Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of Jet Bubble Column Technology in Domestic Wastewater Treatment at Pesantren Zaadul Ma’ad Yuniar; Didiek Hari Nugroho; Yuliansyah Yuliansyah
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 29, No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v29i1.13006

Abstract

Domestic wastewater in Islamic boarding schools is commonly managed using simple holding ponds without standardized treatment, resulting in high turbidity, elevated suspended solids, ammonia accumulation, and low dissolved oxygen levels. These conditions negatively affect environmental quality, sanitation, and the health of the community. Pesantren Zaadul Ma’ad experienced similar problems, with initial wastewater characteristics showing low dissolved oxygen (3.85 mg/L), turbidity of 49.3 NTU, total suspended solids (TSS) of approximately 50 mg/L, and ammonia concentrations around 30 mg/L. This community engagement program aimed to apply Jet Bubble Column (JBC) technology to improve wastewater quality and to strengthen the capacity of students and teachers in managing simple wastewater treatment systems. The program was carried out using a structured Participatory Action Research (PAR) approach, consisting of socialization, operational training, installation of the JBC unit, operational mentoring, periodic monitoring, and sustainability planning. The JBC system was installed in the wastewater holding pond and integrated with a multilayer filtration unit. Water quality monitoring was conducted using portable instruments to measure pH, dissolved oxygen (DO), total dissolved solids (TDS), turbidity, total suspended solids (TSS), and ammonia (NH₃). The implementation of JBC technology resulted in significant improvements in wastewater quality. DO levels increased to above 5 mg/L, ammonia concentrations decreased by 80–90%, TSS levels were reduced by more than 50%, and turbidity dropped to below 1 NTU. These improvements indicate a transition from anaerobic to stable aerobic conditions, highlighting the effectiveness of microbubble aeration combined with multilayer filtration in treating domestic wastewater. Beyond the technical results, the program strengthened local management capacity through the training of internal operators, the development of standard operating procedures (SOPs), and the integration of sanitation topics into educational activities. Recommended follow-up actions include optimizing the JBC design for greater efficiency, expanding the use of treated water for non-consumptive purposes, and replicating the model in other boarding schools as part of a broader effort to support decentralized and sustainable wastewater management systems.
Peningkatkan Daya Saing Usaha Mikro,Kecil dan Menengah dalam Pemasaran Produk Halal di PonPes Al-Malul Khair Raudhatus Sa’adah Sa'adah; Afriyani Afriyani; Endang Verawati; Ayu Kalista; Gemala Cahya; Yunita Cucikodana; Muhammad Deddy Syafrullah; Yuliansyah Yuliansyah; Selaginella Danarjati; Muhammad Haikal
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/fkzqgc05

Abstract

Permintaan global yang terus meningkat terhadap produk halal menghadirkan peluang yang signifikan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di negara dengan mayoritas penduduk Muslim seperti Indonesia. Namun, meskipun memiliki potensi tersebut, banyak tantangan dalam memasarkan produk halal secara efektif karena keterbatasan akses terhadap proses sertifikasi halal, rendahnya literasi digital, serta strategi branding yang belum berkembang dengan baik. Untuk mengatasi tantangan tersebut, UMKM memerlukan dukungan yang komprehensif,  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada pelaku UMKM yang berafiliasi dengan Pondok Pesantren Al-Amalul Khair mengenai pentingnya sertifikasi halal. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendukung UMKM dalam meningkatkan penjualan serta pendapatan secara keseluruhan.  Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Community-Based Research (CBR), yang melibatkan interaksi langsung antara narasumber dan peserta melalui pertemuan tatap muka yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Amalul Khair. Dalam sesi tersebut, narasumber menyampaikan materi dan diskusi mengenai pelabelan halal serta strategi untuk memperluas jangkauan pasar dengan memanfaatkan produk bersertifikat halal.  Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman di kalangan peserta UMKM mengenai pentingnya sertifikasi produk halal. Selain itu, kegiatan ini memberikan dukungan praktis dalam meningkatkan upaya pemasaran mereka, sehingga berkontribusi pada peningkatan kinerja penjualan dan pertumbuhan usaha. Diharapkan setelah kegiatan ini pelaku UMKM di lingkungan area ponpes memiliki keinginan untuk melakukan perbaikan produk dengan lebel halal sehingga dapat meningkatkan daya saing pemasarannya