Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Empowering Learner Soft Skills in Digital Teaching: A Study of Teacher Perspectives Yentri Anggeraini; Fitria Aprilia; Muhammad Yazir; Lianasari; Nopa Yusnilita
Journal of English Language Learning Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : English Language Education Department, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jell.v9i2.17000

Abstract

The necessity of soft skills for digital native learners is paramount, underscoring the urgency of integrating them into pedagogical processes to equip students with essential life competencies for navigating the digital age. This study investigates English educators' perspectives and implementation strategies for fostering eight key soft skills (communication, collaboration, critical thinking, creativity, adaptability, emotional intelligence, leadership, and time management) within the English as a Foreign Language (EFL) classroom. A mixed-methods approach was employed, gathering data from 35 English teachers using both interviews and a closed-ended questionnaire. The qualitative and quantitative analysis revealed that teachers successfully implement a range of project-based and interactive activities. Specifically, the findings demonstrate that activities such as peer tutoring, role-playing, mini drama projects, group presentations, reader's theatre, and self-peer feedback are effective in empowering all eight targeted soft skills in EFL learners. The study concludes that diversified and project-based activities are highly effective pedagogical tools for the simultaneous development of a broad spectrum of soft skills in the digital teaching environment. These findings offer practical implications for curriculum designers and educators seeking to enhance soft skill development in language education.
Perceived Contributions of Translanguaging to Vocabulary Learning and Retention in an EFL Context Fitria Aprilia; Neisya Neisya
Journal of English Language Learning Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : English Language Education Department, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jell.v10i1.18113

Abstract

Abstract: Vocabulary learning remains a major challenge for learners of English as a foreign language, particularly in retaining newly learned words over time. While translanguaging has been widely recognized for enhancing comprehension, its role in vocabulary retention is still primarily understood from learners’ perspectives. This study investigates students’ perceptions of translanguaging in vocabulary learning and their perceived vocabulary retention in an EFL context. A descriptive quantitative survey design was employed, involving 30 students from an English Education Study Program. Data were collected through a structured questionnaire using a five-point Likert scale and analyzed using descriptive statistics, including percentage distributions and mean scores. The findings indicate that students hold highly positive perceptions of translanguaging in vocabulary learning (M = 4.26) and perceived vocabulary retention (M = 4.34). Students reported that translanguaging helps reduce perceived cognitive load, improves clarity, and helps them form stronger associations between English vocabulary and their first language, which they perceived as supporting memory and recall. The study concludes that translanguaging is perceived as an effective pedagogical strategy that potentially facilitates vocabulary learning and retention from the learners’ perspective.
Pelatihan Penggunaan Culturally Responsive Teaching bagi Guru untuk Penguatan Pembelajaran Literasi Fiftinova Fiftinova; Sofendi Sofendi; Soni Mirizon; Eryansyah Eryansyah; Ismail Petrus; Zuraida Zuraida; Hariswan Putera Jaya; Alhenri Wijaya; Nova Lingga Pitaloka; Lianasari Lianasari; Yentri Anggeraini; Fitria Aprilia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26927

Abstract

ABSTRAK Literasi merupakan kemampuan penting bagi siswa yang dapat menunjang keberhasilan belajar, pertumbuhan individu dan berkomunikasi. Sekolah berperan penting untuk berkontribusi pada upaya peningkatan kemampuan literasi siswa, dan salah satu caranya adalah dengan menerapkan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan CRT pada pembelajaran literasi serta memfasilitasi guru mengembangkan materi berbasis budaya. Metode pelaksanaan adalah pendampingan teknis (Participatory Action Research), dengan 7 sesi luring/daring, evaluasi pre dan post survey, observasi dan dokumentasi tugas. Sebanyak 81,25% guru menunjukkan peningkatan kompetensi; seluruh materi ajar yang dihasilkan berada pada kategori baik hingga sangat baik. Pelatihan CRT berhasil meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan literasi berbasis budaya, dan kemampuan merancang materi ajar kontekstual bagi guru di Desa Tanjung Baru, Ogan Ilir. Kata Kunci: Literasi, Kemampuan Literasi, Pengajaran Literasi, Culturally Responsive Teaching.  ABSTRACT Literacy is an important skill that can support students’ learning success, personal growth, and communication. Schools, alongside homes, play an important role in improving students’ literacy skills, and one way to do this is by implementing Culturally Responsive Teaching (CRT). This training aims to improve teachers’ understanding and skills in integrating CRT into literacy learning and facilitate teachers in developing culture-based materials. The implementation method is technical assistance (Participatory Action Research) with 7 face-to-face/online sessions, pre and post surveys, observation, and task documentation. 81.25% of teachers showed improved competence; all teaching materials produced were rated as good to excellent. CRT training successfully improved conceptual understanding, culture-based literacy skills, and contextual teaching material design abilities for teachers in Tanjung Baru Village, Ogan Ilir. Keywords: Training, Literacy Skills, Literacy Teaching, Culturally Responsive Teaching.
PENDAMPINGAN PENGAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL DI TK FATIMAH 7 PALEMBANG Yentri anggeraini; Lianasari Lianasari; Fitria Aprilia; Firma Pradesta Amanah
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38678

Abstract

ABSTRAKPembelajaran Bahasa Inggris pada anak usia dini memerlukan pendekatan yang kontekstual, menarik, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif anak. Namun, keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang inovatif masih menjadi permasalahan utama, termasuk di TK Fatimah 7 Palembang, yang berdampak pada rendahnya motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran kosakata Bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris melalui pendampingan penggunaan media audio visual serta meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam merancang dan menerapkan media pembelajaran berbasis teknologi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mitra kegiatan adalah TK Fatimah 7 Palembang dengan peserta sebanyak 5 guru dan 15 siswa kelompok A dan B. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual mampu meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditandai dengan partisipasi aktif, kemampuan mengikuti pengucapan kosakata secara bersama-sama, serta respons terhadap instruksi sederhana dalam Bahasa Inggris. Suasana pembelajaran menjadi lebih kondusif, interaktif, dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun materi ajar, memilih media yang sesuai, dan menerapkannya secara efektif di kelas. Dengan demikian, integrasi media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar kosakata Bahasa Inggris anak usia dini serta memperkuat kapasitas profesional guru dalam pembelajaran berbasis teknologi.Kata kunci : Audio Visual; Bahasa Inggris; Pengabdian; Guru; TK. ABSTRACTlearner requires a contextual, engaging approach that aligns with the characteristics of children's cognitive development. However, the limited use of innovative learning media remains a major issue, including TK Fatimah 7 Palembang, resulting in low student motivation and engagement in English vocabulary learning. This community service activity aims to improve the quality of English learning through mentoring the use of audio-visual media and enhancing teachers' pedagogical competence in designing and implementing technology-based learning media. The method used is a participatory and collaborative approach, encompassing preparation, implementation, and evaluation. The activity partner was TK Fatimah in Palembang, with five teachers and 15 students from groups A and B participating. Data collection was conducted through participant observation and documentation during the learning process. The results showed that the use of audio-visual media increased student motivation, characterized by active participation, the ability to follow along with vocabulary pronunciation, and responsiveness to simple instructions in English. The learning environment became more conducive, interactive, and enjoyable. Furthermore, this activity also improved teachers' pedagogical competence in developing teaching materials, selecting appropriate media, and implementing them effectively in the classroom. Thus, the integration of audio-visual media has proven effective in increasing motivation and learning outcomes for early childhood English vocabulary, as well as strengthening teachers' professional capacity in technology-based learning.Keywords: Audio Visual; English; Community Service; Teacher; Kindergarten.