Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Estimation Of The Carbon Value Of The Savana Ecosystem Of Wangi-Wangi Island Wakatobi Regency Umar Ode Hasani; Sitti Marwah; Abdul Manan; La Baco; Dewi Fitriani
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v5i1.80

Abstract

The purpose of this study was to determine the amount of carbon availability in the savanna ecosystem on Wangi-Wangi Island, Wakatobi Regency. This research was carried out in December 2023-January 2024, sampling in this research was carried out in the Wangi-Wangi Island Savana Ecosystem with an area of 2005.38 ha. Sampling used 15 plots. Determining the number of plots was based on the observation area which consisted of 5 separate locations, each location consisting of 3 plots so that 15 plots were obtained. Each location is given the symbol Location 1 (Komala Village), Location 2 (Matahora Village), Location 3 (Matahoran Village and Pookambua Village), Location 4 (Waetuno Village and Waelumu Village) and Location 5 (Liya Togo Village). The research results show that the availability of biomass in the Savana Ecosystem on Wangi-Wangi Island is 362,572.704 tons and the total carbon availability is 166,767.400 tons.
A ANALISIS POTENSI GETAH PINUS (Pinus merkusii) BERDASARKAN DIAMETER BATANG TANAMAN DI KEBUN RAYA KENDARI: Analysis Of The Potential Of Pine Suction (Pinus Merkusii) Based On Plant Stick Diameter In The Kendari Botanical Garden Satya Agustina Laksananny; zakiah uslinawaty; Eka Rahmatia; sarwinda intan putri; Dewi Fitriani; Alamsyah Flamin
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman pinus (Pinus merkusii), berdasarkan atas diameter batang tanaman pinus. Kawasan hutan di Sulawesi Tenggara juga memiliki beberapa lahan hutan pinus, salah satunya adalah kawasan hutan di Kebun Raya Kendari, Kecamatan Poasia. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode purposive, dengan pertimbangan tanaman pinus dengan kelas diameter yang telah ditetapkan. Perlakuan untuk diameter batang terdiri dari 3 (tiga) kelas, yaitu : a. Kelas Diameter I : >10 – 20 cm; b. Kelas Diameter II : >20 – 30 cm; c. Kelas Diameter III : >30 – 40 cm. Pengambilan sampel pohon menggunakan purpossive sampling agar pengambilan sampel pohon lebih representatif (Audina et al., 2020 dalam Anhar dan Sanjaya 2023). Analisis data menggunakan analisis regresi linear, dimana dapat terlihat bagaimana pengaruh diameter batang tanaman pinus dengan produksi getah pinus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter batang tidak mempengaruhi produksi getah pinus, hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor eksternal dan faktor internal.
STRATEGI PEMGEMBANGAN EKOWISATA PANTAI TANJUNG TABAKO DESA LAMPATA KECAMATAN RUMBIAH TENGAH KABUPATEN BOMBANA Mariana Zainun; Lies Indriyani; Arniawati Arniawati; Hafidah Nur; Dewi Fitriani
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Research aims to determine the strategy for developing ecotourism at Tanjung Tabako Beach to maintain sustainability. Research using SWOT analysis is used to design steps for developing ecotourism at Tanjung Tabako Beach. Assessment of strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The development of ecotourism at Tanjung Tabako Beach is assessed from the results of observations at the research location, interviews and questionnaires. The results of the study indicate that the development of ecotourism at Tanjung Tabako Beach uses: (1) Strengths-Opportunity (SO) strategy, namely, Involving local communities in development in the Tanjung Tabako Beach ecotourism area, making Lampata Village a tourist village, conserving flora in the ecotourism area so that its sustainability is maintained and making it one of the mainstay ecotourism areas in the annual cultural festival. (2) Weakness-Opportunity (WO) strategy, namely, Repairing and adding facilities and infrastructure in the Tanjung Tabako Beach ecotourism area and increasing human resource capacity. (3) Strengths-Threats (ST) Strategy, namely, the importance of local culture in including cultural elements in the school curriculum, preventing environmental pollution within and outside the area in environmentally friendly waste management. (4) Weakness-Threats (WT) Strategy, namely, Increasing cooperation between the Tourism Office, village government and the community in tourism object development activities from planning to management.
PERAN MODAL SOSIAL DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm): STUDI KASUS MASYARAKAT DESA ULUSENA, KECAMATAN MORAMO, KABUPATEN KONAWE SELATAN La De Ahmaliun; Nur Arafah; Sarwinda Intan Putri; Dewi Fitriani; Andi Jumhana
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran modal sosial dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Ulusena, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan. Modal sosial, yang terdiri dari kepercayaan, jaringan sosial, dan hubungan timbal balik, diyakini memiliki peran krusial dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 33 responden yang merupakan anggota Kelompok Tani Hutan di Desa Ulusena. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap elemen-elemen modal sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan antar anggota kelompok, jaringan sosial yang terbentuk, dan hubungan timbal balik memiliki pengaruh positif terhadap efektivitas pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Ulusena. Modal sosial yang meliputi kepercayaan, jaringan sosial dan hubungan timbal balik menunjukkan bahwa modal sosial yang dimiliki oleh masyarakat Desa Ulusena dalam pengelolaan HKm dikategorikan baik. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya memperkuat modal sosial untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan, serta mendorong program-program pemberdayaan yang berfokus pada pengembangan kapasitas sosial dan kelembagaan lokal.