Agustinus Ngongo Bulu
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI DAMSA PALI (DAMPAK MASYARAKAT PEDULI LINGKUNGAN) DI DESA SAOTENGAH KECAMATAN SINJAI TENGAH KABUPATEN SINJAI Chitra Dewi; Nurfitri; Agustinus Ngongo Bulu; Andi Ayumar; Muhammad Syahrir; Muti Sahida; Sulaiman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.579

Abstract

Latar belakang: Permasalahan sampah akibat perilaku membuang sampah sembarangan masih menjadi isu lingkungan yang krusial di berbagai wilayah, termasuk di pedesaan. Rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, serta minimnya edukasi menjadi tantangan utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk DAMSA PALI (Dampak Masyarakat Peduli Lingkungan) dilaksanakan di Dusun Kaleleng, Desa Saotengah, Kecamatan Sinjai Tengah dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku peduli lingkungan melalui pendekatan edukatif dan aplikatif. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, penyuluhan, praktik langsung pembuatan pagar tanaman dari limbah kayu, serta pemanfaatan sekam padi sebagai media tanam. Kegiatan ini melibatkan ibu rumah tangga, pemuda, dan tokoh masyarakat setempat. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan warga mengenai prinsip pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta keterlibatan aktif dalam aksi kebersihan lingkungan. Warga mulai memilah sampah, melakukan daur ulang sederhana, dan mengusulkan sarana pendukung seperti tempat sampah terpilah. Meskipun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan fasilitas dan kebiasaan lama, antusiasme warga menjadi indikator keberhasilan pendekatan yang diterapkan. Kesimpulan: Program DAMSA PALI berhasil menjadi model edukasi lingkungan berbasis komunitas yang efektif dan berkelanjutan serta dapat direplikasi di wilayah lain yang menghadapi permasalahan serupa.
GAMBARAN PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI SD INPRES SAMBUNG JAWA I, II DAN III KOTA MAKASSAR Ilham Syam; Basri; Agustinus Ngongo Bulu
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 3 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i3.779

Abstract

Latar belakang: Banjir merupakan salah satu bencana yang sering melanda Kota Makassar dan berdampak terhadap kegiatan pendidikan, terutama pada sekolah dasar di wilayah rawan genangan. Guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan peserta didik saat bencana. Namun, pemahaman mengenai kesiapsiagaan banjir masih belum merata, khususnya terkait kebijakan sekolah, sistem peringatan dini, dan mobilisasi sumber daya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan masyarakat sekolah mengenai kesiapsiagaan menghadapi banjir di SD Inpres Sambung Jawa I, II, dan III Kota Makassar. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sebanyak 54 guru dan tenaga kependidikan menjadi responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Pengetahuan mengenai kebijakan penanggulangan bencana berada pada kategori cukup sebesar 87%. Pengetahuan tentang sistem peringatan dini dan mobilisasi sumber daya masih rendah, masing-masing sebesar 44,4% dan 42,6%. Secara keseluruhan, hanya 24,1% responden berada dalam kategori siap. Kesimpulan: Kesiapsiagaan masyarakat sekolah dalam menghadapi banjir masih perlu ditingkatkan, terutama pada aspek peringatan dini dan mobilisasi sumber daya. Pelatihan, sosialisasi, dan simulasi bencana secara rutin diperlukan untuk meningkatkan kemampuan respons warga sekolah.