Rahmat Haris Saputra Harahap
Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN ADMINISTRASI DESA MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DI DESA LUAT LOMBANG KECAMATAN SIPIROK KABUPATEN TAPANULI SELATAN Natalia Parapat; Nurhamidah Gajah; Andes Fuady Dharma; Rahmat Haris Saputra Harahap; Irna R Ruqaiyah Siregar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2635-2643

Abstract

Penguatan administrasi desa merupakan kebutuhan penting untuk mendorong efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas perangkat Desa Luat Lombang dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk memperbaiki tata kelola administrasi yang sebelumnya dikelola secara manual dan rentan terhadap kesalahan. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari menggunakan metode ceramah, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan individual dengan melibatkan 18 perangkat desa yang terlibat langsung dalam proses administrasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pre-test dan post-test praktik digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman dan keterampilan peserta dalam penggunaan Microsoft Office, penyusunan dokumen, pengelolaan data, serta pengarsipan digital meningkat signifikan, ditunjukkan dengan kenaikan skor evaluasi sebesar 40 poin. Peserta yang sebelumnya belum terbiasa mengoperasikan komputer kini mampu menyusun surat resmi, membuat tabel data kependudukan, serta mengorganisasi arsip digital menggunakan Google Drive. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan pelatihan berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kompetensi perangkat desa serta berkontribusi pada terwujudnya tata kelola administrasi desa yang lebih modern, transparan, dan akuntabel di era digital.
Peningkatan Rumah Desa Sehat sebagai Pusat Konvergensi dalam Percepatan Penanganan Stunting di Kabupaten Mandailing Natal Irman Puansah; Darman Syah Pulungan; Rahmat Haris Saputra Harahap; Wina Sifa Hani Gultom
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v6i1.9361

Abstract

The high prevalence of stunting in Mandailing Natal Regency, despite showing a declining trend in recent years, is still above the national target, thus requiring acceleration efforts through a convergence approach at the village level. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of Healthy Village Houses (RDS) as a center for the convergence of stunting handling acceleration, identify supporting and inhibiting factors, and formulate strategies to strengthen the RDS institution. The research used a qualitative descriptive method with data collection techniques including in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving local government, village government, health workers, Human Development Cadres (KPM), and posyandu cadres. Data analysis was performed using the Miles & Huberman interactive model through the stages of data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results show that RDS functions as a multisectoral coordination platform, a nutrition education center, as well as a space for integrating various health services such as integrated posyandu and child growth and development monitoring. However, its implementation has not been optimal due to limited budget allocation, low human resource capacity, weak institutional documentation, and low community participation. The study concludes that strengthening RDS requires specific budget support, clear institutional regulations, capacity building for cadres, more intensive integration with health centers, and improving community nutrition literacy. Optimizing RDS is crucial to accelerate the reduction of stunting rates and strengthen village-based health governance.