Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUATAN KELEMBAGAAN PETANI ORGANIK DI KELURAHAN MULYAHARJA, KOTA BOGOR : PENGUATAN PROSES PANEN DAN PASCAPANEN Tri Budiarto; Sylvina Azkyah; Revalina Sulaeman; Galih Surya Aditama; Alleta Aurel Kanayla; Rabbani Gadhah Kun Atha; Agief Julio Pratama; Muhammad Iqbal Nurulhaq; Widya Hasian Situmeang; Ratih Kemala Dewi; Henry Kasmanhadi Saputra; Ririh Sekar Mardisiwi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.592-599

Abstract

Proses panen yang kurang terampil dan minimnya pengetahuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja (K3), menjadi permasalahan yang dirasakan oleh KWT Ciharashas dalam praktik budidaya pertanian. Tujuan kegiatan pengabdian dan pengembangan masyarakat (PPM) adalah untuk menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan intensif bagi seluruh anggota KWT Ciharashas guna meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam proses panen dan pascapanen dengan teknik ramah lingkungan dan efisien. Pada akhirnya kegiatan ini akan Mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan kualitas hasil panen dan mengurangi kerugian pascapanen. Pendekatan kegiatan meliputi: lokakarya bersama pemangku kepentingan (Pemerintah Kelurahan Mulyaharja, PPL, Anggota KWT Ciharashas, dan warga), re-assessment terkait masalah dan kebutuhan prioritas terkait panen dan pascapanen, pelatihan fasilitasi penguatan kelembagaan kelompok pertanian organik : sortasi, grading, packaging, storage dan limbah pertanian, pendampingan proses penguatan kelembagaan kelompok pertanian organik, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan antara lain bahwa re-assessment menunjukkan penanganan saat panen dan proses panen belum semua anggota paham dan belum menerapkan prinsip K3 yang sesuai. Program pelatihan Good Handling Practices (GHP) dan sosialisasi aturan keselamatan di lahan menjadi program utama untuk menjawab permasalahan dan kebutuhan anggota KWT Ciharashas. Dalam kegiatan pelatihan inovasi yang dihasilkan berupa cardboard langkah GHP, tanam sayur-rawat bumi, keselamatan kerja dan aturan keselamatan di lahan KWT Ciharashas. Selain itu, pelatihan biocomposser dengan media bag composserjuga menjadi inovasi yang telah diterapkan oleh KWT Ciharashas. Program PPM terpusat dan terpadu Sekolah Vokasi di Mulyaharja merupakan rangkaian kegiatan lanjutan sebagai bentuk komitmen bersama dan stakeholder enggagementyang telah dibangun antara Sekolah Vokasi dengan KWT Ciharashas. Bentuk komitmen yang dibangun adalah menindaklanjuti roadmap pengabdian kepada masyarakat hingga 2027 melalui laboratorium sosial.
OPTIMALISASI JERAMI HASIL PERTANIAN SEBAGAI KOMPOS DENGAN INOVASI METODE TAKAKURA DI KELURAHAN KAPAS KECAMATAN SUKOMORO KABUPATEN NGANJUK Muhammad Iqbal Nurulhaq; Widya Hasian Situmeang; Tri Budiarto; Agief Julio Pratama; Ratih Kemala Dewi; Henry Kasmanhadi Saputra; Ririh Sekar Mardisiwi; Restu Puji Mumpuni; Galih Surya Aditama; Aliana Bekti Fajarwati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.722-728

Abstract

Limbah jerami hasil pertanian yang cukup berlimpah cenderung kurang banyak dimanfaatkan oleh petani. Jerami yang dihasilkan akan dibakar kemudian lahan sawah akan langsung diolah untuk penanaman selanjutnya. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih para petani mengolah jerami sebagai kompos dengan menggunakan teknik pengomposan Takakura, dan disertai dengan upaya menjaga kesehatan dan kesuburan lahan pertanian. Adapun metode yang digunakan yaitu ceramah, demonstrasi cara, serta pendampingan petani untuk mengidentifikasi kesuburan lahan secara sederhana dan evaluasi menggunakan pre test dan posttest. Hasil dari kegiatan ini, sebanyak 38% petani peserta mengalami peningkatan pengetahuan berkaitan dengan kesehatan tanah dan pembuatan kompos, rata-rata nilai pre test 72% dan rata-rata nilai posttest 78%. Hasil demonstrasi pengomposan jerami berhasil diperoleh pupuk kompos dalam jangka waktu 4 minggu setelah pengomposan.
Closed Transport Engineering of Comet Ornamental Fish (Carassius auratus) using Plant-Based Anesthesia: Effects on Water Quality and Physiological Responses Henry Kasmanhadi Saputra; Muhammad Subhan Hamka; Wildan Nurussalam; Muhammad Ammar; Eddy Supriyono; Kukuh Nirmala
Nekton Vol 5 No 2 (2025): Nekton
Publisher : Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/nekton.v5i2.1093

Abstract

Ornamental comet fish are highly sought after by Indonesians and command high prices. These fish are generally distributed throughout Indonesia in plastic bags using closed transportation. Efforts are made to minimize stress on the fish and reduce the deterioration of water quality during transportation by using the chemical MS 222. However, awareness of the side effects of chemicals has led to the need for organic alternatives. One such solution is the bandotan leaf (Ageratum conyzoides), which contains anesthetic properties. The extraction method for bandotan leaves involves maceration, which is the mixing of bandotan leaves and 96% ethanol in a ratio of 7.5:1. A single factor was used in the experimental design, consisting of 3 treatments and 3 replications, totaling 9 experimental units, with statistical analysis conducted using ANOVA. Metabolic waste plays a role in reducing water quality and physiological responses, which can be suppressed by adding bandotan leaf extract. The treatment with the addition of bandotan leaf extract showed superior results in increasing the Survival Rate (SR). Therefore, bandotan leaf has been proven effective in supporting in good water quality and physiological responses of fish.