Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Diseminasi Nilai-Nilai Penguatan Religiusitas Melalui Program Jum’at Religi di Perguruan Tinggi Syarnubi Syarnubi; Nyimas Yunierti Prihatin; Zulhijra Zulhijra; Septia Fahiroh; Sutiah Sutiah; Egga Priska Lidya
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.701

Abstract

Mahasiswa sebagai generasi intelektual tidak hanya dituntut unggul dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter religius sebagai fondasi etika dan moral. Namun, realitas menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa, khususnya di lingkungan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Raden Fatah Palembang, masih menghadapi tantangan dalam menginternalisasi nilai-nilai religius secara konsisten. Kegiatan Jum’at Religi yang rutin dilaksanakan di kampus menjadi potensi strategis untuk memperkuat nilai keagamaan tersebut. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi dan mengoptimalkan pelaksanaan program Jum’at Religi sebagai media penguatan karakter religius mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan reflektif, dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kegiatan Jum’at Religi sebagai sumber data utama. Lokus kegiatan adalah mahasiswa Prodi PAI sebagai subjek utama sekaligus mitra dalam pengabdian. Pengabdian ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif dan menumbuhkan budaya religius kampus secara berkelanjutan melalui pendekatan kearifan religius yang hidup di lingkungan UIN Raden Fatah. Hasil yang diharapkan bukan hanya peningkatan partisipasi mahasiswa, tetapi juga terbentuknya karakter religius yang lebih kuat dan kontekstual dengan nilai-nilai keislaman kampus
Analisis Kritis Peran Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Kesadaran Sosial Siswa Mi Assegaf Palembang Anin Fikriyah; Septia Fahiroh; Muhammad Riza Fajrul Azhar; Mardiah Astuti; Hartatiana Hartatiana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16631

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki potensi strategis dalam membentuk kesadaran sosial peserta didik, namun implementasinya di sekolah dasar masih cenderung berorientasi pada penguasaan aspek kognitif dibandingkan internalisasi nilai-nilai sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pembelajaran PAI dalam pembentukan kesadaran sosial peserta didik di MI Assegaf Palembang melalui sintesis kritis terhadap literatur ilmiah mutakhir. Penelitian menggunakan pendekatan library research dengan analisis isi terhadap publikasi yang relevan mengenai pendidikan Islam, kesadaran sosial, dan pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman seperti zakat, sedekah, ta‘āwun, dan ukhuwah memiliki potensi besar sebagai landasan pembentukan kesadaran sosial. Namun, implementasi pembelajaran masih didominasi pendekatan tekstual yang belum mampu menghubungkan ajaran agama dengan realitas sosial peserta didik secara optimal. Temuan ini menegaskan perlunya transformasi pembelajaran PAI menuju pendekatan yang lebih kontekstual, reflektif, dan berorientasi pada pengalaman sosial. Penguatan dimensi afektif dan praksis dalam pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan relevansi pendidikan Islam dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli, inklusif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya.
Integration of Islamic Values in the Ningkuk Ritual: A Model of Character Education Based on Local Wisdom in South Sumatra Syarnubi; Septia Fahiroh; Ahmed J. Obaid
MUSLIM HERITAGE Vol 10 No 2 (2025): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v10i2.11721

Abstract

This study aims to reveal the moral values contained in the Ningkuk ritual and how these values are instilled in young women in the Sukarami Village community. In addition, this study explains the function of Ningkuk as a model of non-formal character education based on local wisdom and assesses its relevance to the development of national character education. This study examines the integration of Islamic values in the Ningkuk ritual as a model of character education based on the local wisdom of the Sukarami Village community in South Sumatra. Using an ethnographic approach, this study collected data through participatory observation, in-depth interviews, and cultural documentation. The results show that the Ningkuk ritual contains Islamic character values, including birrul walidain, gratitude, patience, cooperation (ta'awun), social solidarity (ukhuwah), manners, responsibility, and spirituality. These values are internalized not through verbal instruction but through social practices, cultural symbols, and intergenerational inheritance mechanisms. This study fills a gap in research that has so far overlooked how Islamic values are substantively integrated into the Ningkuk procession, and how this ritual can be reconstructed into a contextual character education model that is compatible with national education policy. This study concludes that Ningkuk is an authentic pedagogical resource that has strategic relevance for formal and non-formal education, especially in the development of local content curricula and culture-based character building programs. These findings offer a theoretical and practical framework for the integration of Islamic values and local wisdom in the design of character education in Indonesia.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai moral yang terkandung dalam ritual Ningkuk dan bagaimana nilai-nilai tersebut ditanamkan pada perempuan muda di komunitas Desa Sukarami. Selain itu, penelitian ini menjelaskan fungsi Ningkuk sebagai model pendidikan karakter non-formal berdasarkan kebijaksanaan lokal dan mengevaluasi relevansinya terhadap pengembangan pendidikan karakter nasional. Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai Islam dalam ritual Ningkuk sebagai model pendidikan karakter berdasarkan kebijaksanaan lokal komunitas Desa Sukarami di Sumatera Selatan. Dengan pendekatan etnografis, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Ningkuk mengandung nilai-nilai karakter Islam, termasuk birrul walidain, rasa syukur, kesabaran, kerja sama (ta'awun), solidaritas sosial (ukhuwah), sopan santun, tanggung jawab, dan spiritualitas. Nilai-nilai ini diinternalisasi bukan melalui instruksi verbal, melainkan melalui praktik sosial, simbol budaya, dan mekanisme pewarisan antar generasi. Penelitian ini mengisi kekosongan dalam penelitian yang hingga kini belum memperhatikan bagaimana nilai-nilai Islam secara substansial diintegrasikan ke dalam prosesi Ningkuk, serta bagaimana ritual ini dapat direkonstruksi menjadi model pendidikan karakter kontekstual yang sesuai dengan kebijakan pendidikan nasional. Studi ini menyimpulkan bahwa Ningkuk merupakan sumber pedagogis autentik yang memiliki relevansi strategis bagi pendidikan formal dan non-formal, terutama dalam pengembangan kurikulum konten lokal dan program pembentukan karakter berbasis budaya. Temuan ini menawarkan kerangka teoretis dan praktis untuk integrasi nilai-nilai Islam dan kebijaksanaan lokal dalam desain pendidikan karakter di Indonesia.
Integration of Islamic Values in the Ningkuk Ritual: A Model of Character Education Based on Local Wisdom in South Sumatra Syarnubi; Septia Fahiroh; Ahmed J. Obaid
MUSLIM HERITAGE Vol 10 No 2 (2025): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v10i2.11721

Abstract

This study aims to reveal the moral values contained in the Ningkuk ritual and how these values are instilled in young women in the Sukarami Village community. In addition, this study explains the function of Ningkuk as a model of non-formal character education based on local wisdom and assesses its relevance to the development of national character education. This study examines the integration of Islamic values in the Ningkuk ritual as a model of character education based on the local wisdom of the Sukarami Village community in South Sumatra. Using an ethnographic approach, this study collected data through participatory observation, in-depth interviews, and cultural documentation. The results show that the Ningkuk ritual contains Islamic character values, including birrul walidain, gratitude, patience, cooperation (ta'awun), social solidarity (ukhuwah), manners, responsibility, and spirituality. These values are internalized not through verbal instruction but through social practices, cultural symbols, and intergenerational inheritance mechanisms. This study fills a gap in research that has so far overlooked how Islamic values are substantively integrated into the Ningkuk procession, and how this ritual can be reconstructed into a contextual character education model that is compatible with national education policy. This study concludes that Ningkuk is an authentic pedagogical resource that has strategic relevance for formal and non-formal education, especially in the development of local content curricula and culture-based character building programs. These findings offer a theoretical and practical framework for the integration of Islamic values and local wisdom in the design of character education in Indonesia.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai moral yang terkandung dalam ritual Ningkuk dan bagaimana nilai-nilai tersebut ditanamkan pada perempuan muda di komunitas Desa Sukarami. Selain itu, penelitian ini menjelaskan fungsi Ningkuk sebagai model pendidikan karakter non-formal berdasarkan kebijaksanaan lokal dan mengevaluasi relevansinya terhadap pengembangan pendidikan karakter nasional. Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai Islam dalam ritual Ningkuk sebagai model pendidikan karakter berdasarkan kebijaksanaan lokal komunitas Desa Sukarami di Sumatera Selatan. Dengan pendekatan etnografis, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Ningkuk mengandung nilai-nilai karakter Islam, termasuk birrul walidain, rasa syukur, kesabaran, kerja sama (ta'awun), solidaritas sosial (ukhuwah), sopan santun, tanggung jawab, dan spiritualitas. Nilai-nilai ini diinternalisasi bukan melalui instruksi verbal, melainkan melalui praktik sosial, simbol budaya, dan mekanisme pewarisan antar generasi. Penelitian ini mengisi kekosongan dalam penelitian yang hingga kini belum memperhatikan bagaimana nilai-nilai Islam secara substansial diintegrasikan ke dalam prosesi Ningkuk, serta bagaimana ritual ini dapat direkonstruksi menjadi model pendidikan karakter kontekstual yang sesuai dengan kebijakan pendidikan nasional. Studi ini menyimpulkan bahwa Ningkuk merupakan sumber pedagogis autentik yang memiliki relevansi strategis bagi pendidikan formal dan non-formal, terutama dalam pengembangan kurikulum konten lokal dan program pembentukan karakter berbasis budaya. Temuan ini menawarkan kerangka teoretis dan praktis untuk integrasi nilai-nilai Islam dan kebijaksanaan lokal dalam desain pendidikan karakter di Indonesia.