Dari hasil berbagai penelitian vitamin D memiliki peran yang signifikan tidak hanya penting dalam kesehatan tulang, namun juga imunitas, membantu pemulihan pada penyakit infeksi pernafasan, penyakit diabetes dan kolesterol. Salah satu sumber alami vitamin D adalah jamur, banyak penelitian yang mengungkapkan kandungan vitamin D pada jamur, seperti jamur tiram atau jamur merang padi, namun belum ada yang melaporkan kandungan vitamin D pada jamur sawit (Volvariella volvaceae). Jamur sawit ini banyak dihasilkan di daerah penghasil kelapa sawit seperti di Provinsi Bengkulu, khususnya di Kecamatan Pino. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan vitamin D (ergokalsiferol) dalam esktrak etil asetat jamur sawit yang dihasilkan disekitar perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Pino. Jamur sawit diolah menjadi simplisia dan diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat melalui proses maserasi, kemudian diuapkan untuk mendapatkan ekstrak kental. Dari hasil proses ekstraksi didapatkan rendemen sebesar 1,076%. Ekstrak kental ini kemudian ditentukan kadar vitamin D-nya menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dengan vitamiin D2 (ergokalsiferol BPFI) sebagai standar. Dari hasil pengujian, diperoleh kurva larutan standar vitamin D dengan koefisien regresi (r) sebesar 0,997 dan persamaan garis y=0,0337x+0,011. Absorbansi sampel yang diperoleh kemudian diplot ke dalam persamaan garis dan kadarnya dihitung, hasilnya didapatkan kadar vitamin D2 (ergokalsiferol) pada sampel. Dari hasil studi ini, dapat disimpulkan bahwa jamur sawit yang diperoleh di sekitar perkebunan kelapa sawit Kecamatan Pino di Provinsi Bengkulu mengandung vitamin D2 (ergokalsiferol) dengan kadar 0,1363% atau sekitar 54,52 IU/gram.