Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The Influence of Kinemaster Application-Based Learning Media and Learning Environment on Student Learning Motivation at SD Katolik 1 Santo Yohanes Tomohon Afrilia Asari Lengkong; Harol R Lumapow; Widdy H.F. Rorimpandey
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 3 No. 12 (2026): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v3i12.652

Abstract

This study aims to analyze the influence of KineMaster application-based learning media and the learning environment on student learning motivation at SD Katolik 1 Santohanes Tomohon. The development of digital technology encourages the use of innovative and interactive learning media to improve the quality of the teaching and learning process. The KineMaster application allows teachers to present material in an attractive audio-visual form, which can increase students' attention and interest. In addition, a conducive learning environment, both at school and at home, plays a role in shaping students' enthusiasm and motivation to learn. This study uses a quantitative approach with a survey method. Data collection was carried out through the distribution of questionnaires to students as respondents. The data was analyzed using regression tests to determine the influence of each variable, both partially and simultaneously. The results of the study show that KineMaster application-based learning media has a positive and significant effect on students' learning motivation. The learning environment also has a positive and significant effect on learning motivation. Simultaneously, these two variables have a significant influence on increasing student learning motivation. Thus, the use of KineMaster application-based learning media, supported by a conducive learning environment, can be an effective strategy in increasing student learning motivation.
The Effect of Project-Based Learning Model and Canva Application on Motivation and Learning Interest of Elementary School Students in Bunaken Subdistrict in Indonesian Language Learning Denysa Anthonia Caroles; Mersty E. Rindengan; Widdy H.F. Rorimpandey
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 3 April 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education in the era of globalization and the Industrial Revolution 4.0 requires innovative learning approaches that not only emphasize content mastery but also foster 21st-century skills, such as critical thinking, creativity, collaboration, and communication. However, in practice, students' motivation and interest in learning particularly in Indonesian language subjects remain relatively low due to monotonous and less engaging teaching methods. This study aims to examine the effect of the Project-Based Learning (PjBL) model combined with the use of the Canva application on students' motivation and interest in learning Indonesian in public elementary schools in Bunaken District, Manado City. This research employs a quantitative approach with an experimental design. Data were collected through observation, questionnaires, and documentation, and analyzed using appropriate statistical techniques. The results indicate that the implementation of Project-Based Learning integrated with Canva has a positive and significant effect on students' motivation and learning interest. Students become more actively involved, creative, and enthusiastic in participating in the learning process. Additionally, the use of Canva as a visual learning medium enhances students' ability to express ideas and produce meaningful learning outputs. In conclusion, the integration of Project-Based Learning and digital media such as Canva can create more engaging, meaningful, and student-centered learning experiences. This approach is recommended as an innovative strategy for improving the quality of Indonesian language learning in elementary schools, particularly in increasing students' motivation and interest. Keywords: Project-Based Learning, Canva, learning motivation, learning interest, Indonesian language learning.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Kelas V pada Mata Pelajaran IPAS di SD Inpres 4/82 Walian Lewis Organda Pasaribu; Supit Pusung; Widdy H.F. Rorimpandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS materi cahaya dan sifatnya melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas V SD Inpres 4/82 Walian. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penerapan model Problem Based Learning dilakukan melalui Orientasi peserta didik pada masalah, Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Teknik analisis data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil observasi ditentukan dengan rumus persentase, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor maksimal dikalikan 100%. Sedangkan hasil tes belajar ditentukan dengan rumus ketuntasan belajar, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor total dikalikan 100%. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase ketuntasan belajar siswa berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75%. Ketuntasan belajar meningkat dari 60,86% dengan rata-rata nilai 68,69 pada siklus I menjadi 86,95% dengan rata-rata nilai 80 pada siklus II. Kemampuan berpikir kritis siswa juga meningkat dari kategori cukup menjadi baik, ditandai dengan meningkatnya kemampuan menganalisis masalah, mengemukakan pendapat, memberikan alasan, dan menarik kesimpulan. Dengan demikian, model Problem Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Inpres 4/82 Walian.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD GMIM III Woloan Alvrin Kadore; Widdy H.F. Rorimpandey; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi perubahan wujud benda melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas IV SD GMIM III Woloan. Penelitian ini didasarkan oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, pembelajaran yang masih berpusat pada guru, serta penggunaan metode konvensional yang kurang memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep perubahan wujud benda. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 52,5% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 31,25%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 83,43% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 87,5%. Demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS materi perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SD GMIM III Woloan.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Kelas V pada Mata Pelajaran IPAS di SD Inpres 4/82 Walian Lewis Organda Pasaribu; Supit Pusung; Widdy H.F. Rorimpandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS materi cahaya dan sifatnya melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas V SD Inpres 4/82 Walian. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penerapan model Problem Based Learning dilakukan melalui Orientasi peserta didik pada masalah, Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Teknik analisis data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil observasi ditentukan dengan rumus persentase, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor maksimal dikalikan 100%. Sedangkan hasil tes belajar ditentukan dengan rumus ketuntasan belajar, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor total dikalikan 100%. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase ketuntasan belajar siswa berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75%. Ketuntasan belajar meningkat dari 60,86% dengan rata-rata nilai 68,69 pada siklus I menjadi 86,95% dengan rata-rata nilai 80 pada siklus II. Kemampuan berpikir kritis siswa juga meningkat dari kategori cukup menjadi baik, ditandai dengan meningkatnya kemampuan menganalisis masalah, mengemukakan pendapat, memberikan alasan, dan menarik kesimpulan. Dengan demikian, model Problem Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Inpres 4/82 Walian.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD GMIM III Woloan Alvrin Kadore; Widdy H.F. Rorimpandey; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi perubahan wujud benda melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas IV SD GMIM III Woloan. Penelitian ini didasarkan oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, pembelajaran yang masih berpusat pada guru, serta penggunaan metode konvensional yang kurang memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep perubahan wujud benda. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 52,5% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 31,25%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 83,43% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 87,5%. Demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS materi perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SD GMIM III Woloan.
Peran Keterlibatan Mahasiswa PGSD Unima dalam Organisasi Kemahasiswaan Terhadap Akademik Mahasiswa Rafly Muhammad Nur; Widdy H.F. Rorimpandey; Deane Umboh
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran keterlibatan mahasiswa PGSD Unima dalam organisasi kemahasiswaan terhadap pencapaian akademik mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, yang berfokus pada pengalaman beberapa mahasiswa PGSD yang aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai bagaimana aktivitas organisasi memengaruhi proses dan hasil belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan akademik mahasiswa, terutama pada peningkatan motivasi belajar, kemampuan manajemen waktu, serta keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas organisasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengembangan diri, tetapi juga berperan sebagai faktor pendukung keberhasilan akademik mahasiswa PGSD UNIMA.
Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran di SD GMIM VI Tomohon Zoya F. Sumampow; Widdy H.F. Rorimpandey; Rafly Muhammad Nur; Imanuel W. E. Taroreh
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.18489

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada proses pembelajaran di sekolah dasar. Integrasi teknologi dalam kegiatan belajar mengajar menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperkaya pengalaman belajar, serta mendorong keterlibatan siswa secara lebih aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi integrasi teknologi dalam pembelajaran di SD GMIM VI Tomohon. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran telah diterapkan melalui pemanfaatan berbagai perangkat digital, seperti telepon genggam, laptop, dan video pembelajaran. Penggunaan teknologi tersebut membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih menarik dan memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran, sehingga mendorong peningkatan partisipasi siswa selama proses belajar berlangsung. Meskipun demikian, implementasi teknologi masih menghadapi beberapa kendala, terutama keterbatasan sarana dan prasarana pendukung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi teknologi dalam pembelajaran tidak hanya bergantung pada kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga pada ketersediaan fasilitas yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan dukungan infrastruktur dan sumber daya pendidikan yang lebih optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi di sekolah dasar.