Didin Kristinawati
Universitas Telkom

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Literasi Keuangan: Bijak Kelola Uang Saku untuk Pemuda di MTs Salafiyah Al Falah Bandung Roy Budiharjo; Didin Kristinawati; Salsabila Aisyah Alfaiza
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8528

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) yang dilaksanakan oleh Fakuktas Ekonomi dan Bisnis, Telkom University di MTS Salafiyah Al Falah, Bandung, telah berhasil memberikan pelatihan dan penyuluhan terkait pengelolaan uang saku secara bijak kepada siswa. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya efisiensi dalam penggunaan uang, menabung, dan menghindari perilaku konsumtif. Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan pemahaman mengenai dana darurat dan cara sederhana untuk merencanakan keuangan mereka. Pelatihan juga dilengkapi dengan pendekatan praktis melalui role play agar siswa dapat langsung mempraktikkan ilmu yang telah diberikan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa, yang menunjukkan hasil positif berupa kemampuan siswa yang lebih baik dalam mengelola keuangan pribadi. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan luaran berupa modul pelatihan, video dokumentasi, dan publikasi ilmiah yang sedang disiapkan untuk diseminasi lebih luas. Secara keseluruhan, program ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi siswa dalam membentuk kebiasaan finansial yang baik tetapi juga meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi keuangan yang praktis dan relevan.
Pelatihan Story Telling untuk Promosi Produk di Media Sosial Sherly Artadita; Didin Kristinawati; Tarandhika Tantra; Zalfa Qathrunnada
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10345

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi di era modern telah mengubah cara masyarakat dalam menerima dan mencari informasi, termasuk dalam konteks pariwisata. Media sosial kini berperan tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai platform penting untuk pemasaran dan promosi destinasi wisata. Salah satu platform berbasis visual yang populer adalah Instagram, yang menawarkan fitur foto, video, stories, reels, dan hashtags, sehingga memungkinkan pengelola desa wisata untuk mempromosikan produk atau jasa secara lebih interaktif. Desa Wisata Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, dikenal sebagai desa wisata edukasi berbasis agro dan budaya yang menawarkan pengalaman tinggal di homestay, belajar bertani, mengenal kesenian lokal, serta membuat kuliner tradisional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelola desa wisata dan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media sosial melalui pelatihan storytelling marketing. Metode yang digunakan meliputi survei kebutuhan, perancangan materi, pelaksanaan pelatihan praktik pembuatan konten storytelling, hingga pengisian kuesioner umpan balik peserta. Antusiasme yang tinggi pada peserta terlihat khususnya ketika sesi praktik terkait artikulasi, intonasi, dan penekanan suara untuk konten storytelling. Umpan balik juga menunjukkan bahwa 65% peserta menilai materi sangat sesuai dengan kebutuhan, dan 60% menilai materi mudah dipahami, sementara sebagian besar menginginkan pelatihan lanjutan terkait hospitality, public speaking, dan manajemen keuangan. Pelatihan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat strategi pemasaran digital Desa Wisata Lebakmuncang, meningkatkan keterikatan emosional dengan audiens, serta memperkuat daya saing produk dan layanan desa wisata melalui media sosial.