Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Komunikasi Efektif dan Negosiasi untuk Meningkatkan Kapasitas Tokoh Masyarakat dalam Penyelesaian Konflik Sosial Yorman Yorman; Makiah Makiah; Suriadi Ardiansyah; Salsa Artika Rosna
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v5i1.3094

Abstract

Masyarakat majemuk kerap menghadapi potensi konflik sosial akibat perbedaan kepentingan, distribusi sumber daya, maupun perbedaan pandangan. Tokoh masyarakat memiliki posisi strategis sebagai mediator dalam menjaga kohesi sosial, namun keterbatasan keterampilan komunikasi dan negosiasi sering menjadi hambatan dalam menciptakan solusi damai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labu Api, Lombok Barat, dengan tujuan meningkatkan kapasitas tokoh masyarakat melalui pelatihan komunikasi efektif dan keterampilan negosiasi. Metode kegiatan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan modul berbasis konteks lokal, sosialisasi, pelaksanaan pelatihan interaktif, simulasi kasus nyata, pendampingan, hingga evaluasi pasca-kegiatan. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan komunikasi lebih dari 85% peserta, khususnya dalam mendengarkan aktif, menyampaikan pesan secara jelas, dan mengekspresikan empati. Selain itu, sekitar 80% peserta berhasil menguasai teknik negosiasi berbasis kepentingan (interest-based negotiation) untuk menciptakan solusi win-win. Dampak nyata dari kegiatan ini adalah terbentuknya forum dialog desa yang berfungsi sebagai wadah penyelesaian konflik secara partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan. Integrasi pendekatan modern dengan nilai-nilai lokal, seperti musyawarah mufakat dan praktik kebersamaan, membuat program relevan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan komunikasi efektif dan negosiasi bukan sekadar peningkatan keterampilan teknis, melainkan strategi holistik untuk membangun budaya dialog, memperkuat kohesi sosial, serta menciptakan fondasi perdamaian berkelanjutan di masyarakat pedesaan.
Pelatihan edukasi budaya anti-korupsi partisipatif sebagai strategi penguatan akuntabilitas mahasiswa di perguruan tinggi Suriadi Ardiansyah; Novandi Firdaus Yusup; Opan Satria Mandala; Yorman Yorman; Muhammad Tahir; Nurhafni Nurhafni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.37828

Abstract

AbstrakPraktik korupsi di lingkungan perguruan tinggi masih menjadi tantangan serius dalam mewujudkan tata kelola kampus yang berintegritas, mengingat perguruan tinggi merupakan ruang strategis dalam pembentukan karakter generasi muda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program edukasi budaya anti-korupsi berbasis pembelajaran partisipatif sebagai upaya penguatan sikap akuntabilitas mahasiswa. Mitra sasaran kegiatan adalah mahasiswa dari tiga fakultas di perguruan tinggi, dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang yang dipilih secara purposif. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan edukatif yang dilaksanakan selama delapan minggu melalui pendekatan participatory learning, meliputi penyampaian materi konseptual, studi kasus kontekstual, diskusi reflektif, simulasi pengambilan keputusan etis, serta refleksi individu. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran sikap akuntabilitas sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan menggunakan instrumen yang telah tervalidasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata sikap akuntabilitas mahasiswa dari 3,42 pada tahap awal menjadi 4,15 pada tahap akhir (skala 5), dengan selisih peningkatan sebesar 0,73 poin yang signifikan secara statistik (p < 0,01). Peningkatan terjadi pada indikator kejujuran, tanggung jawab, transparansi, dan keberanian melapor. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi budaya anti-korupsi berbasis pembelajaran partisipatif efektif dalam memperkuat akuntabilitas mahasiswa serta mendukung pengembangan budaya integritas dan tata kelola kampus yang baik. Kata kunci: edukasi anti‑korupsi; akuntabilitas; gratifikasi; participatory learning; perguruan tinggi. AbstractCorrupt practices in the university environment are still a serious challenge in realizing campus governance with integrity, considering that universities are strategic spaces in the formation of the character of the younger generation. This community service activity aims to develop and implement an anti-corruption cultural education program based on participatory learning as an effort to strengthen student accountability attitudes. The target partners of the activity were students from three faculties at universities, with a total of 120 participants who were selected purposively. The method of implementing activities in the form of training and educational assistance which was carried out for eight weeks through a participatory learning approach, included the delivery of conceptual materials, contextual case studies, reflective discussions, simulations of ethical decision-making, and individual reflection. Evaluation of activities is carried out through the measurement of accountability attitudes before and after the implementation of activities using validated instruments. The results showed an increase in the average score of student accountability attitudes from 3.42 in the initial stage to 4.15 in the final stage (scale 5), with a difference of 0.73 points in a statistically significant increase (p < 0.01). An increase occurred in the indicators of honesty, responsibility, transparency, and courage to report. These findings show that participatory learning-based anti-corruption culture education activities are effective in strengthening student accountability and supporting the development of a culture of integrity and good campus governance. Keywords: anti-corruption education; accountability; gratuities; participatory learning; colleges. 
Dari Lapangan untuk Masa Depan: Turnamen Futsal Antar SMA se-Pulau Lombok untuk Membangun Generasi Berprestasi Yorman Yorman; Haeruddin Azhari; M. Azy’ Ari; Heri Sopian Hadi; Muharis Muharis
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i6.2019

Abstract

Turnamen olahraga pelajar tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga memiliki potensi sebagai media pengembangan karakter dan pemberdayaan generasi muda. Namun, pembinaan olahraga pelajar di Pulau Lombok masih menghadapi keterbatasan wadah kompetisi yang terintegrasi dengan penguatan nilai sportivitas, kepemimpinan, dan keterampilan sosial siswa. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan model sport-based youth empowerment melalui turnamen futsal antar SMA se-Pulau Lombok guna mendukung pembentukan generasi muda yang berprestasi dan berkarakter. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) berbasis Positive Youth Development (PYD) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan program, pelaksanaan turnamen, penguatan karakter berbasis experiential learning, serta evaluasi menggunakan pendekatan mixed methods. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berhasil meningkatkan motivasi berprestasi, sportivitas, kerja sama tim, komunikasi interpersonal, dan partisipasi sosial peserta. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil membangun kolaborasi positif antara sekolah, komunitas olahraga, dan perguruan tinggi dalam pengembangan olahraga pelajar berbasis karakter. Program ini berimplikasi sebagai model pembinaan olahraga pelajar berbasis pemberdayaan generasi muda yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan pada tingkat regional maupun nasional.