Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Fluktuasi Unsur Iklim pada Musim Tanam dan Produktivitas Padi (Oryza sativa) di Kabupaten Banyuwangi Mokhtar Effendi; Ari Istanti; Aldy Bahaduri Indraloka; Amelia Putri Listia Ningseh; Anisa Rofikho Agustin
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 10 No 1 (2026): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v10i1.780

Abstract

Kabupaten Banyuwangi, sebagai lumbung padi utama di Jawa Timur memiliki peran penting dalam ketahanan pangan nasional. Namun, produksi padi mengalami penurunan pada tahun 2023 sebesar 1,61% dibandingkan tahun sebelumnya. Fluktuasi iklim seperti curah hujan dan suhu memengaruhi musim tanam, pertumbuhan tanaman, hingga hasil panen. Produksi pangan terutama padi (Oryza sativa L.) menjadi salah satu komponen penting di dalam perkembangan sektor pertanian. Salah satu penyebab produksi padi tidak stabil di Indonesia disebabkan oleh perubahan iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi apakah terjadi perubahan iklim pada tahun 2004 – 2023  dan mengetahui dampak perubahan iklim terhadap musim tanam dan produktivitas padi di Kabupaten Banyuwangi. Penelitian dilakukan pada Juni - September 2025 di Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei menggunakan data primer dan sekunder. Analisis statistik (korelasi dan regresi) digunakan untuk melihat pengaruh iklim terhadap produktivitas, penentuan awal musim hujan dan kemarau untuk penyesuaian kalender tanam. Hasil penelitian menunjukkan di Kabupaten Banyuwangi tergolong tipe iklim C  (agak basah) dengan nilai Q sebesar 33,33% yang mana tipe iklim ini lebih cocok untuk dikembangkan tanaman pangan, palawija ataupun tanaman yang butuh air yang cukup. Terjadi perubahan iklim di Kabupaten Banyuwangi yang ditandai dengan perubahan tipe iklim dari tipe iklim D (sedang) ke tipe iklim C (agak basah) dan terdapat peningkatan rerata curah hujan bulanan dan suhu udara selama 2 dekade. Dampak dari perubahan iklim adanya peningkatan curah hujan yang cukup signifikan terjadi pada Bulan Juni – Juli. Unsur iklim curah hujan tidak mempengaruhi produktivitas padi, namun unsur suhu memberikan pengaruh 28% terhadap produktivitas padi di Kabupaten Banyuwangi.
Application of Biofertilizer Combined with Bioactivator in the Vegetative Phase of Inpari 32 Rice Variety Mohammad Ali Mudhor; Ari Istanti; Mokhtar Effendi; Vad’aq Babgei Nur Muhammad; As’ad Surya Akbar; Sukma Septia Ayu; Shabrina Amalia Islami
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 10 No. 2 (2026): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v10i2.557

Abstract

Sustainable rice cultivation requires effective nutrient management strategies to reduce chemical fertilizer dependency. Biofertilizers enriched with humic acid and microbial consortia offer an eco-friendly alternative to enhance soil fertility and plant productivity. This study evaluated the effects of biofertilizer combined with humic acid and a microbial consortium on vegetative growth, chlorophyll content, and macronutrient availability in Inpari 32 rice. The experiment was conducted in a greenhouse at Banyuwangi State Polytechnic using a completely randomized factorial design with two biofertilizer types: biofertilizer + humic acid (B1) and biofertilizer + microbial consortium (Bacillus, Trichoderma, Saccharomyces) (B2), and three application doses: 300 g, 400 g, and 500 g per pot. Although ANOVA results indicated no statistically significant differences among treatments, a consistent positive trend was observed in plant height, tiller number, and chlorophyll content at the 400 g dose. Soil N, P, and K levels tended to decrease, possibly due to enhanced nutrient uptake by plants, suggesting an improved nutrient use efficiency. Overall, the combination of biofertilizer and humic acid at the 400 g dose tended to show higher values compared to other treatments, although these differences were not statistically significant. These findings support the use of multi-species microbial biofertilizers and IoT-based precision fertilization systems to promote sustainable rice production in Indonesia.