Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Self Efficacy dan Pola Tidur Dengan Stres Akademik Pada Mahasiswa Tingkat Akhir di STIKES Eka Harap Palangka Raya Anggri Saharani Tambunan; Meilitha Carolina; Nia Pristina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.185

Abstract

Self efficacy adalah keyakinan individu tentang kemampuannya untuk mencapai hasil yang diinginkan, sementara pola tidur mencakup kebiasaan tidur yang meliputi durasi, kualitas, dan konsistensinya, yang berpengaruh pada fungsi kognitif, emosional, dan fisik. Mahasiswa yang berada dalam rentang usia 19-23 tahun, sering menghadapi stressor selama pendidikan tinggi, terutama pada mahasiswa tingkat akhir yang sering mengalami stres akademik akibat ketidakseimbangan antara tuntutan tugas dan kemampuan untuk menyelesaikannya. Terdapat hubungan erat antara Self efficacy dan pola tidur dengan stres akademik, di mana kedua faktor tersebut memengaruhi kinerja akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis korelasional menggunakan desain penelitian cross-sectional. Sampel berjumlah 139 mahasiswa tingkat akhir program studi sarjana keperawatan dan sarjana kesehatan masyarakat. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji spearman’s rho didapatkan p value <0,05, maka Ha diterima sehingga ada hubungan self efficacy dengan stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir dan ada hubungan pola tidur dengan stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya self efficacy meningkatkan stres akademik dan pola tidur buruk berkontribusi pada meningkatnya stres akademik.
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Komunikasi Teman Sebaya Pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di SDN 11 Langkai Palangka Raya Desti Rafika Sari; Meilitha Carolina; Nia Pristina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.353

Abstract

Latar Belakang : Dukungan sosial berperan penting dalam perkembangan psikologis dan sosial Anak Berkebutuhan Khusus mencakup bantuan emosional, informasi, dan dukungan nyata dari keluarga, guru, dan teman sebaya. Dukungan ini membantu ABK beradaptasi di sekolah dan meningkatkan rasa percaya diri. Komunikasi juga merupakan keterampilan penting dalam menjalin hubungan sosial, khususnya dengan teman sebaya. Namun, ABK mengalami hambatan interaksi dan minim dukungan dari teman, termasuk di sekolah inklusi. Observasi di SDN 11 Langkai Palangka Raya pada 21 Maret 2025 menunjukkan banyak ABK mengalami kesulitan berkomunikasi, dipengaruhi perilaku khas seperti berteriak, ekspresi emosi berlebihan, yang membuat teman sebaya enggan berinteraksi. Kurangnya dukungan ini berdampak pada kepercayaan diri dan motivasi komunikasi ABK. Tujuan : Menganalisis Hubungan Dukungan Sosial Dengan Komunikasi Teman Sebaya Pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di SDN 11 Langkai Palangka Raya. Metode : desain penelitiannya menggunakan Penelitian Korelasional dengan pendekatan cross-sectional, sampel berjumlah 43 responden Di SDN 11 Langkai Palangka Raya. Hasil : Berdasarkan hasil analisis data dari hasil penelitian menggunakan uji Spearman Rank diperoleh Sig. (2-tailed) 0,000 yang berarti lebih kecil dari p value 0,05 yaitu (0,000 < 0,05), maka Ho ditolak dan H1 diterima yang menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Dukungan Sosial Dengan Komunikasi Teman Sebaya Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di SDN 11 Langkai Palangka Raya. Kesimpulan: Dukungan sosial yang baik seperti perhatian, bantuan dari orang terdekat dapat meningkatkan rasa percaya diri ABK. Diharapkan teman sebaya dari ABK mau berteman, bermain bersama dan membantu ABK.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Usia Ibu Saat Hamil dengan Status Gizi pada Balita di UPTD Puskesmas Panarung Palangka Raya Olvi Eka Kaharap; Karmitasari Yanra Katimenta; Nia Pristina
The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research Vol. 3 No. 1 (2025): The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/tjghpsr.v3i1.429

Abstract

The incidence of short toddlers or commonly called stunting is one of the nutritional problems experienced by toddlers in the world today. Stunting is a chronic condition in toddlers that describes inhibited body growth due to nutritional deficiencies in the long term. Stunting can have a bad impact on a person both in the short and long term. The adverse impact in the short term is disruption of brain development, intelligence, physical growth disorders, and metabolic disorders in the body. Meanwhile, the long-term adverse effects are decreased cognitive ability and learning achievement, decreased immunity, and a high risk of diabetes, obesity, heart and vascular disease, cancer, stroke, and disability in old age. Objective: To analyze the corellation between the level of knowledge and the incidence of stunting in toddlers at the UPTD Panarung Palangka Raya Health Center and to analyze the relationship between the age of the mother during pregnancy and the incidence of stunting in toddlers at the UPTD Panarung Health Center Palangka Raya. Methods: The design of this study is correlational (Non-Experimental), a type of cross sectional approach; the sample is 59 respondents at the UPTD Panarung Health Center. Results: Based on the results of the Spearman Rank statistical test, a value of p 0.000 < 0.05 can be concluded that H1 is accepted, meaning that there is a meaningful corellation between maternal knowledge and stunting incidence. And the results of the Spearman Rank statistical test obtained a value of p 0.009 < 0.05, it can be concluded that H1 is accepted, meaning that there is a meaningful corellation between the mother's age and the incidence of stunting. Conclusion: The results of this study show that there is a corellation between the level of awareness and the incidence of stunting in toddlers. And there is a corellation between the age of the mother during pregnancy and the incidence of stunting in toddlers.