Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Gambaran Sebaran Golongan Darah Siswa SMA Di Kota Makassar Pada Kegiatan Pameran Pendidikan Tahun 2026 Dirgah Agum Parawansa; Indra Prastiwi Jamaluddin; Eka Mayasari; Marhawati Marhawati; Maulana Zulkarnain Imansyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sebaran golongan darah siswa SMA di Kota Makassar pada kegiatan Pameran Pendidikan Tahun 2026. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik accidental sampling. Sebanyak 200 siswa menjadi responden, dan pemeriksaan golongan darah sistem ABO dilakukan menggunakan metode slide. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan darah O merupakan yang paling dominan (32,5%), diikuti golongan darah A (28,5%), B (28%), dan AB (11%). Pola ini mengindikasikan bahwa distribusi golongan darah pada kelompok pelajar relatif serupa dengan populasi umum, dengan golongan darah O sebagai proporsi tertinggi dan AB terendah. Variasi distribusi dipengaruhi oleh faktor genetik dan karakteristik populasi. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan accidental sampling dan cakupan responden yang terbatas pada satu kegiatan. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan sampel yang lebihbesar dan wilayah yang lebih luas agar diperoleh gambaran yang lebih representatif. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa golongan darah O mendominasi siswa SMA di Kota Makassar, sedangkan golongan darah AB memiliki proporsi terendah.
EDUKASI DONOR DARAH BERBASIS PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH SEBAGAI STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER REMAJA SMAN 12 MAKASSAR Dirgah Agum Parawansa; Indra Prastiwi Jamaluddin; Eka Mayasari; Serli; Nurlatifah
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang donor darah melalui pemeriksaan golongan darah sebagai strategi dalam pembentukan karakter di SMAN 12 Makassar. Remaja pada umumnya belum memahami manfaat donor darah serta pentingnya partisipasi sebagai pendonor sukarela. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipasif melalui penyuluham, pemeriksaan golongan darah, diskusi interaktif, serta refleksi nilai karakter. Peserta kegiatan berjumlah 50 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap positif terhadap donor darah. Selain itu, terjadi penguatan nilai karakter seperti kepedulian social, empati, tanggung jawab, dan kesadaran kemanusiaan. Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan literasi Kesehatan, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan karakter remaja yang peduli dan siap menjadi pendonor darah di masa depan.
SOSIALISASI KESEHATAN TENTANG GIZI SEIMBANG DAN PENCEGAHAN STUNTING UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU HIDUP SEHAT KELUARGA 1000 HPK DI TAKALAR KECAMATAN MAPPAKASUNGGU Eka Mayasari; Rasdiana R Rasdiana R; Dirga Agum Parawansa; Nurfaidah Nurfaidah
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, dilakukan penyuluhan interaktif, edukasi mengenai prinsip gizi seimbang, pentingnya ASI eksklusif, MP-ASI yang tepat, pemantauan pertumbuhan balita, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam keluarga. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, serta pembagian media edukatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjudul “Sosialisasi Promosi Kesehatan tentang Gizi Seimbang dan Pencegahan Stunting untuk Meningkatkan Perilaku Hidup Sehat Keluarga 1000 HPK di Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar.” Program ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya keluarga dengan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mengenai pentingnya gizi seimbang serta pencegahan stunting sejak dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait konsep gizi seimbang dan langkah-langkah pencegahan stunting, serta komitmen keluarga untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan kegiatan ini dapat mendukung upaya pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting, khususnya di wilayah Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, serta mendorong terbentuknya keluarga yang sehat dan berkualitas.
Literasi Visual terkait Personal Hygiene dan Implikasinya terhadap Praktik Kebersihan Diri pada Masyarakat Pedesaan Muhammad Ridha Afdhal; Marhawati Marhawati; Jumhur Salam; Fatmawati Hamid; Eka Mayasari
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i2.7246

Abstract

Sanitation and personal hygiene remain critical public health concerns in rural communities, particularly in relation to health literacy and the adoption of preventive behaviors. This study aimed to analyze the level of understanding of personal hygiene symbols and its association with personal hygiene practices among residents of Desa Pabudunkang, South Bontonompo District, Gowa Regency. A quantitative survey design was employed involving 213 respondents selected through stratified random sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using univariate and bivariate approaches to examine variable distribution and inter-variable relationships. The findings indicate that most respondents demonstrated good comprehension of personal hygiene symbols and consistently practiced hygiene behaviors in daily life. A significant association was identified between symbol comprehension and hygiene practices, suggesting that the ability to interpret visual health messages contributes to the adoption of clean and healthy behaviors. These results highlight the relevance of visual-based health promotion strategies in strengthening hygiene literacy and behavioral outcomes in rural settings. Integrating visual education with environmental support systems may enhance the sustainability of hygiene practices at the community level.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA MELALUI PERMAINAN EDUKASI INTERAKTIF DI SENTRA GAU MABAJI KABUPATEN GOWA Serli Serli; Eka Mayasari; Muhammad Muhammad; Dewa Bagaskara
Journal of Career Development Vol 4, No 1 (2026): Journal of Career Development
Publisher : Career Development Center Division at Amkop Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/jcd.v4i1.235

Abstract

Lansia yang tinggal di panti sosial kerap menghadapi keterbatasan aktivitas yang menstimulasi aspek kognitif, sosial, dan emosional sehingga berdampak pada kualitas hidup. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui penerapan modul permainan edukasi interaktif LINCA (Lingkar Ceria Lansia) di Sentra Gau Mabaji, Kabupaten Gowa. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui tahapan koordinasi dan pemetaan kebutuhan, penyusunan desain dan alat permainan, pelaksanaan empat sesi permainan (senam ringan, bola memori, puzzle kenangan, dan kartu ceria), serta evaluasi dan dokumentasi. Sasaran kegiatan adalah 13 lansia, dengan pengukuran kualitas hidup pada 12 lansia menggunakan instrumen 10 pernyataan berskala 1–5. Hasil menunjukkan rata-rata skor total kualitas hidup meningkat dari 31,4 pada pretest menjadi 40,1 pada posttest, atau naik 8,7 poin, dengan peningkatan terbesar pada aspek perasaan senang, memiliki teman untuk diajak bicara, penghargaan sosial, dan rasa aman. Lansia menunjukkan antusiasme, kerja sama, dan ekspresi kebahagiaan yang tinggi selama kegiatan. Permainan edukasi interaktif terbukti efektif mengurangi kejenuhan serta meningkatkan suasana hati dan interaksi sosial lansia. Program direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala dan diintegrasikan ke dalam jadwal rutin panti agar keberlanjutannya terjaga Kata kunci: lansia; edukasi interaktif; kualitas hidup