarah al-Yawmiyyah di Malaysia Segaf Baharun; Nur Hanifansyah; Muhamad Solehudin; Moh. Tohiri Habib; Yusuf Arisandi; Syahrul Iswan; M. Yusuf Harun
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/mosaic.v2i3.194

Abstract

Pengabdian internasional ini dilaksanakan sebagai respons terhadap rendahnya keberanian santri dalam menggunakan bahasa Arab secara lisan meskipun telah memiliki hafalan kosakata dasar, serta adanya perbedaan bahasa Melayu–Indonesia yang berpotensi menghambat efektivitas pemahaman. Kegiatan ini dilakukan di Ma’had Tahfiz Darul Ulum (MADU) Negeri Sembilan, Malaysia, dengan tujuan memperkuat keterampilan berbahasa Arab dasar santri melalui pendekatan al-Muḥāwarah al-Yawmiyyah (dialog harian). Pengabdian dilaksanakan pada Agustus–September 2025 (±8 minggu) dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), melibatkan sekitar tiga puluh santri tingkat awal. Materi meliputi penggunaan kata tanya sederhana seperti hal (هل), mādhā (ماذا), ayna (أين), serta pengenalan bentuk fiʿil māḍī dengan dhomir -ta dan -tu. Metode yang digunakan berupa ceramah interaktif, simulasi dialog, dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keberanian santri berbicara, kemampuan menyelaraskan kosakata Melayu dengan padanan Arab, serta terciptanya suasana kelas yang lebih hidup dan komunikatif. Dengan demikian, pengabdian ini berkontribusi pada pengembangan pembelajaran bahasa Arab dasar dalam konteks internasional melalui pendekatan komunikatif dan interkultural. Implikasinya menegaskan pentingnya strategi adaptif yang mengintegrasikan penguasaan kosakata, praktik dialog, dan sensitivitas lintas bahasa sebagai model pengabdian bahasa Arab di Asia Tenggara.
Transformasi Pembelajaran Bahasa Arab di Bulan Ramadhan: Pendampingan Berbasis Psikologi Kognitif dan Afektif Segaf Baharun; Nur Hanifansyah; Muhamad Solehudin; Juliari Agustian; Moh. Tohiri Habib; Badrus Shalih; Menik Mahmudah
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/mosaic.v3i1.405

Abstract

 Program Daurah Ramadhan di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah merupakan momentum strategis untuk mengoptimalkan pembelajaran bahasa Arab melalui pendekatan yang lebih intensif dan terstruktur, program ini selalu diadakan setiap tahun. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mentransformasikan pembelajaran mufradat serta meningkatkan keberanian santri dalam merangkai kata dan mengungkapkan gagasan secara lisan melalui pendampingan berbasis psikologi kognitif dan afektif. Program dilaksanakan selama 20 hari dengan melibatkan 28 santri sebagai peserta, menggunakan model pendampingan harian yang menekankan penguatan memori kosakata, latihan perangkaian kalimat sederhana, serta pembinaan motivasi dan regulasi emosi dalam berbicara. Pendekatan kognitif diterapkan melalui teknik repetition, active recall, dan asosiasi makna, sedangkan pendekatan afektif dilakukan melalui penguatan motivasi intrinsik, dukungan emosional, dan praktik berbicara dalam suasana yang suportif. Evaluasi program dilakukan melalui observasi partisipatif, perbandingan kemampuan pra dan pasca intervensi, serta analisis perkembangan mufradat aktif dan perilaku verbal peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta, ditandai dengan kenaikan rata-rata mufradat aktif dari 4,2 menjadi 19,7 kata, serta peningkatan persentase peserta yang mampu berbicara mandiri dari 10,7% menjadi 78,6%. Selain itu, indikator afektif seperti keberanian berbicara dan kepercayaan diri juga mengalami peningkatan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pendekatan kognitif dan afektif dalam pembelajaran intensif Ramadhan efektif dalam meningkatkan kompetensi linguistik sekaligus kesiapan psikologis peserta didik.
Repeat After Me: Affective Scaffolding for Arabic Speaking Fluency Segaf Baharun; Moh. Tohiri Habib; Nurul Azira; Adham Hasif
Journal of Arabic Language Learning and Teaching (JALLT) Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Arabic Language Learning and Teaching (JALLT)
Publisher : Universitas Islam Negeri Palangka Raya Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jallt.v4i1.413

Abstract

Despite the widespread use of repetition in Arabic speaking instruction, empirical research examining its affective scaffolding dimension particularly teacher vocal modulation as an emotional and psychomotor support remains limited.This study investigates the role of affective scaffolding in enhancing Arabic speaking fluency through the “Repeat After Me” technique in a pesantren-based classroom. Using a quasi-experimental mixed-method design, sixty male students were divided into experimental and control groups over eight weeks of instruction. The experimental group received teacher-guided vocal scaffolding involving tone modulation, rhythmic pacing, and empathetic feedback, while the control group practiced standard repetition. Quantitative results revealed significant improvements in fluency (Cohen’s d = 0.89) and a notable reduction in language anxiety among the experimental group. Qualitative findings from interviews indicated that collective repetition fostered emotional safety, enjoyment, and imitation of native-like pronunciation, despite physical fatigue. The integration of affective and psychomotor elements transformed repetition into an engaging, embodied learning process that strengthened confidence and rhythmical accuracy. This study concludes that teacher vocal modulation functions as both an emotional regulator and a psychomotor model, offering a holistic framework for Arabic language pedagogy that unites sound, emotion, and bodily expression.