Husnul Arbma Burhan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT STRESS PADA REMAJA YANG MENGALAMI PUTUS CINTA DI SMAN 5 MAROS Esse Puji Pawenrusi; Husnul Arbma Burhan; Hardianti; Iskandar Zulkarnaen; Sitti Nurhadijah
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.665

Abstract

Latar belakang: Data World Health Organization menyebutkan lebih dari 350 juta orang di dunia mengalami stres. Di Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia melaporkan 80% kasus bunuh diri remaja tahun 2022 berkaitan dengan kegagalan hubungan percintaan. Observasi di SMA Negeri 5 Maros menunjukkan 373 dari 611 siswa pernah mengalami putus cinta dalam setahun terakhir, dengan dampak seperti sulit tidur, hilang semangat, hingga menyakiti diri sendiri. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada remaja yang mengalami putus cinta di SMA Negeri 5 Maros. Metode: Survei deskriptif dengan sampel terdiri dari 193 siswa SMA Negeri 5 Maros yang pernah mengalami putus cinta dalam satu tahun terakhir, dipilih menggunakan teknik proportional systematic random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Perceived Stress Scale (PSS-14) dan Breakup Distress Scale (BDS). Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Menunjukkan bahwa Sebanyak 76,7% mengalami putus cinta ringan dan 55,4% mengalami stres berat. Mayoritas responden perempuan (63,2%) dan mulai pacaran usia 9–14 tahun (83,2%). Kesimpulan: Hasil penelitian menggambarkan bahwa mayoritas remaja (55,4%) dari total kasus mengalami stress berat dan menggambarkan putus cinta ringan sebanyak (76,7%) dari total kasus. Intervensi dari guru, orang tua, dan pihak sekolah sangat diperlukan untuk membantu remaja mengelola stress akibat hubungan romantis.
CACING SIRNA: MODEL EDUKASI INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PRAKTIK PENCEGAHAN KECACINGAN PADA SISWA SDN 63 TOMBOLO Chitra Dewi; Nurfitri; Muhammad Syahrir; Andi Tilka Muftiah Ridjal; Renaldi. M; Husnul Arbma Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.750

Abstract

Latar belakang: Infeksi Soil-Transmitted Helminths (STH) atau kecacingan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang banyak terjadi pada anak usia sekolah akibat rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi kesehatan yang interaktif diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan kecacingan sejak dini. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan kecacingan pada siswa sekolah dasar melalui model edukasi interaktif CACING SIRNA (Cacing Hilang, Anak Sehat dan Gembira). Metode: Pengabdian dilaksanakan di SDN 63 Tombolo dengan melibatkan 10 siswa menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif. Kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi, permainan edukatif, demonstrasi cuci tangan pakai sabun, simulasi perilaku hidup bersih dan sehat, kuis interaktif, serta post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan peserta. Hasil: Program menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik dari 30% pada pre-test menjadi 70% pada post-test, sedangkan kategori pengetahuan rendah menurun dari 20% menjadi 10%. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan kuku, menggunakan alas kaki, dan mengonsumsi obat cacing secara berkala. Kesimpulan: Model edukasi interaktif CACING SIRNA efektif meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan kecacingan pada siswa sekolah dasar serta berpotensi direplikasi sebagai inovasi edukasi kesehatan berbasis sekolah.