Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksternalitas Jaringan dalam Ekonomi Berbagi pada Tahap Awal Perkembangan Platform Bisnis Lelang Digital Stephanny Lianardo; Maulibian Perdana Putra
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v4i3.580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan ekonomi berbagi, khususnya eksternalitas jaringan, dalam marketplace digital yang menerapkan model bisnis lelang berbasis online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari organisasi industri, manajemen strategis, dan manajemen teknologi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola terkait perilaku pengguna, operasional platform, serta tantangan teknologi. Hasil penelitian mengungkapkan bagaimana bisnis ini memanfaatkan eksternalitas jaringan dalam mengembangkan usahanya dengan berfokus pada strategi berbasis komunitas serta melayani bisnis yang menghadapi tantangan dalam mengelola inventaris yang tersendat. Melalui studi ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa platform tersebut berhasil membedakan diri melalui model bisnis lelang digital yang inovatif. Namun, untuk mempertahankan bisnis dalam jangka panjang, platform ini bergantung pada akuisisi pengguna, pembangunan kepercayaan, dan efisiensi operasional.
PENGEMBANGAN DESA WISATA HIJAU BILEBANTE LOMBOK MELALUI BRANDING BERKELANJUTAN DENGAN DESIGN CINDERAMATA Jati Paras Ayu; Stephanny Lianardo; Yesi Pandu Pratama Wibowo DC; Siti Adelita Raif Khadijah; Dewi Rachmawati; Ayu Rakhmi Tiara Hamdani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.53229

Abstract

Pariwisata sebelum pandemi menunjukkan rendahnya perhatian wisatawan terhadap keberlanjutan, di mana keputusan berwisata lebih dipengaruhi oleh kenyamanan dan biaya daripada aspek ramah lingkungan. Situasi pandemi global kemudian menjadi titik balik yang memaksa sektor pariwisata beradaptasi dan membangun ketahanan melalui praktik yang lebih berkelanjutan dan berbasis komunitas. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meluncurkan program Desa Wisata sebagai strategi pemulihan sekaligus penguatan destinasi lokal. Salah satu yang masuk dalam kategori Desa Wisata Hijau adalah Desa Bilebante, Lombok Tengah. Meski memiliki potensi lingkungan dan budaya yang kuat, masyarakat desa belum memiliki pemahaman memadai terkait branding destinasi. Melalui program pelatihan ini, anggota Pokdarwis diberikan pemahaman mengenai branding serta keterampilan praktis dalam merancang logo dan mengimplementasikannya pada produk merchandise berupa gelas kayu berukir. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman branding sebesar 85%, peningkatan keterampilan desain hingga 80%, serta 75% peserta mampu mengoperasikan mesin laser engraving untuk produksi cinderamata. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan terstruktur mampu meningkatkan kapasitas branding desa wisata, memperkuat identitas visual, serta membuka peluang ekonomi melalui produk bernilai promosi.