Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler Futsal dalam Meningkatkan Prestasi Siswa di SDN Caringin Kecamatan Parongpong KBB Sadikin, Diki; Rohaeti, Teti; Rahmat, Alit; Hartono, Toni; Nurjanah, Alfiah
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i1.1427

Abstract

Manajemen ekstrakurikuler olahraga di tingkat sekolah dasar memainkan peran krusial dalam pembinaan prestasi usia dini, namun pelaksanaannya seringkali terhambat oleh keterbatasan sumber daya. Berbeda dengan kajian terdahulu yang mayoritas berfokus pada sekolah menengah dengan infrastruktur mapan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan adaptif kegiatan ekstrakurikuler futsal dalam menyiasati keterbatasan manajerial guna meningkatkan prestasi siswa di SDN Caringin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan studi dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah dan guru pembina (PJOK) sebagai informan kunci. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dieksekusi melalui integrasi fungsi manajemen (planning, organizing, actuating, controlling) yang adaptif, perencanaan silabus berbasis usia dasar, pengorganisasian peran ganda guru yang didukung penuh oleh kebijakan kepala sekolah, pelaksanaan latihan berfokus pada teknik fundamental, serta evaluasi formatif secara berkala. Temuan ini membuktikan bahwa sinergi manajerial internal mampu menutupi keterbatasan sarana dan berdampak positif pada peningkatan keterampilan serta capaian prestasi futsal siswa. Penelitian ini berimplikasi sebagai landasan teoretis dan model tata kelola praktis bagi sekolah dasar lain yang memiliki tantangan sumber daya serupa.   Sports extracurricular management at the elementary school level plays a crucial role in early-age achievement development, yet its implementation is often hindered by limited resources. Unlike previous studies that predominantly focused on well-equipped high schools, this study aims to analyze the adaptive management of futsal extracurricular activities in navigating managerial constraints to improve student achievement at SDN Caringin. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, passive participatory observation, and documentation studies, involving the principal and the physical education (PJOK) teacher as key informants. Data were analyzed using an interactive model. The results indicate that the management is executed through the integration of adaptive management functions (planning, organizing, actuating, controlling): age-appropriate syllabus planning, organizing the teacher's dual role fully supported by the principal's policy, actuating training focused on fundamental techniques, and periodic formative evaluation. These findings prove that internal managerial synergy can overcome facility limitations and positively impact students' futsal skills and achievements. This research implies a theoretical foundation and a practical governance model for other elementary schools facing similar resource challenges.  
Strategi Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Sulap angka di Sekolah Dasar Negeri Caringin Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat Rohaeti, Teti; Trihendiandini, Regina Deshinta; Nurasyifa, Salsabila; Rohaeni, Eni; Hartono, Toni
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i1.1428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan sulap angka dalam pembelajaran matematika serta keterkaitannya dengan keterlibatan siswa di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Partisipan penelitian terdiri dari 66 siswa, meliputi 27 siswa kelas IV dan 39 siswa kelas VI, serta 2 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan sulap angka mampu meningkatkan keterlibatan siswa yang mencakup aspek perilaku, emosional, dan kognitif. Siswa menunjukkan partisipasi yang lebih aktif, antusiasme yang tinggi, serta keterlibatan dalam proses berpikir selama pembelajaran berlangsung. Pendekatan ini juga membantu siswa dalam memahami konsep matematika melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas belajar. Selain itu, guru menilai bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan fokus dan partisipasi siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan sulap angka memiliki potensi sebagai strategi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa, tetapi juga memperkuat pengalaman belajar yang lebih bermakna dalam pembelajaran matematika.   This study aims to analyze the implementation of the number magic approach in mathematics learning and its relation to student engagement at the elementary school level. The study employed a descriptive qualitative approach with data collected through observations and interviews. The participants consisted of 66 students, including 27 fourth-grade students and 39 sixth-grade students, as well as 2 teachers. The findings indicate that the number magic approach enhances student engagement across behavioral, emotional, and cognitive dimensions. Students demonstrated more active participation, higher enthusiasm, and greater involvement in the thinking process during learning activities. In addition, this approach supports students in understanding mathematical concepts through direct engagement in learning tasks. Teachers also perceived this approach as effective in improving students’ focus and participation. These findings suggest that the number magic approach has the potential to serve as an alternative instructional strategy that not only increases student engagement but also promotes more meaningful learning experiences in mathematics.