Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PERATURAN DESA TENTANG PUNGUTAN DESA GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA DI DESA BATUDULANG Sri Nurhidayati; Darmanto Darmanto; Muhammad Salahuddin; Ardiyansyah Ardiyansyah; Amilan Hatta; Ade Sujastiawan; Edrial Edrial
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 5 No. 1 (2026): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Maret 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v5i1.5859

Abstract

Villages have autonomy to manage community interests through Village Regulations (Perdes), including the management of village levies as a source of Village Original Income (PADesa). Batudulang Village faced the obstacle of low PADesa, which only contributed 3.7% of total income in 2023. This community service activity aimed to assist the Batudulang Village Government in drafting the Village Levy Perdes. The method used was intensive mentoring through local potential identification, focus group discussions (FGD), and drafting regulations. The results of the activity showed the identification of various levy potentials including village property (buildings, fields), retributions (clean water, cleanliness), and administrative services (correspondence). This assistance successfully formulated the draft Batudulang Village Regulation on Village Levies which includes 10 chapters and an annex on the amount of levies. This regulation provides a strong legal basis to increase village financial independence in a transparent and accountable manner.
PENGARUH PSIKOSOSIAL ANAK TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI DI PESISIR KABUPATEN SUMBAWA Syarif Fitriyanto; Haqqy Rerian Erlangga; Muhammad Fauzi; Ieke Wulan Ayu; Darmanto Darmanto; Edrial Edrial; Muhammad Anugerah Puji Sakti
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v7i2.1880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kondisi psikososial terhadap kemampuan literasi anak di wilayah pesisir di Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-November 2024 di 4 Sekolah Dasar dan 1 Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Labuhan Badas serta 1 Sekolah Dasar dan 1 Sekolah Menengah Kejuruan di Kecamatan Labuhan Alas.dengan rincian sebagai berikut Sekolah Dasar Negeri Badas, Sekolah Dasar Negeri, Empan, Sekolah Dasar Negeri Kanar, dan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kecamatan Labuhan Badas dan Sekolah Dasar Negeri Labuhan Alas dan SMK Negeri 1 Alas. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik accidental sampling, stratified random sampling, dan purposive sampling. Sedangkan Metode analisis hasil penelitian menggunakan metode analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan pekerja anak di wilayah kecamatan Labuhan Badas dan Labuhan Alas terdapat 18 responden (14,3%) dengan kondisi psikososial di tempat kerja dengan kategori baik, 85 responden (67,5%) dengan kondisi psikososial di tempat kerja dengan kategori cukup dan 23 responden (18,2%) dengan kondisi psikososial di tempat kerja dengan kategori kurang. Hasil tes kemampuan literasi baca tulis, beberapa anak masih berada dalam kategori baik, namun adapula yang berada dalam kategori buruk. Hasil rata-rata literasi sains didapat bahwa SMPN 2 Lab.Badas memiliki nilai rata-rata yang tinggi daripada sekolah yang lain. Sedangkan SDN Kanar memiliki nilai rata-rata terendah.
ANALISIS KINERJA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DALAM PEMBINAAN PENGELOLAAN DANA DESA DI KABUPATEN SUMBAWA Ade Sujastiawan; Tanti Ansisma Sapitri; Edrial Edrial
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v8i2.2264

Abstract

Penelitian ini menganalisis kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa dalam pembinaan pengelolaan Dana Desa, di tengah paradoks pencapaian prestasi penyaluran terbaik se-NTB namun masih ditemukannya kasus penyalahgunaan dana di tingkat desa. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di DPMD dan tiga desa sampel (Desa Lebin, Tengah, dan Labuhan Mapin). Hasil penelitian menunjukkan kinerja DPMD secara umum baik dalam aspek kepatuhan regulasi dan konsistensi perencanaan. Namun, ditemukan kelemahan signifikan pada aspek intensitas pembinaan yang hanya dilakukan setahun sekali dan pendampingan teknis aplikasi Siskeudes yang terkendala infrastruktur digital. Faktor penghambat utama adalah keterbatasan anggaran operasional dinas dan rendahnya literasi digital perangkat desa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya transformasi metode pembinaan dari tatap muka sporadis menjadi pendampingan digital berkelanjutan (e-clinic) serta penguatan fungsi pengawasan preventif.
ANALISIS KINERJA PERANGKAT DESA DALAM PELAYANAN PUBLIK DI DESA TELAGA KECAMATAN LENANGGUAR Edrial Edrial; Yuningsih Yuningsih; Muslim Muslim
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v8i2.2265

Abstract

Penelitian ini menganalisis kinerja perangkat Desa Telaga, Kecamatan Lenangguar, yang dinilai belum optimal dalam memberikan pelayanan publik. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kinerja perangkat desa masih rendah pada tiga indikator utama: (1) Produktivitas, ditandai dengan rendahnya disiplin waktu (datang terlambat dan pulang sebelum waktunya); (2) Kualitas Layanan, yang terkendala oleh ketiadaan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas serta minimnya fasilitas komputer dan internet; dan (3) Responsivitas, di mana penanganan keluhan masyarakat cenderung lambat. Faktor penghambat utama adalah kapasitas SDM yang belum melek teknologi dan lemahnya pengawasan internal. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem absensi yang ketat, pelatihan administrasi digital, dan pemenuhan fasilitas dasar kantor desa untuk meningkatkan kepuasan masyarakat.
STRATEGI KOMISI PEMILIHAN UMUM DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH PEMULA DI KABUPATEN SUMBAWA Sri Nurhidayati; Mita Sukmawati; Edrial Edrial
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v7i1.2446

Abstract

Partisipasi pemilih pemula dalam pemilihan umum merupakan indikator penting bagi kualitas demokrasi di suatu daerah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa memiliki peran strategis dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula melalui berbagai strategi yang terencana dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi KPU Kabupaten Sumbawa dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas strategi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi KPU Kabupaten Sumbawa dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula mencakup empat pilar utama: (1) edukasi dan literasi politik melalui program pendidikan pemilih; (2) sosialisasi melalui pemanfaatan teknologi dan media sosial; (3) kemitraan dengan berbagai stakeholder seperti pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, organisasi kepemudaan, dan perguruan tinggi; serta (4) pemberdayaan masyarakat melalui program relawan demokrasi. Faktor pendukung strategi meliputi komitmen penyelenggara pemilu, dukungan pemerintah daerah, dan antusiasme generasi muda. Sementara faktor penghambatnya adalah rendahnya literasi politik di kalangan pemilih pemula, keterbatasan anggaran, serta masih adanya praktik politik uang dan hoaks yang mempengaruhi partisipasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pendidikan pemilih sejak dini, pengembangan platform digital interaktif, penguatan koordinasi lintas sektor, serta peningkatan pengawasan terhadap praktik-praktik yang merusak partisipasi pemilih.
EVALUASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA LAMUNGA KECAMATAN TALIWANG KABUPATEN SUMBAWA BARAT Edrial Edrial; Sulastri Sulastri; Heri Kurniawasyah
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v7i1.2454

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program unggulan pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemberian bantuan sosial bersyarat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Desa Lamunga, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode evaluatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PKH di Desa Lamunga telah berjalan namun masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketepatan sasaran penerima manfaat yang masih perlu ditingkatkan, rendahnya kepatuhan terhadap kondisi kewajiban pendidikan dan kesehatan, serta keterbatasan pendamping dalam melakukan monitoring dan pembinaan. Faktor pendukung pelaksanaan program meliputi koordinasi yang baik antara pendamping PKH dengan pemerintah desa dan puskesmas, serta kesadaran sebagian penerima manfaat terhadap pentingnya pemenuhan komponen pendidikan dan kesehatan. Faktor penghambatnya adalah keterbatasan akses transportasi, rendahnya literasi keuangan, serta masih adanya pemahaman yang keliru di masyarakat tentang tujuan program. Penelitian ini merekomendasikan penguatan verifikasi dan validasi data penerima manfaat, peningkatan intensitas pendampingan, serta penguatan sosialisasi program kepada masyarakat.