Food waste merupakan sisa makanan yang masih layak dikonsumsi, namun dibuang di tahap konsumsi yang disebabkan oleh perilaku individu, preferensi konsumen, dan sistem distribusi yang tidak efisien. Dampak food waste di Indonesia terasa sangat luas hingga menyentuh aspek ekonomi, lingkungan, sosial, hingga gizi masyarakat. Food waste umumnya dapat menyebabkan terjadinya nutrient loss sehingga dapat meningkatkan permasalahan gizi pada anak. Fenomena food waste dapat ditemukan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), dimana sayur dan buah merupakan kelompok makanan yang sering tidak dihabiskan. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilaksanakan kegiatan edukasi terkait food waste, makan bergizi gratis, pentingnya konsumsi sayur dan buah, pemorsian, hingga gizi seimbang. Edukasi dilaksanakan di SDN 5 Banjarsari dan melibatkan 30 siswa, 10 guru, dan 30 orang tua siswa sebagai subjek. Edukasi dilaksanakan dengan menerapkan metode ceramah dan diskusi dengan menggunakan media power point, modul pembelajaran, poster, hingga video edukatif. Dilaksanakan edukasi berupa games interaktif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Setiap subjek diberikan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas edukasi terhadap peningkatan pengetahuan. Secara keseluruhan, terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi pada siswa (p<0,001) serta orang tua siswa (p<0,001). Diperlukan adanya pengawasan terhadap penerapan edukasi serta penilaian lebih lanjut untuk mengetahui perubahan sikap dan perilaku dari subjek penelitian sebelum dan sesudah diberikan edukasi.