Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Edukasi dan Perancangan Roadmap Kelurahan Inklusif Untuk Menyokong UNESA Sebagai Kampus Ramah Disabilitas Rianda Usmi; Budi Santosa; Firre An Suprapto; Muhammad Ridho Prihatin; Vito Dafanda Febriansah; Achmad Faried Irfany
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1063

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan atau berfokus pada edukasi dan perancangan roadmap kebijakan kelurahan inklusif guna menyokong Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sebagai kampus ramah disabilitas. Kampus 1 UNESA yang berlokasi di Kelurahan Ketintang Surabaya telah mendapatkan pengakuan sebagai kampus ramah disabilitas, akan tetapi belum disokong oleh masyarakat dan pemerintah kelurahan setempat. Banyak sarana prasarana umum di masyarakat Ketintang belum memiliki aksesibilitas yang ramah disabilitas. Metode PKM meliputi tiga tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan difokuskan pada analisis kebutuhan, perancangan materi dan kegiatan. Tahap pelaksanaan berupa paparan materi dan perancangan roadmap. Tahap evaluasi berupa refleksi dan umpan balik. Indikator keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yakni minimum 75% peserta hadir dan mengikuti kegiatan sampai selesai, minimum 75% peserta menyatakan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif-ramah disabilitas; dan tersusunnya 1 roadmap kebijakan penyelenggaran kelurahan inklusif. Kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan inklusif, serta berhasil menyusun roadmap kebijakan kelurahan inklusif. Penyusunan roadmap melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, pemerintah, dan komunitas penyandang disabilitas. Roadmap yang dihasilkan sangat penting sebagai pedoman dalam menciptakan lingkungan sosial yang inklusif, baik dari aspek infrastruktur, layanan publik, maupun akomodasi untuk kelompok disabilitas.
Proses Pembentukan Identitas Kolektif Komunitas Suporter La Grande Indonesia dalam Praktik Dukungan Saat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Afiq Dhiyaur Rohman; Maya Mustika Kartika Sari; Budi Santosa
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembentukan identitas kolektif komunitas suporter La Grande Indonesia dalam praktik dukungan terhadap Tim Nasional Indonesia pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori identitas kolektif Taylor dan Whittier yang meliputi group boundary, collective consciousness, dan negotiation, serta didukung konsep solidaritas mekanik Émile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas kolektif komunitas La Grande Indonesia berawal dari kesamaan minat, kecintaan, dan loyalitas terhadap Tim Nasional Indonesia yang berkembang menjadi kesadaran bersama (collective consciousness). Kesadaran tersebut mendorong terbentuknya batas kelompok (group boundary) melalui penggunaan simbol, atribut berwarna merah, pemilihan tribun utara sebagai ruang dukungan, serta gaya dukungan yang khas. Dalam prosesnya, identitas kolektif terus dibentuk dan dipertahankan melalui berbagai bentuk negosiasi, baik di antara anggota komunitas maupun dengan pihak eksternal. Praktik dukungan yang dilakukan secara kolektif dan berulang, seperti koreografi, chant, perjalanan dukungan, dan aktivitas komunitas lainnya, menghasilkan rasa saling memiliki (sense of belonging) yang semakin kuat. Kondisi tersebut kemudian memperkuat solidaritas mekanik yang ditandai oleh loyalitas, kebersamaan, komitmen kolektif, dan hubungan sosial yang erat antaranggota komunitas.
Penerapan Pendekatan Pembelajaran Mendalam pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Al- Amin Surabaya: Penelitian Firna Dwi Auliyah; Budi Santosa; Listyaningsih; Rianda Usmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Al-Amin Surabaya serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Pembelajaran Mendalam telah diterapkan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dengan mengintegrasikan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning. Guru menyusun modul ajar yang berpusat pada peserta didik, sedangkan pelaksanaan pembelajaran mendorong keterlibatan aktif peserta didik melalui diskusi, kerja kelompok, presentasi, pemecahan masalah, dan refleksi. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai bentuk penilaian. Faktor pendukung meliputi kesiapan guru, metode dan media pembelajaran yang variatif, fasilitas sekolah yang memadai, serta dukungan sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi karakter peserta didik yang beragam, keterbatasan waktu pembelajaran, suasana kelas yang kurang kondusif, serta penyusunan modul ajar yang lebih rinci.
PEMANFAATAN GAWAI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI DITINJAU DARI PERSPEKTIF GURU DAN SISWA Farin Fadillah; Budi Santosa; Harmanto; Siti Maizul Habibah
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.12313

Abstract

This research is motivated by the development of information technology that encourages the use of gadgets as a learning medium in schools, including at SMP Negeri 32 Surabaya which has a policy on the use of gadgets in learning. This study aims to describe the use of gadgets as a learning medium from the perspective of teachers and students, and to identify the challenges faced in their use. This study uses a descriptive qualitative approach with a purposive sampling technique for determining informants. The research informants consisted of teachers, students in grades VII and VIII, and the vice principal for public relations and curriculum as supporting informants. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation, while data validity was tested using technical triangulation. The results of the study indicate that gadgets are used as digital learning resources, interactive learning media, learning evaluation tools, means of increasing motivation and learning engagement, supporting independent learning, and are used flexibly according to learning needs. This utilization indicates the existence of a connectivism-based learning process that allows students to build knowledge through connections with various digital information sources. The challenges faced include technical challenges such as internet network constraints, limited data quotas, and device availability, as well as nontechnical challenges such as device distractions, limited supervision, and difficulties validating digital information. The study's conclusions indicate that devices have the potential to support interactive, flexible, and adaptive learning, but require learning management, infrastructure support, and digital literacy enhancement to ensure optimal and meaningful use. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi informasi yang mendorong pemanfaatan gawai sebagai media pembelajaran di sekolah, termasuk di SMP Negeri 32 Surabaya yang memiliki kebijakan penggunaan gawai dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan gawai sebagai media pembelajaran ditinjau dari perspektif guru dan siswa, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan melalui purposive sampling. Informan penelitian terdiri atas guru, siswa kelas VII dan VIII, serta wakil kepala sekolah bidang humas dan kurikulum sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gawai dimanfaatkan sebagai sumber belajar digital, media pembelajaran interaktif, alat evaluasi pembelajaran, sarana peningkatan motivasi dan keterlibatan belajar, pendukung kemandirian belajar, serta digunakan secara fleksibel sesuai kebutuhan pembelajaran. Pemanfaatan tersebut menunjukkan adanya proses pembelajaran berbasis konektivisme yang memungkinkan siswa membangun pengetahuan melalui koneksi dengan berbagai sumber informasi digital. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi tantangan teknis berupa kendala jaringan internet, keterbatasan kuota, dan kesiapan perangkat, serta tantangan nonteknis berupa distraksi penggunaan gawai, keterbatasan pengawasan, dan kesulitan memvalidasi informasi digital. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gawai berpotensi mendukung pembelajaran yang interaktif, fleksibel, dan adaptif, namun memerlukan pengelolaan pembelajaran, dukungan infrastruktur, dan penguatan literasi digital agar penggunaannya lebih optimal dan bermakna.
Metode Window Shopping sebagai Strategi Pembelajaran Inovatif dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Syavina Rizqy Amelia; Listyaningsih Listyaningsih; Siti Maizul Habibah; Budi Santosa
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v5i2.6210

Abstract

Pancasila Education at SMAN 2 Lamongan, the lecture method is still theoretical. This causes students' learning interest to be low. This condition causes the learning process to feel monotonous, causes boredom, and decreases active student participation. This study aims to examine the effect of implementing the Window Shopping method on students' learning interest in the Pancasila Education subject in class XI of SMAN 2 Lamongan. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental type and a nonequivalent control group design. The research sample consisted of 70 students consisting of 35 students in the experimental class (XI-10) and 35 students in the control class (XI-12). Data collection techniques were carried out through questionnaires, and data analysis used descriptive analysis and inferential statistics. The results of the study showed that the average score of students' learning interest in the experimental class was higher than in the control class. This was proven through the nonparametric Mann-Whitney U test which showed the Asymp. Sig. value. (2-tailed) of 0.000 which is smaller than the significance level of 0.05, so H₀ is rejected and Hₐ is accepted. In addition, the results of the N-Gain analysis show an average score of 0.7013 or 70.13% which is included in the fairly effective criteria. This value indicates that there is a significant increase in student learning interest after the application of the Window Shopping method. Thus, it can be concluded that the Window Shopping method is effective in increasing learning interest because it is able to encourage active involvement, interaction, and a more interesting learning experience.
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Guru Rumpun Mata Pelajaran Sosial Humaniora Dalam Merancang Dan Menggunakan Pendekatan Deep Learning Di Lab School Unesa Beti Indah Sari; Siti Maizul Habibah; Harmanto Harmanto; Listyaningsih Listyaningsih; Rianda Usmi; Budi Santosa
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/31yjvs15

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru mata pelajaran sosial humaniora dalam merancang dan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini diikuti oleh 55 guru dari berbagai sekolah mitra  yang tergabung dalam Lab School UNESA dan dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2025. Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sangat relevan dalam pembelajaran sosial humaniora karena mampu mendorong siswa untuk berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual. Kegiatan ini menggunakan metode lokakarya dan praktik penyusunan perangkat ajar. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung transformasi pembelajaran sosial humaniora yang lebih bermakna dan berorientasi pada penguatan karakter.