Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Story Telling untuk Promosi Produk di Media Sosial Sherly Artadita; Didin Kristinawati; Tarandhika Tantra; Zalfa Qathrunnada
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10345

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi di era modern telah mengubah cara masyarakat dalam menerima dan mencari informasi, termasuk dalam konteks pariwisata. Media sosial kini berperan tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai platform penting untuk pemasaran dan promosi destinasi wisata. Salah satu platform berbasis visual yang populer adalah Instagram, yang menawarkan fitur foto, video, stories, reels, dan hashtags, sehingga memungkinkan pengelola desa wisata untuk mempromosikan produk atau jasa secara lebih interaktif. Desa Wisata Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, dikenal sebagai desa wisata edukasi berbasis agro dan budaya yang menawarkan pengalaman tinggal di homestay, belajar bertani, mengenal kesenian lokal, serta membuat kuliner tradisional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelola desa wisata dan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media sosial melalui pelatihan storytelling marketing. Metode yang digunakan meliputi survei kebutuhan, perancangan materi, pelaksanaan pelatihan praktik pembuatan konten storytelling, hingga pengisian kuesioner umpan balik peserta. Antusiasme yang tinggi pada peserta terlihat khususnya ketika sesi praktik terkait artikulasi, intonasi, dan penekanan suara untuk konten storytelling. Umpan balik juga menunjukkan bahwa 65% peserta menilai materi sangat sesuai dengan kebutuhan, dan 60% menilai materi mudah dipahami, sementara sebagian besar menginginkan pelatihan lanjutan terkait hospitality, public speaking, dan manajemen keuangan. Pelatihan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat strategi pemasaran digital Desa Wisata Lebakmuncang, meningkatkan keterikatan emosional dengan audiens, serta memperkuat daya saing produk dan layanan desa wisata melalui media sosial.
PENGUATAN IDENTITAS KAMPUNG ADAT MELALUI EKSPLORASI NILAI LOKAL UNTUK PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PARIWISATA DI KAMPUNG ADAT MIDUANA CIANJUR Adi Bayu Mahadian; Zalfa Qathrunnada; Yoka Prdana; Astri Wulandari; Astaria Eka Santi
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/kh3cp571

Abstract

Program pengabdian ini dilaksanakan di Kampung Adat Miduana, Cianjur, sebuah komunitas tradisional yang masih menjaga kearifan lokal namun mulai menghadapi peningkatan minat wisata budaya. Tujuan kegiatan adalah memperkuat kapasitas komunikasi masyarakat—khususnya kemampuan storytelling digital—agar potensi budaya dapat dipromosikan secara berkelanjutan dan berbasis komunitas. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan FGD bersama tokoh adat, pemuda, serta pengelola wisata. Hasil menunjukkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada keterbatasan potensi, melainkan pada kapasitas pengelolaan: ketiadaan aturan tertulis, kelembagaan yang lemah, promosi digital yang terbatas, serta administrasi kunjungan yang masih manual. Analisis menegaskan pentingnya komunikasi partisipatif, peran opinion leader, proses difusi inovasi, dan sensemaking kolektif dalam membangun kesepahaman dan komitmen warga. Program menghasilkan beberapa langkah strategis, antara lain penyusunan SOP wisata, pengembangan paket wisata tematik, penataan media sosial, digitalisasi registrasi, serta penguatan organisasi pengelola. Intervensi ini menjembatani pelestarian budaya dengan pengelolaan destinasi modern tanpa mengabaikan nilai kesakralan. Secara keseluruhan, penguatan kapasitas komunikasi dan storytelling digital terbukti krusial dalam membangun tata kelola wisata berbasis komunitas yang inklusif, etis, dan berkelanjutan
Financial Literacy Understanding and Simple Financial Report Preparation at SMKN 11 Bandung Nastiti Rizky Shiyammurti; Zalfa Qathrunnada; Sabieq Almas Muafi; Defan Maulana; Tiara Putri Aurelia; Imas Maesyaroh
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/m77w4k52

Abstract

Financial literacy is a crucial competency for students to support their personal financial management skills and prepare them for the workplace and entrepreneurship. However, students still lack understanding of the basic concepts of financial management and the preparation of simple financial reports. Therefore, this community service activity aims to improve students' understanding of financial literacy and skills in preparing simple financial reports at SMKN 11 Bandung. The activity was implemented through an educational and participatory approach, including material delivery, interactive discussions, practical training in preparing simple financial reports, and direct mentoring for participants. The material provided included an introduction to financial literacy, income and expense management, the importance of financial planning, and techniques for preparing simple financial reports, including transaction recording, income and expense reports, and simple profit and loss statements. The results of the activity demonstrated an increase in participants' understanding of the concept of financial literacy and their ability to systematically prepare simple financial reports. Participants also demonstrated high enthusiasm throughout the training and mentoring process. Thus, this activity positively contributed to improving students' financial competency, preparing them to face future economic challenges, and supported the development of an entrepreneurial spirit within the school environment. Keywords: financial literacy, simple financial reports, mentoring, vocational high school students, community service.