Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di tiga daerah di Provinsi Sumatera Utara, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Batu Bara, dalam rentang waktu antara tahun 2019 hingga 2023. Ketiga daerah tersebut dipilih karena masing-masing mencerminkan karakteristik sosial-ekonomi yang berbeda, yang memungkinkan adanya analisis variasi pengaruh IPM dan RLS terhadap TPT di antara daerah. Data yang digunakan adalah data sekunder bertipe panel yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang mengkombinasikan dimensi cross-section (antar daerah) dan time-series (antar tahun). Proses pemilihan model regresi panel yang paling tepat dilakukan melalui serangkaian pengujian spesifikasi, yaitu uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier. Dari hasil pengujian tersebut, Fixed Effect Model (FEM) ditetapkan sebagai model estimasi yang paling sesuai untuk menjelaskan hubungan antar variabel dalam penelitian ini. Hasil estimasi menunjukkan bahwa IPM memiliki dampak positif dan signifikan terhadap TPT, sedangkan RLS memberikan dampak negatif dan signifikan. Di samping itu, ditemukan adanya perbedaan efek tetap (fixed effect) di antara daerah-daerah yang menunjukkan bahwa karakteristik unik masing-masing wilayah juga mempengaruhi variasi tingkat pengangguran. Temuan ini menekankan pentingnya adanya sinkronisasi kebijakan antara peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan kesempatan kerja formal. Tanpa adanya penyerapan tenaga kerja yang memadai, peningkatan IPM dan RLS mungkin tidak secara otomatis menyebabkan penurunan angka pengangguran, sehingga diperlukan strategi pembangunan yang lebih terpadu di tingkat kabupaten.