Sabaruddin
Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Program Identitas Kependudukan Digital Di Kabupaten Ciamis Agung Nurrahman; Sabaruddin; Eem N Nurnawati; Dedhy Guntoro
Registratie Vol 7 No 2 (2025): Registratie
Publisher : Program Studi Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jurnalregistratie.v7i2.5942

Abstract

Identitas Kependudukan Digital merupakan salah satu wujud digitalisasi pelayanan publik, yang bertujuan memudahkan akses dokumen kependudukan bagi masyarakat. Namun, capaian aktivasinya di Kabupaten Ciamis belum memenuhi target capaian nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas program Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Ciamis. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Ciamis didominasi oleh aspek sosialisasi yang telah dilakukan secara offline dan online, juga didukung oleh layanan jemput bola. Tujuan dan sasaran penerapannya telah sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat. Adapun pemantauan program dilakukan melalui rapat rutin dan penetapan prosedur. Kesimpulannya, efektivitas program Identitas Kependudukan Digital terselenggara cukup baik, dan masih menghadapi tantangan ketersediaan anggaran untuk penguatan infrastruktur jaringan dan kesenjangan digital masyarakat dalam mengakses layanan.
Optimalisasi Pemanfaatan Aplikasi BAKSO dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan di Disdukcapil Kabupaten Lombok Timur Ahmad Al Gazali; Sabaruddin; Rozali Ilham; Ricky
Data Sciences Indonesia (DSI) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research Volume 6 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dsi.v6i1.8621

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan aplikasi BAKSO dalam pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lombok Timur. Aplikasi BAKSO dikembangkan sebagai inovasi pelayanan digital berbasis desa untuk memperluas akses, mempercepat proses layanan, dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pelayanan tatap muka. Namun, pemanfaatannya masih menghadapi sejumlah kendala, seperti rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan sarana pendukung, kendala teknis aplikasi, serta belum meratanya kesiapan operator desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pemanfaatan aplikasi BAKSO, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta merumuskan upaya optimalisasi yang dapat dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data dilakukan melalui model Miles dan Huberman dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi BAKSO telah berkontribusi dalam mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat melalui mekanisme pelayanan berbasis desa. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena indikator tujuan, alternatif keputusan, dan sumber daya yang dibatasi belum terpenuhi secara seimbang. Kendala utama terletak pada aspek sumber daya manusia, literasi digital, infrastruktur pendukung, jaringan, dan pemahaman masyarakat. Oleh karena itu, optimalisasi perlu dilakukan melalui peningkatan sosialisasi, penguatan kapasitas operator desa, perbaikan sarana pendukung, serta pengembangan aplikasi secara berkelanjutan.
PERAN BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM MENANGANI PENYEBARAN PAHAM RADIKALISME DI PROVINSI SULAWESI TENGAH Sarwani; Samsul Arifin; Mu’tamirudin; Sabaruddin; Cantika Yokalina Boka
VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia Vol 17 No 1 (2025): Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia
Publisher : Alqaprint Jatinangor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jv.v17i1.1369

Abstract

Radikalisme merupakan paham yang menginginkan radikal dengan cara kekerasan dan ekstremisme, yang menjadi ancaman serius terhadap perubahan persatuan dan kesatuan bangsa. Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap penyebaran paham radikalisme, terutama dengan keberadaan kelompok teroris seperti Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Tengah dalam menangani penyebaran paham radikalisme, dengan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang relevan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peran oleh Horoepoetri dan Santosa (2003), yang mencakup lima dimensi peran: sebagai kebijakan, strategi, alat komunikasi, alat penyelesaian sengketa, dan terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Tengah telah berpartisipasi aktif dalam merancang dan melaksanakan kebijakan deradikalisasi, melakukan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya radikalisme, serta berkoordinasi dengan aparat keamanan dan masyarakat tokoh. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan anggaran, kurangnya pemahaman masyarakat, serta penyebaran ideologi radikal melalui media sosial dan pendidikan non-formal. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Badan Kesbangpol meningkatkan kerja sama lintas sektoral dan memberdayakan masyarakatlokal dalam menciptakan ketahanan ideologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran Badan Kesbangpol sangat krusial dalam mencegah dan menangani penyebaran paham radikalisme di Provinsi Sulawesi Tengah melalui pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif.