Muskibah Muskibah
Universitas Jambi, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Compensation for Consumers for Illegal Acts in E-Commerce Transactions from the Perspective of Legislation Muskibah Muskibah; Diana Amir; Lili Naili Hidayah; Pahlefi Pahlefi; Suhermi Suhermi
Journal Of Social Science (JoSS) Vol 5 No 3 (2026): Journal of Social Science
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/0wtv6t44

Abstract

The rapid growth of e-commerce has significantly reshaped the global marketplace, enabling consumers to engage in digital transactions easily. However, alongside its benefits, e-commerce has introduced challenges, particularly regarding consumer protection in cases of unlawful acts committed by business actors. The aim of this study is to analyze the legal concept of compensation for consumers in e-commerce transactions, focusing on unlawful acts. This research investigates the responsibilities of business actors in ensuring consumer protection and the applicability of various laws, such as the Civil Code, the Consumer Protection Law, and the Electronic Information and Transaction Law (ITE Law), to e-commerce contexts. Using a descriptive-analytical approach with normative juridical methods, the research explores case law, legal frameworks, and secondary data related to consumer complaints, including issues of fraud, product misrepresentation, and privacy violations. The findings highlight the complexities surrounding compensation claims for both material and immaterial damages resulting from e-commerce violations. The study concludes that there is a need for stronger legal provisions to ensure fair compensation and accountability for e-commerce business actors. This research also recommends enhancing digital literacy among consumers and reinforcing the regulatory mechanisms to promote a safer e-commerce environment. The study contributes to a deeper understanding of consumer rights in the digital economy and suggests improvements in the legal framework for e-commerce transactions.
Perlindungan Hukum bagi WNI dalam Pembagian Harta Bersama pada Perkawinan Campuran : Studi Putusan MA No. 2457 K/Pdt/2020 Ghea Nisya Salsabilla; Muskibah Muskibah; Rosmidah Rosmidah; Sasmiar Sasmiar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.15980

Abstract

Perkawinan campuran antara Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing menimbulkan kompleksitas hukum, khususnya dalam pembagian harta bersama yang beririsan dengan pembatasan kepemilikan hak atas tanah berdasarkan asas nasionalitas. Ketidaksinkronan antara rezim hukum perkawinan dan hukum agraria berpotensi melemahkan perlindungan hukum bagi Warga Negara Indonesia, terutama dalam situasi perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi Warga Negara Indonesia dalam pembagian harta bersama pada perkawinan campuran serta mengkaji penerapannya dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 2457 K/Pdt/2020. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Analisis dilakukan terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Undang-Undang Pokok Agraria serta putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum yang ada belum sepenuhnya memberikan perlindungan yang komprehensif bagi Warga Negara Indonesia, terutama terkait aset produktif yang diperoleh selama perkawinan. Dalam putusan yang dikaji, Mahkamah Agung menetapkan sebagian aset sebagai harta bersama, namun belum mempertimbangkan secara optimal aspek keadilan substantif terhadap unit usaha yang dibangun selama perkawinan.