Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN AKTIVITAS PEKERJAAN RUMAH TANGGA DAN KADAR GULA DARAH PADA IBU RUMAH TANGGA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUDIANG KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR Cicci Chairunisa Masum; Nasrullah Nasrullah; Abdul Kadir Ahmad
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 9, No 1 (2018): Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v9i1.445

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang masih tinggi di kota Makassar, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Makassar diketahui pada tahun 2016 terdapat 4.555 orang penderita Diabetes Melitus. Diabetes Melitus terus mengalami meningkatan di Puskesmas Sudiang, berdasarkan data sekunder yang diperoleh pada tahun 2016 terdapat 136 orang penderita Diabetes Melitus dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 220 orang penderita Diabetes Melitus. Aktifitas fisik rendah merupakan salah satu faktor tidak terkontrolnya kadar gula dara penderita Diabetes Melitus.Tujuan: Berdasarkan masalah tersebut, dilakukan penelitian untuk menganalisis ada tidaknya hubungan antara aktivitas pekerjaan rumah tangga dengan kadar gula darah pada Ibu rumah tangga penderita Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Sudiang Kecamatan Biringkanaya kota Makassar.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel penelitian sebanyak 63 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner PARQ. Pengambilan darah menggunakan glukometer yang dilakukan oleh peneliti. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85,7% responden kurang beraktivitas dan sebanyak 71,4%  responden memiliki kadar gula darah yang terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara aktivitas pekerjaan rumah tangga dengan kadar gula darah pada Ibu rumah tangga penderita Diabetes Melitus (p=0,649).Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara aktivitas pekerjaan rumah tangga dengan kadar gula darah pada Ibu rumah tangga penderita Diabetes Melitus. Sebaiknya bagi Ibu penderita Diabetes Melitus tidak hanya melakukan aktivitas pekerjaan rumah tangga namun menerapkan aktivitas fisik yang baik seperti rutin bersepeda atau jalan kaki 3-4 hari dalam seminggu selama 20 menit setiap harinya dan mengurangi aktivitas duduk. Karena dengan melakukan aktivitas rumah tangga tidak cukup untuk bisa mengontrol kadar gula darah.Kata kunci: Aktivitas pekerjaan rumah tangga, Diabetes Melitus, Kadar gula Darah
Analisis Kesadaran Keselamatan Kerja Laboratorium IPA Siswa SMA X di Bone Nurwadia Sri Putri Rahmadani; Andi Yepita Deviyanti; Cicci Chairunisa Mas'um; Hardianty Hardianty; Siti Nurmanis Sari
Jurnal Siti Rufaidah Vol. 3 No. 3 (2025): :Jurnal Siti Rufaidah
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jasira.v3i3.227

Abstract

Laboratory guidelines not only provide students with practical experience but also help them identify hazardous materials and maintain occupational safety in the laboratory. This study aims to determine the level of safety awareness in school laboratories among senior high school students. A survey questionnaire prepared using Google Forms was distributed to 35 twelfth-grade students who were considered to have prior experience in receiving laboratory safety materials. The results of this study indicate that most students have implemented laboratory safety procedures, particularly in the use of basic physical protection. However, the low level of students’ safety awareness in the laboratory is influenced by the limited role of teachers in consistently reminding students of laboratory safety procedures, as well as the lack of clear safety guidelines available in the laboratory. Therefore, it is necessary to strengthen teachers’ involvement and provide comprehensive laboratory safety guidelines so that students can better understand the importance of laboratory safety, especially in the event of accidents
Hubungan Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Perilaku Aman Anggota PMR di SMA Rahmadani, Nurwadia Sri Putri; Mas'um, Cicci Chairunisa; Rasmiaji
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2596

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan perilaku aman pada anggota Palang Merah Remaja (PMR) di Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner tertutup berbasis Google Forms, dan wawancara. Partisipan penelitian merupakan anggota aktif PMR. Instrumen penelitian terdiri dari lima pertanyaan pengetahuan K3 berbentuk benar–salah serta lima pernyataan perilaku aman menggunakan skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan K3 anggota PMR tergolong baik hingga sangat baik. Seluruh responden (100%) mampu menjawab dengan benar pertanyaan terkait tujuan utama K3 di sekolah dan tindakan pertama setelah terjadi kecelakaan. Sebagian besar responden juga memahami penggunaan alat pelindung diri saat menangani luka berdarah (90,9%) serta penempatan kotak P3K yang mudah diakses (96,9%). Namun demikian, perilaku aman belum sepenuhnya konsisten, terutama dalam penggunaan sarung tangan saat menangani luka, sebagian besar responden masih bersikap netral (63,6%). Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan K3 yang baik belum selalu diikuti oleh penerapan perilaku aman secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pembiasaan praktik, pengawasan pembina, serta dukungan sarana prasarana untuk meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan sekolah. Kata kunci: Keselamatan dan kesehatan kerja, perilaku aman, PMR ABSTRACT Safe behavior is an important aspect of Occupational Safety and Health (OSH) implementation, particularly for Youth Red Cross (PMR) members who are often involved in first aid and health-related activities in schools. Understanding and applying safe behavior is essential to prevent accidents and reduce injury risks. This study aims to examine the relationship between the level of OSH knowledge and safe behavior among PMR members in senior high schools. The research used a qualitative approach with data collection techniques including observation, closed-ended questionnaires distributed through Google Forms, and interviews. The participants were active PMR members. The research instrument consisted of five true–false questions measuring OSH knowledge and five statements measuring safe behavior using a Likert scale. Data were analyzed descriptively by calculating frequencies and percentages. The results showed that the level of OSH knowledge among respondents was categorized as good to very good. All respondents (100%) correctly answered questions related to the main objectives of OSH and the first action after an accident. However, safe behavior was not fully consistent, particularly in the use of gloves when handling injuries. In conclusion, good OSH knowledge does not always guarantee consistent safe behavior, therefore strengthening practice and supervision is necessary to improve safety culture in schools. Keywords: Occupational Safety, Safe Behavior, PMR
Penguatan Budaya Keselamatan dan Kesehatan di Sekolah Menengah Atas melalui Pencegahan Bullying sebagai Upaya Menciptakan Lingkungan Belajar Sehat Aman Berkelanjutan Nurwadia Sri Putri Rahmadani; Mas'um, Cicci Chairunisa; Rasmiaji Rasmiaji
Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Maret: Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/kolaborasi.v4i1.953

Abstract

Bullying is a psychosocial hazard that can occur in the school environment and may negatively affect students’ mental health, social interactions, and learning processes. Bullying can take various forms, including physical, verbal, and psychological actions that occur repeatedly and cause victims to experience emotional distress, decreased learning motivation, and feelings of insecurity at school. This Community Service Program (PKM) aimed to increase high school students’ knowledge and awareness regarding the dangers of bullying and its prevention through the principles of Occupational Safety and Health (OSH). The methods used in this activity included delivering educational materials through lectures, conducting question-and-answer sessions to assess students’ initial understanding, and facilitating interactive discussions to encourage active participation. Monitoring and evaluation were also conducted to assess the effectiveness of the activity. The results of the program indicated a significant improvement in students’ understanding and awareness of the forms, impacts, and prevention strategies related to bullying in the school environment. Students also demonstrated a more critical attitude toward bullying behavior and a greater awareness of the importance of creating a safe, healthy, and respectful school environment. The application of an OSH-based approach in bullying prevention is expected to strengthen the safety culture in schools and support the development of a conducive learning environment for all students.  
PENINGKATAN PERILAKU AMAN MELALUI EDUKASI K3 PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN KAHU KABUPATEN BONE Nadia Muthia Hanifah Amrin; Muhammad Evendi Halulanga; Cicci Chairunisa Mas'um; Muhammad Fathur Rahman MT Hardjo; Andi Nadya Eka Putri
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.84083

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah bidang studi yang digunakan untuk mencegah penyakit dan kecelakaan kerja. Konsep ini secara umum bertujuan untuk membuat tempat yang aman dan sehat bagi setiap orang yang melakukan aktivitas produktif untuk menjamin kesejahteraan fisik, mental, dan sosial. K3 awalnya lebih banyak digunakan di industri manufaktur formal, tetapi prinsip-prinsipnya tetap berlaku untuk semua jenis pekerjaan, termasuk pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat umum di sektor informal dan di lingkungan domestik. Pengabdian ini bertujuan untuk  meningkatkan kapasitas pengetahuan dan mengubah perilaku menggunakan edukasi K3 kepada masyarakat di Kecamatan kahu mengenai perilaku aman ditempat kerja serta mendorong terjadinya transisi perilaku dan tindakan tidak aman menjadi perilaku aman. Pelatihan diikuti oleh 35 peserta dan dilaksanakan dengan metode pelatihan yang dikemas dengan ceramah dan diskusi sehingga mitra lebih leluasa untuk mengungkapkan permasalahan yang dihadapi. Pelatihan dimaksudkan untuk memberikan edukasi K3 kepada masyarakat di Kecamatan Kahu tentang identfikasi bahaya di tempat kerja untuk mencegah kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan perilaku aman melalui edukasi K3 pada Masyarakat Di Kecamatan Kahu Kabupaten Bone dengan hasil yang signifikan (pengetahuan p-value 0,001) berkesimpulan bahwa edukasi K3 yang di lakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan Perilaku aman pada masyarakat di Kecamatan Kahu Kabupaten Bone
Management of a Community Nursing–Based Healthy Workplace Program for Enhancing the Productivity and Well-Being of Elderly Workers Cicci Chairunisa Mas’um; Rismanudin; Sri Ayu Nuramalia Kaharuddin; Ambo Anto; Geovanny Serviam Permana Putri Rahamitu; Andi Yani Indra Dewi; Andi Haryati Hasrib
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 5 No. 1 (2026): March-August
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v5i1.1957

Abstract

The increasing participation of older adults in the workforce has emphasized the need for workplace health programs that support productivity and well-being. Elderly workers often experience age-related challenges, including chronic diseases, fatigue, and psychosocial problems that may affect their work performance and quality of life. This study aimed to develop and evaluate a community nursing-based Healthy Workplace program for elderly workers in South Sulawesi, Indonesia. A Research and Development (R&D) approach was applied through needs assessment, program design, validation, implementation, and evaluation stages. Data were collected using interviews, observations, questionnaires, focus group discussions, and document reviews. The program included occupational health education, ergonomic counseling, psychosocial support, physical activity promotion, and regular health monitoring. The findings showed improvements in occupational health knowledge, workplace safety practices, productivity, and physical and psychological well-being among participants. Collaboration among community nurses, employers, workers, and local health services also strengthened program sustainability. The Healthy Workplace program offers a practical strategy to promote healthy aging and improve the quality of life of elderly workers.
Gerakan Cegah Hipertensi melalui Pemeriksaan Tekanan Darah dan Konseling Kesehatan Rismanudin Rismanudin; Suparman Suparman; Indiriadi Indiriadi; Muhammad Evendi Halulanga; Ernawati Ernawati; Cicci Chairunisa Masum; Fani Fionita; Wahyuni Wahyuni; Wiwiek Hidayati Jaya
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i3.925

Abstract

Introduction: Hypertension is a major public health problem that often occurs without symptoms and may cause serious complications such as stroke, heart disease, and kidney failure. Low awareness of regular blood pressure monitoring contributes to delayed detection and treatment. Objective: This community service program aimed to improve public knowledge regarding hypertension, conduct early detection through blood pressure screening, and encourage healthy lifestyle practices. Method: The program used promotive, preventive, educational, and direct screening approaches among adults and older adults. Activities included registration, pre-test, blood pressure examination, health education, individual counseling, post-test, and program evaluation. Result: The program involved 65 participants consisting of 40 women and 25 men. Blood pressure examination showed that 43.1% had normal blood pressure, 30.8% were pre-hypertensive, and 26.1% had grade 1–2 hypertension. Participants demonstrated improved understanding of hypertension prevention and expressed willingness to adopt healthier lifestyles. Conclusion: Blood pressure screening and health counseling effectively improved early detection, knowledge, awareness, and healthy lifestyle behaviors related to hypertension prevention.
The Relationship between Burnout and Compliance with Occupational Safety Implementation in Nurses Cicci Chairunisa Mas'um; Rismanudin Rismanudin; Nadia Muthia Hanifah Amrin; Muhammad Fathur Rahman Mt Hardjo; Sahari Bulan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61792

Abstract

Burnout among nurses is a significant occupational issue that may negatively affect the quality of healthcare services, including compliance with occupational safety implementation. Poor adherence to occupational safety practices increases the risk of workplace accidents, injuries, and healthcare-associated infections within hospital settings. This study aimed to examine the relationship between burnout and compliance with occupational safety implementation among nurses. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 150 nurses selected through proportionate random sampling. Burnout was assessed using the Maslach Burnout Inventory (MBI), while occupational safety compliance was measured using a validated occupational safety compliance questionnaire. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test with a significance level of 0.05. The findings revealed that most respondents experienced moderate burnout (58.7%) and demonstrated good occupational safety compliance (64.0%). A significant negative relationship was found between burnout and compliance with occupational safety implementation (p = 0.002; r = -0.387), indicating that higher burnout levels were associated with lower compliance with occupational safety practices. The study concludes that organizational support and effective workload management are essential strategies to reduce burnout and improve nurses' compliance with occupational safety implementation.