Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keperawatan Bencana Sebagai Bagian Dari Sistem Penanggulangan Bencana: Tinjauan Sistematis Suparman Suparman; Indiriadi Indiriadi; Dirga Dijaya Mulyadi; Juliana Novly Ratuanik
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.634

Abstract

Latar Belakang: Keperawatan bencana merupakan komponen kunci dalam sistem penanggulangan bencana karena perawat terlibat pada seluruh fase manajemen bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan. Tingginya risiko bencana di Indonesia menuntut peran perawat yang kompeten dan terintegrasi dalam sistem penanggulangan bencana untuk menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Tujuan: Artikel ini merupakan tinjauan sistematis yang mensintesis kebijakan internasional (Sendai Framework dan WHO Health EDRM), kebijakan nasional Indonesia, serta bukti penelitian terkini mengenai peran, kompetensi, tantangan, dan upaya penguatan kapasitas keperawatan bencana. Metode: Penelitian ini menggunakan desain tinjauan sistematis dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, CINAHL, dan Google Scholar terhadap artikel berbahasa Inggris dan Indonesia yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik naratif. Hasil: Hasil tinjauan menunjukkan bahwa perawat berkontribusi signifikan dalam kesiapsiagaan komunitas, pelaksanaan triase, penanganan trauma dan non-trauma, dukungan kesehatan mental, serta rehabilitasi pascabencana. Namun, implementasi keperawatan bencana masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kompetensi, kurangnya pelatihan berkelanjutan, dukungan organisasi yang belum optimal, serta perlindungan keselamatan kerja yang belum memadai. Kesimpulan: Keperawatan bencana merupakan bagian integral dari sistem penanggulangan bencana dan memerlukan penguatan melalui integrasi kurikulum keperawatan bencana, pelatihan berkelanjutan, dukungan kebijakan, serta penelitian lanjutan berbasis intervensi. Penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan perawat dan ketahanan sistem kesehatan dalam menghadapi bencana.
Gerakan Cegah Hipertensi melalui Pemeriksaan Tekanan Darah dan Konseling Kesehatan Rismanudin Rismanudin; Suparman Suparman; Indiriadi Indiriadi; Muhammad Evendi Halulanga; Ernawati Ernawati; Cicci Chairunisa Masum; Fani Fionita; Wahyuni Wahyuni; Wiwiek Hidayati Jaya
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i3.925

Abstract

Introduction: Hypertension is a major public health problem that often occurs without symptoms and may cause serious complications such as stroke, heart disease, and kidney failure. Low awareness of regular blood pressure monitoring contributes to delayed detection and treatment. Objective: This community service program aimed to improve public knowledge regarding hypertension, conduct early detection through blood pressure screening, and encourage healthy lifestyle practices. Method: The program used promotive, preventive, educational, and direct screening approaches among adults and older adults. Activities included registration, pre-test, blood pressure examination, health education, individual counseling, post-test, and program evaluation. Result: The program involved 65 participants consisting of 40 women and 25 men. Blood pressure examination showed that 43.1% had normal blood pressure, 30.8% were pre-hypertensive, and 26.1% had grade 1–2 hypertension. Participants demonstrated improved understanding of hypertension prevention and expressed willingness to adopt healthier lifestyles. Conclusion: Blood pressure screening and health counseling effectively improved early detection, knowledge, awareness, and healthy lifestyle behaviors related to hypertension prevention.