Dadan Suwarna
Media Bahasa, Sastra, Dan Budaya Wahana

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SIMBOLISME KERIS SEBAGAI REPRESENTASI PERLAWANAN DALAM “PEREMPUAN YANG MENGAWINI KERIS” KARYA WAYAN SUNARTA Dadan Suwarna; Agatha Trisari Swastikanthi
Triangulasi: Jurnal Pendidikan Kebahasaan, Kesastraan, Dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2022): Volume 02 Nomor 02, November 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNPAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55215/triangulasi.v2i2.6736

Abstract

Abstrak. Perlawanan manusia tidak selalu dilangsungkan secara langsung melainkan juga tidak langsung. Simbolisme adalah perlawanan tidak langsung melalui seperangkat tanda. Gambar atau banda adalah suatu cara manusia mengekspresikan sikap di balik perlawanannya. Dalam tradisi Bali, keris bukan hanya simbolisme status, juga adalah harkat dan harga diri manusia. Keris kemudian jadi cara merperesantsikan bahwa seseorang itu ada atau dipaksa ada. Semiotik mempelajari simbol sebagai cara menjelaskan maksud sesuatu.Kata kunci: simbolisme, keris, semiotika Abstract. Human resistance is not always carried out directly but also indirectly. Symbolism is indirect resistance through a set of signs. Pictures or bands are a way for humans to express the attitude behind their resistance. In Balinese tradition, a keris is not only a symbol of status, it is also human dignity and worth. The keris then becomes a way of conveying that someone exists or is forced to exist. Semiotics studies symbols as a way of explaining the meaning of something.Keywords: simbolism, keris, semiotika 
SIMBOLISME KERIS SEBAGAI REPRESENTASI PERLAWANAN DALAM PEREMPUAN YANG MENGAWINI KERIS” KARYA WAYAN SUNARTA Dadan Suwarna; Agatha Trisari Swastikanthi
Triangulasi: Jurnal Pendidikan Kebahasaan, Kesastraan, Dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2022): Triangulasi: Jurnal Pendidikan Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajaran
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNPAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55215/triangulasi.v2i2.6736

Abstract

Abstrak. Perlawanan manusia tidak selalu dilangsungkan secara langsung melainkan juga tidak langsung. Simbolisme adalah perlawanan tidak langsung melalui seperangkat tanda. Gambar atau banda adalah suatu cara manusia mengekspresikan sikap di balik perlawanannya. Dalam tradisi Bali, keris bukan hanya simbolisme status, juga adalah harkat dan harga diri manusia. Keris kemudian jadi cara merperesantsikan bahwa seseorang itu ada atau dipaksa ada. Semiotik mempelajari simbol sebagai cara menjelaskan maksud sesuatu.Kata kunci: simbolisme, keris, semiotika Abstract. Human resistance is not always carried out directly but also indirectly. Symbolism is indirect resistance through a set of signs. Pictures or bands are a way for humans to express the attitude behind their resistance. In Balinese tradition, a keris is not only a symbol of status, it is also human dignity and worth. The keris then becomes a way of conveying that someone exists or is forced to exist. Semiotics studies symbols as a way of explaining the meaning of something.Keywords: simbolism, keris, semiotika