p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal SOLMA
Tuamelly, Christiana Manuella Violynn
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Perempuan Jemaat GPM Poka Sebelum dan Sesudah Seri Edukasi Kesehatan melalui Analisis Pre Test dan Post Test Noya, Farah Christina; Seimahuira, Theresia Natalia; Sanaky, Marliyati; Latuconsina, Vina Zakiah; Sutantie, Nerissa Alviana; Sung, Karina Jesslyn; Tanamal, Wanda; Resimery, Nathalia Juita Julandari; Tuamelly, Christiana Manuella Violynn; Seleky, Cherlyn
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21997

Abstract

Metode: Perempuan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat. Pengetahuan dan kesadaran perempuan terhadap isu-isu kesehatan menjadi salah satu kunci dalam membentuk perilaku hidup sehat di lingkungan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan perempuan Jemaat GPM Poka melalui lima seri edukasi kesehatan yang mencakup Deteksi Dini Kanker Payudara, Penyakit Metabolik Diet dan Aktivitas Fisik, Tumbuh Kembang Anak dan Penggunaan Gadget, Gizi Seimbang, Serta Dampak Rokok Bagi Perokok Pasif. Metode: Edukasi dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, pembagian leaflet, serta evaluasi pre test dan post test untuk mengetahui adanya perubahan pengetahuan. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami peningkatan pengetahuan pada setiap seri, yaitu 61,9% pada Seri I,  69,2% pada Seri II, 46% pada Seri III, dan 74,1% pada Seri V.  Sementara itu, pada Seri IV evaluasi dilakukan hanya melalui post test, dengan 47,62% peserta berada pada kategori pengetahuan “Baik”. Kesimpulan: Secara keseluruhan, intervensi edukatif ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan berkelanjutan berbasis komunitas untuk memperkuat perilaku hidup sehat di lingkungan jemaat.
Gambaran Pelaksanaan Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) pada Jemaat GPM Poka Tahun 2025 Sutantie, Nerissa Alviana; Noya, Farah Christina; Seimahuira, Theresia Natalia; Sanaky, Marliyati; Latuconsina, Vina Zakiah; Sung, Karina Jesslyn; Tanamal, Wanda; Resimerry, Nathalia Juita Julandari; Tuamelly, Christiana Manuella Violynn; Seleky, Cherlyn
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21999

Abstract

Background: Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan upaya penting dalam deteksi dini faktor risiko seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, dan obesitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan serta hasil skrining PTM pada Jemaat Poka di Kota Ambon. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk skrining berbasis komunitas dengan menargetkan 50 peserta dewasa. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan edukasi kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan pengukuran antropometri serta pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kadar kolesterol, dan asam urat. Hasil: Berdasarkan data skrining, sebanyak 29 peserta (58%) mengikuti pemeriksaan. Hasil menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki tekanan darah sistolik ≥140 mmHg, kadar gula darah sewaktu ≥200 mg/dL, kadar kolesterol ≥190 mg/dL, serta asam urat                      >7mg/dL dengan variasi status IMT dari kategori normal hingga obesitas. Analisis rata-rata parameter juga menunjukkan bahwa laki-laki memiliki nilai IMT, GDS, Kolesterol, dan Asam urat lebih tinggi dibandingkan perempuan. Berdasarkan kelompok usia, peserta usia 50–59 tahun dan ≥60 tahun menunjukkan rata-rata tekanan darah, IMT, kolesterol, dan asam urat lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lebih muda. Kesimpulan: Temuan ini memberikan gambaran awal risiko PTM di tingkat komunitas sebagai dasar perencanaan intervensi lanjutan serta mendukung skrining berbasis gereja sebagai strategi promotif–preventif yang efektif.