Jojo Jojo
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja, Subang, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EMPOWERMENT OF BEGINNER INDEPENDENT WORKERS (TKMP) THROUGH FINANCIAL MANAGEMENT AND DIGITAL MARKETING TRAINING Jojo Jojo; Ana Frasipa; Asep Kurniawan; Kuncorosidi Kuncorosidi; Mutqi Sopiawadi; Devy W. Apriandi
Gapura (Garba Pembangunan Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : STIESA-PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) merupakan salah satu kebijakan strategis Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam upaya menekan angka pengangguran dan mendorong penciptaan wirausaha baru yang mandiri dan berkelanjutan. Namun demikian, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh pemberian bantuan sarana usaha, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan manajerial peserta, khususnya dalam aspek manajemen keuangan dan pemasaran digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan peserta TKMP Tahun 2025 di Kabupaten Cianjur melalui pelatihan dan pendampingan manajemen keuangan usaha mikro serta pemasaran digital. Metode pengabdian yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan partisipatif, praktik langsung, dan evaluasi berkelanjutan terhadap 30 peserta TKMP dengan jenis usaha campuran yang mencakup sektor kuliner, perdagangan, dan jasa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana, pemisahan keuangan usaha dan pribadi, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran. Selain itu, peserta mulai menunjukkan perubahan perilaku usaha yang lebih terencana dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat keberlanjutan usaha peserta TKMP serta mendukung efektivitas program ketenagakerjaan berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat.
IMPLEMENTATION OF MUDHARABAH IN BANK SYARIAH INDONESIA: IMPACT ON ECONOMIC GROWTH Jojo Jojo; Ana Frasipa; Dira Alfa Rizky; Mira Nurul Aghniya
TSARWATICA (Islamic Economic, Accounting, and Management Journal) Vol. 8 No. 01 (2026): Juli
Publisher : STIESA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35310/tsarwatica.v8i01.1735

Abstract

This study analyzes the implementation of Mudharabah contracts at Bank Syariah Indonesia (BSI) and their impact on economic growth. As a profit-sharing model, Mudharabah has great potential to promote equitable and sustainable development, particularly through the empowerment of MSMEs. Using a descriptive–qualitative method, this research draws on secondary data from journals and articles indexed in Google Scholar and ScienceDirect. Findings indicate that the limited application of Mudharabah is due to high financial risks for banks (shahibul maal) and moral hazard risks from business managers (mudharib). When effectively applied, Mudharabah supports the real sector, expands financial inclusion, and promotes macroeconomic growth. Strengthening digital-based risk management, fintech collaboration, portfolio realignment, and regulatory support are recommended to enhance its effectiveness.
Analisis Legalitas dan Perizinan Usaha pada UMKM Delipel di Kota Subang Imelda Sari; Mutqi Sopiawadi; Resa Resa; Wisnu Saputra; Jojo Jojo
Gapura (Garba Pembangunan Masyarakat) Vol. 3 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : STIESA-PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan. Meskipun penting, UMKM sering menghadapi tantangan terkait legalitas dan perizinan usaha, yang menghambat kemampuan mereka untuk bersaing di pasar formal. Penelitian ini berfokus pada Delipel, UMKM pengolahan makanan di Subang, mengkaji praktik hukum dan perizinan perusahaan tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku. Studi ini menyoroti kesulitan yang dihadapi UMKM dalam memperoleh izin usaha yang diperlukan, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK), serta tantangan dalam menavigasi platform perizinan digital seperti Online Single Submission (OSS). Dengan menganalisis kepatuhan hukum operasional usaha Delipel, penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi strategis peningkatan legalitas usaha guna mendorong pertumbuhan dan perluasan pasar. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya sertifikasi legal, seperti keamanan produk (P-IRT) dan sertifikasi halal, bagi UMKM dalam meningkatkan daya saing dan mengamankan pendanaan. Pada akhirnya, penelitian ini menekankan perlunya prosedur perizinan yang disederhanakan dan dukungan teknis yang lebih baik bagi UMKM untuk berkembang di pasar yang kompetitif.
INDONESIA'S CONVENTIONAL ECONOMIC STABILITY AMIDST GLOBAL ECONOMIC UNCERTAINTY Jojo Jojo; Ana Frasipa; Indri Pramesti S; Sulastri Sulastri
JASS (Journal of Accounting for Sustainable Society) Vol. 8 No. 01 (2026): JASS Edisi Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35310/jass.v8i01.1697

Abstract

This paper examines the resilience of Indonesia’s conventional economy amid heightened uncertainty in global markets. Over the last ten years, worldwide economic conditions have become increasingly unstable due to geopolitical tensions, disruptions in supply chains, volatility in commodity prices, and adjustments to monetary policies in developed nations. Adopting a qualitative, descriptive–exploratory method, the study investigates how Indonesia’s fiscal, monetary, and structural strategies interact to preserve macroeconomic balance under external shocks. The analysis relies on secondary data gathered from institutions such as Bank Indonesia, the Central Bureau of Statistics (BPS), the International Monetary Fund (IMF), and the World Bank covering the 2015–2025 period. Results indicate that Indonesia has maintained robust macroeconomic fundamentals, characterized by consistent growth, manageable inflation, and sufficient foreign reserves despite global disturbances. Domestic demand diversification and a resilient financial system have also supported this stability. Nonetheless, exposure to global interest rate shifts, commodity price swings, and capital flow volatility remains a challenge. Strengthened coordination between fiscal and monetary authorities, supported by structural reforms in industrial downstreaming and digital economic development, is vital to reinforce long-term resilience. The research concludes that credible and flexible macroeconomic policy synergy plays a crucial role in sustaining Indonesia’s stability in an era of global uncertainty.