Andris Kiamani
Sekolah Tinggi Teologi Anderson Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Sosio-Historis, Eksegetis, Hermeneutik Metafora Anak-Anak Panah di Tangan Pahlawan Mazmur 127:4 Andris Kiamani
LAMPO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63832/1865an03

Abstract

Mazmur 127:4 menghadirkan metafora unik tentang anak sebagai “anak-anak panah di tangan pahlawan,” sebuah gambaran yang kaya makna secara literal, historis, dan teologis. Meskipun konsep ini sering dipahami secara sederhana, sebagai penegasan berkat keturunan oleh para peneliti sebelumnya, namun kajian mendalam menunjukkan bahwa metafora tersebut mencerminkan struktur sosial Israel kuno, nilai keluarga, serta pemahaman teologis mengenai warisan, misi, dan tanggung jawab orangtua. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan mengungkap makna mendalam metafora Mazmur 127:4, untuk menghadirkan pemahaman komprehensif dan relevan bagi konteks pembacaan masa kini. Penelitian ini memadukan tiga metode utama yaitu sosio-historis, untuk memahami konteks budaya, sosial, dan politik Israel kuno, kemudian analisis eksegetis terhadap teks Ibrani yang berfungsi mengungkap hubungan metafora antara pahlawan dan anak, serta hermeneutik-teologis untuk memahami makna metafora tersebut secara utuh. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa panah melambangkan anak sebagai entitas yang harus dibentuk, diarahkan, dan diperlengkapi dengan visi, sedangkan pahlawan melambangkan orangtua yang terlatih, berhikmat, dan bertanggung jawab dalam mempersiapkan generasi penerus. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi teologi keluarga, menunjukan bahwa pendidikan anak bukan sekadar tugas biologis, tetapi mandat ilahi yang melibatkan pembentukan karakter, arah hidup, dan kesetiaan kepada Allah.
Spiritual Intelligence sebagai upaya Antisipatif Terjadinya Judi Online Akibat dampak Disrupsi Menurut Yakobus 4:7-8 Tri Endah Astuti; Andris Kiamani
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.186

Abstract

There are many social problems that arise in society, one of which is online gambling which is becoming more prevalent every day. This situation causes anxiety as a result of disruption, so the author of the letter of James provides encouragement to maintain spiritual life even in the midst of suffering. Therefore, this study aims to analyze the anticipatory steps in dealing with the rampant practice of online gambling as an impact of disruption, with reference to the spiritual perspective found in James 4:7-8. Through the use of qualitative exegesis method, it is expected to provide effective measures. Thus this study found that spiritual intelligence can be an effective solution by: First, submitting to God, Second, drawing near to God, Third, sanctifying oneself, Fourth, purifying the heart. By applying these four steps, it is hoped that each individual can develop better spiritual intelligence, which helps overcome the challenges that arise due to disruption in daily life.Abstrak:Banyaknya masalah sosial yang muncul di tengah masyarakat, salah satunya adalah judi online yang semakin hari semakin marak. Situasi tersebut menimbulkan kegelisahan sebagai dampak disrupsi, sehingga penulis surat Yakobus memberikan dorongan untuk menjaga kehidupan spiritual meskipun di tengah penderitaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi maraknya praktik judi online sebagai dampak dari disrupsi, dengan merujuk pada perspektif spiritual yang terdapat dalam Yakobus 4:7-8. Melalui penggunaan metode kualitatif eksegesis diharapkan dapat memberikan langkah-langkah yang efektif. Dengan demikian penelitian ini menemukan bahwa kecerdasan spiritual dapat menjadi solusi efektif dengan cara yaitu: Pertama, tunduk kepada Allah, Kedua, mendekat kepada Allah, Ketiga, menguduskan diri, Ke empat, menyucikan hati. Dengan menerapkan keempat langkah ini, diharapkan setiap individu dapat mengembangkan kecerdasan spiritual yang lebih baik, yang membantu mengatasi tantangan yang muncul akibat disrupsi dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Stimulasi, Kehidupan Kerohanian, Disrupsi, Disorentasi