Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Mitigasi Non-Struktural Bencana Hidrometeorologi Berbasis Edukasi dan Teknologi Informasi bagi Masyarakat Pesisir Sanur I Dewa Gede Loka Maheswara; Intan Bryliana Putri; I Made Prabawa Sandhi Gotama; Putu Aldi Tusan Pratama; Muhammad Jouhar Syah; I Wayan Jyesta Jaya Taruna; Shintia Dwi Cahya; John Pieter S. A; Azra Haiza Zaman; Gede Galang Temuju; Delfiana Yoventa Buti; Kadek Valerina Kitana Sanjaya; Adi Mulsandi; Abraham Frederik Mustamu; Dodo Gunawan
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/4ekjje90

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu sarana penerapan ilmu pengetahuan secara langsung untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) STMKG Unit 13, dilaksanakan tiga kegiatan pengabdian di kawasan Pantai Kelurahan Sanur sebagai respons terhadap tingginya kerentanan wilayah pesisir Denpasar Selatan di Provinsi Bali terhadap bencana hidrometeorologi. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi hidrometeorologi, pelatihan penggunaan aplikasi SICUPEL, serta pemasangan plang informasi prakiraan cuaca maritim dan tinggi gelombang di wilayah Pantai Semawang. Metode yang diterapkan mengutamakan diskusi interaktif dua arah antara tim penyuluh dan nelayan, yang memungkinkan konfirmasi silang antara informasi prakiraan resmi BMKG dengan pengetahuan empiris nelayan di lapangan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membangun penerimaan peserta terhadap materi yang disampaikan, sekaligus memvalidasi fenomena hidrometeorologi lokal seperti angin kencang dari awan cumulonimbus yang selama ini hanya dipahami secara empiris oleh nelayan. Ketiga kegiatan yang dirancang berkontribusi dalam memperkuat literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan masyarakat nelayan pesisir pantai Kelurahan Sanur terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Analisis Peran ENSO terhadap Variasi Ozon Troposferik dan Prekursornya di Kalimantan Timur Periode 2005–2024 Alva Josia Lumbantoruan; Dodo Gunawan; Ervan Ferdiansyah; Sayful Amri
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 4 (2026): November (In Press)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i4.3028

Abstract

This paper analyzed tropospheric ozone (O3) and precursor variability, examined ENSO effects through drought and fire, and evaluated differences in O3 responses between areas with contrasting anthropogenic activity in East Kalimantan during 2005–2024. The datasets included O3, NO2, CO, HCHO, the Oceanic Nino Index (ONI), SPI-1, MODIS hotspots, and population density. Analyses used the Mann–Kendall test, Sen’s slope, cross-correlation, fixed-effects panel regression, and 500-replication bootstrap validation. O3, NO2, and HCHO showed no significant long-term trends, whereas CO decreased significantly by 0.357 ppbv year−1. Seasonality differed among gases: CO peaked in JJA, HCHO in MAM, and NO2 and O3 in SON. ENSO was negatively correlated with SPI-1 at lag 0 (r = −0.477) and positively correlated with hotspots at lag 1 (r = 0.669). All three indirect ENSO pathways to O3 were significant, with drought mediation largest (β = 0.031). In low-anthropogenic areas, O3 responded to ONI_lag, CO, NO2, SPI-1, and hotspots, whereas high-anthropogenic areas were mainly associated with ONI_lag and CO.
Identifikasi Sea Breeze Front di Wilayah Semarang Menggunakan Satelit Himawari-9 Rizky Adi Qolbussalim; Yosafat Donni Haryanto; Avrionesti Avrionesti; Dodo Gunawan; Bima Arzhida
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 4 (2026): November (In Press)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i4.3135

Abstract

Fenomena Sea Breeze Front (SBF) merupakan sirkulasi atmosfer skala meso yang berperan penting dalam pembentukan awan konvektif dan cuaca lokal di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik SBF di pesisir Semarang selama musim kemarau tahun 2025 (Juni-Agustus). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan citra Satelit Himawari-9 kanal visible (Band 3) dan infrared (Band 13) untuk mengidentifikasi cloud line, serta data AWS dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Mas Semarang untuk menganalisis parameter angin permukaan (windrose), suhu udara, dan kelembapan relatif (RH). Analisis dilakukan terhadap enam kejadian SBF representatif, yaitu tanggal 17 Juni, 27 Juni, 13 Juli, 28 Juli, 11 Agustus, dan 30 Agustus 2025. Hasil analisis spasial-temporal menunjukkan SBF berhasil diidentifikasi melalui kemunculan pola cloud line memanjang yang bergerak menuju daratan. Masuknya SBF dikonfirmasi secara fisis di permukaan oleh perubahan arah angin dari darat menjadi laut, peningkatan kecepatan angin, penurunan suhu udara hingga 2,3°C (pada 17 Juni 2025), serta lonjakan RH hingga 14% (pada 11 Agustus 2025). Penelitian ini menunjukkan bahwa pergerakan SBF di Semarang sangat dipengaruhi oleh kekuatan angin latar (background wind) monsun timur dan hambatan topografi kompleks dari Gunung Ungaran di daratan bagian selatan.