Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Komodifikasi Spiritualitas: Tinjauan Marxis atas Praktik Ekonomi dalam Ibadah Haji Rety Reka Merlins; Hasyim Abdillah; Rosdiana; Muammar Akbar Al Qhuraissy; Sitti Harnia
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.137

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik komodifikasi dalam penyelenggaraan ibadah haji melalui perspektif teori Marx. Komodifikasi terjadi, ketika aktivitas ibadah yang tidak bersifat materi direduksi menjadi barang dagang yang bernilai tukar dalam struktur ekonomi kapitalis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian literatur terhadap teori Marx, studi ekonomi keagamaan, dan praktik industry haji kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji membentuk rantai nilai ekonomi kompleks yang melibatkan negara, biro travel, dan perusahaan internasional. Proses komodifikasi ini, tanpa disadari membuat jamaah mengalami alienasi, komoditas ritual menjadi fetisisme, dan akses terhadap ruang sakral terstratifikasi menurut kelas sosial. Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa komodifikasi spiritualitas tidak hanya mengubah makna ibadah, tetapi juga melahirkan ketimpangan sosial dalam praktek beragama.
Komodifikasi Spiritualitas: Tinjauan Marxis atas Praktik Ekonomi dalam Ibadah Haji Rety Reka Merlins; Hasyim Abdillah; Rosdiana; Muammar Akbar Al Qhuraissy; Sitti Harnia
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.137

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik komodifikasi dalam penyelenggaraan ibadah haji melalui perspektif teori Marx. Komodifikasi terjadi, ketika aktivitas ibadah yang tidak bersifat materi direduksi menjadi barang dagang yang bernilai tukar dalam struktur ekonomi kapitalis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian literatur terhadap teori Marx, studi ekonomi keagamaan, dan praktik industry haji kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji membentuk rantai nilai ekonomi kompleks yang melibatkan negara, biro travel, dan perusahaan internasional. Proses komodifikasi ini, tanpa disadari membuat jamaah mengalami alienasi, komoditas ritual menjadi fetisisme, dan akses terhadap ruang sakral terstratifikasi menurut kelas sosial. Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa komodifikasi spiritualitas tidak hanya mengubah makna ibadah, tetapi juga melahirkan ketimpangan sosial dalam praktek beragama.
Resilience of Child Victims of Sexual Violence with PTSD: The Role of Integrated Service Units for Women and Children Protection in Kendari City Hasyim Abdillah; Lutfiana Nur Azizah; Ghery Safitra Fahrun; Rosdiana; Arni Nur Laila
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v7i1.22932

Abstract

This study investigated the resilience of child victims of sexual violence who developed Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) and analyzed the role of the Integrated Service Units for Women and Children Protection (UPT PPA) in Kendari City in facilitating their recovery. Adopting a qualitative case study methodology, the research utilized in-depth interviews and field observations with 10 child victims, aged 8 to 16 years, and 5 institutional staff members selected through purposive sampling based on victim status and psychological trauma indicators. The findings revealed that resilience in these children was shaped by an interplay of internal factors, such as self-efficacy and emotional regulation, and external factors, including family support and the multifaceted psychosocial interventions provided by UPT PPA. These interventions, which incorporated cultural, spiritual, and social support mechanisms, proved effective in strengthening the children's recovery processes. Ultimately, the results underscore the necessity of a holistic approach involving family, community, and institutional support in fostering resilience, while providing a basis for enhancing existing intervention models for child trauma survivors.