Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Adopsi Digital Payment ZIS oleh Generasi Z: Apakah Financial Technology Meningkatkan Niat Membayar Zakat, Infaq dan Sodaqoh? Dian Essa Nugrahini; Verina Purnamasari; Ahmad Hijri Alfian
eCo-Fin Vol. 7 No. 2 (2025): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v7i2.2687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang memotivasi Generasi Z dalam menggunakan metode pembayaran digital secara konsisten untuk penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Studi ini berfokus pada determinan utama dari niat perilaku (behavioral intention/BI) Generasi Z, yang mencakup kesiapan adopsi (adoption readiness/AR), persepsi risiko (perceived risk/PR), kepercayaan (trust/TR), dan inovasi personal (personal innovativeness/PI). Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap preferensi Generasi Z dalam penggunaan pembayaran digital untuk ZIS, dengan mempertimbangkan integrasi faktor-faktor psikologis dan teknologi. Belum banyak penelitian sebelumnya yang secara komprehensif mengkaji keterkaitan antara AR, PR, TR, dan PI terhadap niat perilaku dalam konteks filantropi Islam berbasis digital, khususnya pada kelompok generasi ini. Variabel AR (diwakili oleh kondisi pendukung, pengaruh sosial, kemudahan penggunaan, dan kebermanfaatan), PR (meliputi risiko keamanan dan privasi), PI, TR, dan BI dianalisis menggunakan pendekatan SEM dengan bantuan alat analisis Smart PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PR berpengaruh signifikan terhadap TR dan BI. Selain itu, AR dipengaruhi secara signifikan oleh PI. Sedangkan AR, PI dan TR tidak berpengaruh signifikan terhadap BI. Temuan ini bersifat spesifik pada Generasi Z. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan perbandingan antar generasi.
Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Arsip Digital Berbasis Google Drive pada Karang Taruna Argaloka melalui Pendekatan PAR Diah Ayu Kusumawati; Dian Essa Nugrahini; Verina Purnamasari
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1404

Abstract

Transformasi digital mendorong berbagai organisasi, termasuk organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna, untuk meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan administrasi berbasis teknologi informasi. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah pengelolaan arsip yang masih dilakukan secara manual, sehingga berisiko menimbulkan kehilangan dokumen, rendahnya efisiensi, dan kesulitan dalam proses pencarian data. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota Karang Taruna Argaloka dalam pengelolaan arsip digital melalui pemanfaatan Google Drive sebagai media penyimpanan berbasis cloud. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Krobokan, Kota Semarang, dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 22 peserta, terdiri atas pengurus dan anggota aktif Karang Taruna. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, pelatihan, pendampingan, observasi, dan refleksi, sedangkan evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai peserta dari 51,25 pada pre-test menjadi 84,75 pada post-test. Selain itu, peserta mampu menerapkan sistem pengarsipan digital yang lebih terstruktur melalui pengelompokan dokumen, pengaturan hak akses, serta pemanfaatan Google Drive sebagai media penyimpanan dan kolaborasi organisasi. Program ini juga mendorong terbentuknya tata kelola arsip yang lebih efektif, mudah diakses, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pendekatan Participatory Action Research terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas digital Karang Taruna sekaligus mendukung transformasi tata kelola organisasi yang lebih modern, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Edukasi Financial Technology bagi Karang Taruna Desa sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Mengenai Pinjaman Online yang Legal dan Risiko Pinjaman Online yang Ilegal Verina Purnamasari; Dian Essa Nugrahini; Diah Ayu Kusumawati
Indonesian Journal of Community Services Vol 8, No 1 (2026): May 2026
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.8.1.56-64

Abstract

Dalam era modern, perkembangan financial technology (fintech) dan keuangan digital telah memungkinkan transaksi menjadi lebih cepat dan aman. Namun, sebagian masyarakat Indonesia (terutama di pedesaan) masih belum memiliki rekening bank dan belum dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara optimal. Salah satu bentuk fintech yang banyak digunakan adalah pinjaman online, yang penggunanya didominasi oleh generasi muda. Sayangnya, mayoritas generasi milenial dan Z belum memahami risiko besar dari penggunaan pinjaman online yang tidak berizin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemuda Karang Taruna mengenai fintech, daftar pinjaman online legal, serta risiko pinjaman online ilegal. Pemuda Karang Taruna Desa Krobokan menjadi mitra utama dalam kegiatan ini. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, para pemuda memperoleh pengetahuan yang lebih baik tentang fintech, khususnya pinjaman online dan mampu menyebarkan informasi tersebut kepada masyarakat sekitar agar lebih waspada terhadap pinjaman online ilegal.In the modern era, the development of financial technology (fintech) and digital finance has enabled faster and more secure transactions. However, a portion of Indonesia’s population (especially those living in rural areas) still does not have access to bank accounts and therefore cannot fully utilize digital financial services. One commonly used form of fintech is online lending, which is predominantly accessed by younger generations. Unfortunately, many Millennials and Generation Z users have not yet understood the significant risks associated with unlicensed online lending platforms. This community service program aims to improve the understanding of youth members of the Karang Taruna regarding fintech, the list of legally registered online lending platforms, and the risks posed by illegal online lending. The youth of Karang Taruna in Krobokan Village serve as the main partners in this activity. It is expected that through this program, the participants will gain better knowledge about fintech, particularly online lending and subsequently share this information with the surrounding community to increase awareness and caution toward illegal online loans.
Literasi Digital dan Keamanan Siber untuk Pemuda Desa: Waspada Investasi Bodong dan Penipuan Online Verina Purnamasari; Erlinda Ramadhani Permata Putri
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.373

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Krobokan, Kota Semarang, dengan fokus utama pada peningkatan literasi digital dan kesadaran keamanan siber di kalangan pemuda, khususnya anggota Karang Taruna Argaloka. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus penipuan online dan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap keamanan digital. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei awal untuk memetakan kebutuhan peserta, diskusi kelompok terarah untuk menggali pengalaman dan pemahaman mereka, serta pelatihan interaktif mengenai penggunaan teknologi digital yang aman. Selain itu, dilakukan simulasi kasus penipuan online agar peserta mampu mengenali dan mengantisipasi berbagai modus kejahatan digital. Sebagai bentuk keberlanjutan, dibentuk pula agen literasi digital yang berperan sebagai penggerak edukasi di lingkungan masyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta untuk mengidentifikasi ciri-ciri investasi bodong, menggunakan fitur keamanan seperti verifikasi dua langkah, serta memahami pola-pola penipuan digital yang umum terjadi. Program ini juga menghasilkan luaran berupa artikel ilmiah yang telah disubmit, video edukasi, serta jejaring literasi digital berbasis komunitas. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman penipuan dan kejahatan siber di era digital.