Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kegiatan kkn melalui program berdampak dan berkelanjutan dalam pembentukan karakter siswa di SD Negeri SumberJaya 03: Pengabdian Risnu Hafizan N.I; Fadli Triandira Hermawan; Latifatun Nisa S.B; Windy Novia S; Septia Rizky Nabila; Siti Rahmkawati J; Fajar Ramadhan; Debora Simanjuntak; Awang Adhwa Dylan; Mikael Silaban; Fikri Hermansah Hasibuan; Dewi Wulanjari; Edi Gunawan; Hamida Syari Harahap
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7166

Abstract

Lingkungan di sekolah dasar memiliki andil yang signifikan dalam pembentukan karakter anak didik. Namun, di SD Negeri Sumberjaya 03, masih terdapat isu seperti perilaku bullying, pemanfaatan media sosial yang tidak bijak, serta rendahnya ketertarikan untuk menabung dari usia dini. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai anti bullying, penggunaan media sosial yang bijaksana, dan pentingnya menabung sejak usia muda. Metode yang diterapkan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan langkah-langkah pre-test, sosialisasi interaktif, praktek menghias celengan, dan post-test untuk 33 siswa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang bullying dan penggunaan media sosial secara bijak dari 37,0% menjadi 94,5%. Selain itu, pemahaman serta minat untuk menabung juga meningkat dari 34,2% menjadi 84,2%. Aktivitas sosialisasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap positif para siswa. Program semacam ini disarankan untuk berlanjut secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah dan orang tua agar nilai-nilai positif yang telah diajarkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
PENGUATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MEWUJUDKAN LINGKUNGAN SEKOLAH BEBAS BULLYING Syahrul Hidayanto; Wa Ode Sitti Nurhaliza; Siti Zulfah; Fajar Ramadhan
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adimas.v10i1.13005

Abstract

Bullying in school environments has shown a significant increasing trend, particularly at the secondary education level. Bullying, especially in its verbal form, not only affects students’ psychological well-being but also influences the quality of interpersonal communication and social relationships within schools. This issue requires preventive efforts that are not merely regulatory, but also educational and participatory in nature. This Community Service program aimed to strengthen students’ interpersonal communication skills as a strategy to prevent bullying and to promote a safe and bullying-free school environment. The activity was conducted at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bekasi and involved senior high school students as participants. A participatory-educational approach was employed through interactive lectures, group discussions, and educational games. The results indicate an improvement in students’ understanding of bullying concepts and forms, particularly verbal bullying, which had previously been perceived as harmless joking. Furthermore, students demonstrated increased awareness of the importance of healthy interpersonal communication skills, such as empathy, assertive communication, and active listening, in building positive social relationships. Experiential learning through educational games enabled students to reflect on the emotional impacts of bullying and the significance of adopting respectful communication practices. This community service activity demonstrates that strengthening interpersonal communication skills can serve as an effective strategy for bullying prevention in school settings. Through this program, communication studies contribute practically to fostering positive communication cultures and supporting the creation of a more humane and equitable educational environment.