Tri Anjaswarni
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Penerapan Pola Hidup Sehat Terhadap Kualitas Hidup Penyintas Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Pakisaji Moza Fadzila Hayyunur Astantri; Supono; Tri Nataliswati; Taufan Arif; Tri Anjaswarni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.412

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menunjukkan gejala namun dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak dikendalikan. Salah satu upaya pengendalian hipertensi adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk kepatuhan minum obat, pola makan sehat, dan aktivitas fisik yang teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara masing-masing variabel dependen (kepatuhan minum obat, pola makan, aktifitas fisik) dengan variabel dependen (kualitas hidup) terhadap penyintas hipertensi di Desa Glanggang, wilayah kerja Puskesmas Pakisaji. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross- sectional. Sampel sebanyak 53 responden dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi MMAS-8 untuk kepatuhan minum obat, FFQ untuk pola makan, GPAQ untuk aktivitas fisik, dan WHOQOL-BREF untuk kualitas hidup. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan pola kepatuhan minum obat kategori sedang, pola makan kategori baik, pola aktivitas fisik kategori berat, kualitas hidup penyintas hipertensi kategori sedang, sedangkan analisis hubungan antar varaibel terdapat hubungan signifikan positif semua, antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup (r = 0,345; p = 0,011), pola makan dengan kualitas hidup (r = 0,388; p = 0,004), dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup (r = 0,287; p = 0,037). Kesimpulannya Penyintas hipertensi di desa glanggang dalam kategori sedang untuk pola kepatuhan minum obat dan kualitas hidup. Pola makan baik, pola aktivitas fisik berat. Terdapat hubungan yang signifikan dari tiga pola hidup sehat yang masing-masing diuji korelasi dengan kualitas hidup penyintas hipetensi.
Analisis Hubungan Social Support Berdasarkan Teori Sarafino Dan Smith Terhadap Kejadian Burnout Perawat Kamar Operasi Di Instalasi Bedah Intan Fitria Salsa Putri; Tri Anjaswarni; Tri Johan Agusyuswanto; Nurul Pudjiastuti; Joko Wiyono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.418

Abstract

Burnout salah satu ancaman bagi perawat kamar operasi karena beban kerja yang berat, tekanan kerja yang tinggi dan tuntutan konsentrasi serta kemampuan yang maksimal dalam ruang operasi. Burnout dapat menimbulkan kelelahan fisik dan psikologis yang berdampak negatif pada kepuasan kerja, produktivitas, kualitas pelayanan kesehatan di ruang operasi, keselamatan pasien dan perawat. Salah satu faktor yang mempengaruhi burnout adalah kurangnya dukungan sosial perawat. Teori Sarafino dan Smith dukungan sosial berperan penting dalam mengurangi stres dan mencegah burnout. Menganalisis hubungan social support menurut teori Sarafino dan Smith dengan kejadian burnout perawat kamar operasi. Jenis korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan uji statistik Spearman-rank. Populasi penelitian seluruh perawat kamar operasi yang diambil dengan teknik total sampling, sejumlah 62 orang. Menunjukkan ada hubungan social support dengan burnout perawat kamar operasi dengan p-value = 0,000 < 0,05 dan nilai r = -0,771 (hubungan sangat kuat). Hasil korelasi menunjukkan nilai negatif, artinya semakin tinggi social support maka semakin rendah kejadian burnout yang dialami perawat kamar operasi. Social support yang baik dengan rekan kerja menjadikan perawat merasa tidak sendirian menghadapi tantangan, sehingga stres dan kelelahan yang menyebabkan burnout dapat berkurang.
MOTIVASI KERJA PERAWAT PERIOPERATIF BERDASARKAN TEORI Mc-Clelland HUBUNGANNYA DENGAN PENERAPAN 6 SASARAN KESELAMATAN PASIEN : PERIOPERATIVE NURSES' WORK MOTIVATION BASED ON McClelland'S THEORY AND ITS RELATIONSHIP WITH THE IMPLEMENTATION OF THE SIX PATIENT SAFETY GOALS Nahla Esella Septiana Dasa; Tri Anjaswarni; Imam Subekti; Naya Ernawati
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 20 No 1 (2026): Quality: Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v20i1.3122

Abstract

Nurses' motivation in working is for achievement, power, and affiliation, in addition to financial needs. Nurses' motivation for patient safety has not been evaluated and is still inconsistently implemented. During surgical procedures, patients still use personal items that pose a risk of infection, cotton or gauze is left behind, and many other post-surgical incidents occur due to negligence. Therefore, the consistency of nurses' motivation, particularly in maintaining patient safety during surgical procedures, needs to be evaluated. This study aims to analyze the relationship between perioperative nurses' work motivation based on McClelland's theory and the implementation of 6 patient safety goals at Karsa Husada Batu Regional Hospital. This study used a correlational design with a cross-sectional approach. The study sample was all 37 perioperative nurses (Operating Room and Edelweiss Room A) at Karsa Husada Batu Regional Hospital. Data analysis used the Spearman Rank correlation test. The results of the statistical test showed a significant relationship between perioperative nurses' work motivation and the implementation of 6 patient safety goals (p-value = 0.001; r = 0.541). The relationship is classified as moderate with a positive direction, meaning that the higher the nurse's work motivation, the better the implementation of the 6 patient safety goals. The contribution of research in the field of nursing, particularly in the perioperative area, is to provide information that the implementation of the 6 patient safety goals requires high motivation for nurses to be consistent in their implementation. The work motivation of perioperative nurses must be continuously improved, one way of which is by referring to McClelland's theory. High awareness is needed in monitoring patient safety and it is necessary to improve the competence of nursing staff in a program to implement good practices through training and ensuring nurses' compliance with patient safety standards.