Muhammad Jouhar Syah
Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perubahan Garis Pantai Pesisir Domas, Serang, Banten dari Tahun 1988 hingga 2023 Berdasarkan Data Citra Satelit Landsat Rendy Syahril Amanu; Muhammad Jouhar Syah; Krisna Dwi Oktabrian; Imma Redha Nugraheni
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.42723

Abstract

: Perubahan garis pantai merupakan salah satu  fenomena yang terjadi di daerah pesisir. Di Indonesia perubahan garis pantai dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik alami maupun antropogenik. Penelitian ini berfokus pada analisis perubahan garis pantai di sekitar Pesisir Domas, Serang, Banten dari tahun 1988 hingga 2023 menggunakan data citra satelit Landsat. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memetakan dan mengukur perubahan garis pantai yang terjadi dari tahun 1988 hingga 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Normalized Difference Water Index (NDWI) untuk interpretasi garis pantai serta analisis perubahan luasan garis pantai. Selain itu digunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) untuk analisis jarak perubahan garis pantai serta identifikasi perubahan garis pantai. Hasil penelitian menunjukkan perubahan garis pantai yang terjadi selama periode penelitian cukup signifikan dengan total luasan daerah berkurang 388 hektar atau rata-rata berkurang 11,08 hektar per tahun. Analisis DSAS berdasarkan nilai Net Shoreline Movement (NSM) menunjukkan bahwa perubahan jarak garis pantai rata-rata adalah -368,76 meter, dengan perubahan terbesar adalah 1.032,6 meter. Nilai End Point Rate (EPR) menunjukkan laju rata-rata perubahan per tahun sebesar -10,69 meter, dengan nilai EPR terbesar adalah -29,5 meter. Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi kemunduran garis pantai yang disebabkan abrasi.
Strategi Mitigasi Non-Struktural Bencana Hidrometeorologi Berbasis Edukasi dan Teknologi Informasi bagi Masyarakat Pesisir Sanur I Dewa Gede Loka Maheswara; Intan Bryliana Putri; I Made Prabawa Sandhi Gotama; Putu Aldi Tusan Pratama; Muhammad Jouhar Syah; I Wayan Jyesta Jaya Taruna; Shintia Dwi Cahya; John Pieter S. A; Azra Haiza Zaman; Gede Galang Temuju; Delfiana Yoventa Buti; Kadek Valerina Kitana Sanjaya; Adi Mulsandi; Abraham Frederik Mustamu; Dodo Gunawan
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/4ekjje90

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu sarana penerapan ilmu pengetahuan secara langsung untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) STMKG Unit 13, dilaksanakan tiga kegiatan pengabdian di kawasan Pantai Kelurahan Sanur sebagai respons terhadap tingginya kerentanan wilayah pesisir Denpasar Selatan di Provinsi Bali terhadap bencana hidrometeorologi. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi hidrometeorologi, pelatihan penggunaan aplikasi SICUPEL, serta pemasangan plang informasi prakiraan cuaca maritim dan tinggi gelombang di wilayah Pantai Semawang. Metode yang diterapkan mengutamakan diskusi interaktif dua arah antara tim penyuluh dan nelayan, yang memungkinkan konfirmasi silang antara informasi prakiraan resmi BMKG dengan pengetahuan empiris nelayan di lapangan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membangun penerimaan peserta terhadap materi yang disampaikan, sekaligus memvalidasi fenomena hidrometeorologi lokal seperti angin kencang dari awan cumulonimbus yang selama ini hanya dipahami secara empiris oleh nelayan. Ketiga kegiatan yang dirancang berkontribusi dalam memperkuat literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan masyarakat nelayan pesisir pantai Kelurahan Sanur terhadap potensi bencana hidrometeorologi.