Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Aksiologi Filsafat Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Akhlak Digital Peserta Didik Dewi Sri Wahyuniarti; Rahmad Fadhli; Yahanan Yahanan; Siti Mahmudah Noorhayati
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i1.1834

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam pola interaksi dan perilaku peserta didik, sekaligus memunculkan berbagai persoalan etika dan akhlak di ruang digital. Fenomena seperti cyberbullying, penyebaran hoaks, dan rendahnya tanggung jawab bermedia menunjukkan bahwa penguasaan teknologi belum diiringi dengan kematangan moral. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji aksiologi filsafat pendidikan Islam sebagai kerangka normatif dalam pembentukan akhlak digital peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan metode analisis filosofis-kritis terhadap literatur primer dan sekunder yang relevan dengan pendidikan Islam, etika digital, dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai aksiologis Islam, khususnya adil, ihsan, dan amanah, memiliki relevansi konseptual dan aplikatif dalam membimbing perilaku peserta didik di ruang digital. Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai fondasi etis yang mengaitkan aktivitas digital dengan tanggung jawab moral dan spiritual. Kajian ini menegaskan bahwa pembentukan akhlak digital memerlukan pendekatan pendidikan yang berorientasi pada internalisasi nilai, bukan semata-mata pada kecakapan teknologis, serta memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam yang responsif terhadap tantangan era digital.
Filsafat Kurikulum Pendidikan Islam Ananda Pane; Kholid Jamhuri Harahap; Yahanan Yahanan; Siti Mahmudah Noorhayati
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v1i4.140

Abstract

Kurikulum merupakan komponen fundamental dalam sistem pendidikan Islam yang berfungsi sebagai panduan untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep filsafat kurikulum pendidikan Islam, mengidentifikasi landasan-landasan yang mendasarinya, serta menjelaskan prinsip dan asas yang menjadi pedoman pengembangan kurikulum pendidikan Islam. Metode kajian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan Islam memiliki karakteristik khusus yang berlandaskan pada Al-Qur'an dan Hadis, serta terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman dalam seluruh aspek pendidikan. Landasan kurikulum pendidikan Islam meliputi landasan religius, filosofis, psikologis, sosiologis, dan organisatoris yang saling berkaitan dan melengkapi. Prinsip-prinsip kurikulum pendidikan Islam mencakup keterkaitan dengan ajaran Islam, komprehensif, relevansi, efisiensi, individualitas, dan efektivitas. Sementara itu, asas-asas kurikulum meliputi asas religius, falsafah, psikologis, sosiologis, organisatoris, sosial budaya, dan teknologi. Kurikulum pendidikan Islam yang dikembangkan dengan memperhatikan landasan, prinsip, dan asas tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kompetensi yang diperlukan untuk kehidupan di dunia dan akhirat.
Peran Pendidikan Dalam Kemajuan Dan Kemunduran Peradaban: Perspektif Ibnu Khaldun Faiqotus Nabila; Samsimah; Saepul Malik; Siti Mahmudah Noorhayati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18230

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kemajuan dan mencegah kemunduran peradaban. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengkaji peran pendidikan dalam perspektif pemikiran Ibnu Khaldun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep pendidikan serta perannya dalam dinamika peradaban, baik sebagai faktor kemajuan maupun kemunduran. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap Muqaddimah dan literatur relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berperan strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, memperkuat solidaritas sosial, serta mendorong perkembangan ilmu pengetahuan. Sebaliknya, lemahnya pendidikan dapat menyebabkan stagnasi intelektual dan kemunduran peradaban. Konsep pendidikan Ibnu Khaldun yang menekankan pembelajaran bertahap, pendekatan humanis, dan integrasi ilmu serta akhlak terbukti relevan dengan pendidikan kontemporer. Dengan demikian, pendidikan menjadi kunci utama dalam membangun peradaban yang maju, berkelanjutan, dan beradab.
Epistemologi Dalam Filsafat Pendidikan Islam Azhar Azmi Manurung; Syifa Zulfi; Siti Mahmudah Noorhayati; Yahanan Yahanan
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i1.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep epistemologi dalam filsafat pendidikan Islam, meliputi sumber dan validitas pengetahuan, serta pendekatan epistemologi bayani, irfani, dan burhani. Epistemologi dalam pendidikan Islam memiliki kekhasan tersendiri karena tidak hanya mengandalkan rasio dan empirisme sebagaimana tradisi Barat, tetapi juga menempatkan wahyu sebagai sumber kebenaran absolut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur-literatur primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pengetahuan dalam epistemologi pendidikan Islam terdiri dari tiga pilar utama: ayat-ayat ilahiyah (Al-Qur'an dan Sunnah), ayat-ayat insaniyah (potensi akal, indera, hati, dan fitrah manusia), dan ayat-ayat kauniyah (fenomena alam semesta). Validitas pengetahuan dalam Islam diukur bukan hanya dari aspek rasionalitas dan empirisitas, tetapi juga dari kesesuaiannya dengan nilai-nilai tauhid, moral, dan tujuan spiritual. Ketiga pendekatan epistemologi—bayani (tekstual), irfani (intuitif-spiritual), dan burhani (rasional-empiris)—saling melengkapi dalam membentuk fondasi epistemologi pendidikan Islam yang holistik dan integratif. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang mengintegrasikan ketiga pendekatan epistemologi tersebut secara seimbang agar menghasilkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, kematangan moral, dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai khalifah Allah di muka bumi
METODE DIALEKTIKA DALAM PENDIDIKAN ISLAM: SINTESIS KLASIK-MODERN MENUJU INSAN KAMIL Aura sufi sabila; Despita Amalina Harahap; Widya Eka Putri Pohan; Siti mahmudah noorhayati; Yahanan Yahanan
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i1.198

Abstract

Pendidikan Islam kontemporer menghadapi tantangan reduksi fungsi ke aspek kognitif semata, dikotomi ilmu agama-umum, dan krisis identitas moral akibat globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini mengkaji metode dialektika sebagai solusi potensial melalui sintesis tesis-antitesis yang mengintegrasikan pemikiran filsuf Islam klasik (Al-Farabi, Al-Ghazali, Ibnu Sina, Ibnu Khaldun) dengan konteks modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konseptual terhadap sumber primer dan sekunder terkait filsafat pendidikan Islam dan dialektika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dialektika efektif mengintegrasikan rasionalitas (Al-Farabi) dengan spiritualitas (Al-Ghazali), individualitas dengan sosialitas (Ibnu Khaldun), serta idealisme dengan realisme untuk mencapai keseimbangan ruhani-jasmani-akal menuju pembentukan insan kamil. Implementasi dialektika dalam kurikulum melalui tahap tesis (pengenalan materi), antitesis (diskusi ketegangan), dan sintesis (proyek kreatif) terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, identitas Islam, dan tanggung jawab sosial siswa, sehingga pelatihan guru PAI menggunakan metode dialektika, pengembangan kurikulum berbasis langkah tesis-antitesis-sintesis, serta penelitian empiris lanjutan untuk validasi implementasi di madrasah Indonesia sangat urgensi.