Wandi
Institut Islam Al-Mujaddid Sabak

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN TOKOH SEMBAKO NAZILA DI PARIT CULUM Sherly Permatasari; Wandi; Sri Kadarsih; Siti Fatimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.6008

Abstract

Persaingan usaha di sektor retail kebutuhan pokok semakin ketat, termasuk di wilayah Parit Culum, sehingga pelaku usaha kecil dituntut untuk memiliki strategi pemasaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan Tokoh Sembako Nazila dalam upaya meningkatkan pendapatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pemasaran berbasis layanan pelanggan, seperti peningkatan kualitas pelayanan, penawaran harga yang kompetitif, serta penyediaan layanan antar, mampu meningkatkan kenyamanan dan loyalitas pelanggan. Selain itu, pemanfaatan media sosial dan promosi lokal terbukti memperluas jangkauan pasar sehingga meningkatkan volume penjualan. Kombinasi strategi pelayanan, promosi, dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor kunci bagi Tokoh Sembako Nazila untuk meningkatkan pendapatan serta mempertahankan keberlanjutan usaha di tengah persaingan retail yang semakin ketat.
Implementasi Nilai-Nilai Ekonomi Syariah dalam Pengawasan UMKM dan Ketertiban Pasar di Kelurahan Nipah Panjang II Dedi Sulaiman; Nilfatri; Wandi; Alisyah Pitri; Haeran; M.Ridho Al-Ghifari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.6043

Abstract

Kegiatan ekonomi masyarakat di Kelurahan Nipah Panjang II didominasi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pasar tradisional. Permasalahan yang sering muncul adalah kurangnya pemahaman pedagang terhadap prinsip kejujuran, keadilan, dan kebersihan dalam aktivitas ekonomi. Melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), mahasiswa melaksanakan pengabdian masyarakat dengan pendekatan edukatif dan partisipatif untuk mengimplementasikan nilai-nilai ekonomi syariah dalam pengawasan pasar dan pembinaan UMKM. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran pedagang terhadap nilai ṣidq (kejujuran), ‘adl (keadilan), amanah (tanggung jawab), dan ṭahārah (kebersihan) dalam berdagang. Lingkungan pasar menjadi lebih tertib dan pelaku UMKM mulai menerapkan prinsip ekonomi syariah dalam praktik usahanya.
Pendaftaran perdata secara online pada sistem E-court di pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur Lisna Wati; Triyana Wulandari; Wandi; Siti Fatimah; Al Munif; Reza Okva Marwendi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.6047

Abstract

Pendaftaran perkara perdata di Indonesia secara tradisional dilakukan manual dengan kehadiran langsung ke pengadilan, yang memakan waktu, biaya tinggi, dan rentan kesalahan administratif. Sistem e-Court yang diluncurkan Mahkamah Agung RI bertujuan meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas layanan peradilan melalui digitalisasi proses pendaftaran perkara, pembayaran, pemanggilan, dan persidangan elektronik, namun implementasinya menghadapi tantangan di daerah dengan akses teknologi terbatas seperti Pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi sistem e-Court dalam pendaftaran perkara perdata di Pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur dengan fokus pada identifikasi tantangan yang dihadapi masyarakat dan advokat serta evaluasi efektivitas sistem dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi proses peradilan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan 15 hingga 20 partisipan melalui purposive sampling, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam semi-terstruktur dan dokumentasi, serta analisis data secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman terhadap sistem e-Court masih rendah dengan 35 persen masyarakat dan 30 persen advokat menilai pemahaman mereka kurang baik, kendala infrastruktur digital menghambat kelancaran penggunaan sistem, terdapat masalah administratif dalam pengisian data elektronik, dan ketidakpastian mengenai keabsahan dokumen yang diproses secara elektronik. Penelitian ini berkontribusi memperkaya literatur implementasi sistem peradilan elektronik di Indonesia khususnya di daerah dengan keterbatasan infrastruktur digital, serta memberikan rekomendasi praktis berupa peningkatan infrastruktur teknologi, pelatihan berkelanjutan bagi pengguna, dan penguatan regulasi terkait legalitas dokumen elektronik untuk memastikan keberhasilan implementasi e-Court di masa mendatang.
Penyuluhan tentang Pentingnya Pendaftaran Tanah yang Sah dan Manfaatnya bagi Masyarakat pada Kelurahan Parit Culum 1 Cania; Wandi; Alisyah Pitri; Nilfatri; Reza Okva Marwendi; Arif Mustofa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.6058

Abstract

Pendaftaran tanah merupakan aspek fundamental dalam sistem hukum pertanahan Indonesia yang bertujuan memberikan kepastian hukum atas hak kepemilikan tanah, namun masih banyak bidang tanah di Kelurahan Parit Culum 1 yang belum terdaftar sehingga berpotensi menimbulkan sengketa dan ketidakpastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program penyuluhan hukum dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pendaftaran tanah yang sah serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses pendaftaran tanah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain tindakan partisipatif, mengumpulkan data melalui observasi langsung, wawancara dengan perangkat kelurahan dan warga, serta evaluasi pre-test dan post-test yang melibatkan peserta penyuluhan di Kelurahan Parit Culum 1. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat, dengan pengetahuan tentang prosedur pendaftaran tanah meningkat dari 40 persen menjadi 85 persen, kesadaran akan pentingnya pendaftaran tanah meningkat dari 45 persen menjadi 80 persen, dan pemahaman tentang manfaat legalitas tanah meningkat dari 50 persen menjadi 87 persen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program penyuluhan efektif meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pendaftaran tanah, meskipun hambatan administratif berupa keterbatasan akses ke kantor pertanahan dan kompleksitas prosedur masih menjadi tantangan utama yang memerlukan intervensi kebijakan lebih lanjut untuk memfasilitasi proses pendaftaran tanah yang lebih efisien dan aksesibel bagi masyarakat.
Pelatihan Manajemen Media Sosial untuk Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Kantor DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur Muhammad Zakaria; Wandi; Alisyah Pitri; Nilfatri; Reza Okva Marwendi; Arif Mustofa; Al Munif
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.6059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan manajemen media sosial terhadap peningkatan transparansi dan akuntabilitas di Kantor DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Seiring dengan perkembangan teknologi digital, pemerintah daerah dihadapkan pada tantangan dalam memanfaatkan media sosial secara efektif untuk meningkatkan interaksi publik dan keterbukaan informasi. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada bagaimana pelatihan tentang pengelolaan media sosial dapat meningkatkan kemampuan staf DPRD dalam mengelola komunikasi publik secara lebih transparan dan akuntabel. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen pre-test dan post-test. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran perubahan pengetahuan serta keterampilan staf sebelum dan setelah pelatihan. Responden penelitian adalah 30 staf DPRD yang terlibat dalam pengelolaan media sosial. Teknik analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan perbandingan skor pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta, dengan skor rata-rata meningkat sebesar 35%. Selain itu, interaksi masyarakat di media sosial DPRD juga meningkat, yang mencerminkan peningkatan partisipasi publik. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan model pelatihan media sosial bagi lembaga legislatif daerah, serta kontribusi teoretis dalam mengembangkan konsep digital governance dalam konteks pemerintahan daerah. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah lainnya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas melalui penggunaan media sosial yang lebih efektif.
Peran Kantor Urusan Agama Dalam Meminimalisir Kasus Pernikahan    Dini di Kecamatan Geragai Faradi; Triyana Wulandari; Wandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.6060

Abstract

Penelitian Pernikahan dini masih menjadi masalah sosial yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Meskipun upaya pencegahan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) telah dilaksanakan, efektivitas program tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran KUA dalam meminimalisir kasus pernikahan dini serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program pencegahan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam terhadap 10 staf KUA dan 20 masyarakat yang terlibat langsung dalam program pencegahan. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik untuk menggali makna dari wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun KUA telah mengadakan berbagai kegiatan penyuluhan, rendahnya pemahaman hukum tentang batas usia perkawinan dan pengaruh budaya lokal masih menjadi hambatan utama dalam pencegahan pernikahan dini. Program-program yang ada perlu disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya setempat agar lebih efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan ilmu hukum keluarga Islam dan kebijakan publik, serta rekomendasi praktis bagi KUA dan pemerintah daerah dalam merancang strategi pencegahan pernikahan dini yang lebih tepat guna dan berbasis pada kebutuhan masyarakat lokal.