Nilfatri
Institut Islam Al-Mujaddid Sabak

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pendampingan Sistem Retribusi Mobil Berbasis Syariah di Kantor LLASDP Pelabuhan Nipah Panjang Widia Sari; Alisyah Pitri; Pini Susanti; Nilfatri; Haeran; Fatur Rohman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.5997

Abstract

Retribusi sebagai salah satu sumber pendapatan utama untuk mendukung pembangunan daerah. Retribusi memiliki peran strategis dalam membiayai proyek-proyek infrastruktur dan layanan publik. Kenyataan menunjukkan bahwa retribusi masih menjadi kendala karena kurangnya kesadaran para pihak dalam memenuhi kewajibannya. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan mahasiswa melalui kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL). Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang merupakan model pendekatan pengembangan masyarakat dalam bentuk pendampingan. Pelaksanaan dilakukan di LLASDP Pelabuhan Nipah Panjang dengan beberapa tahapan pelaksanaan program, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap ecaluasi. Kesimpulan dari hasil pengabdian adalah bahwa penerapan sistem retribusi berbasis syariah pada LLASPD Pelabuhan Nipah Panjang telah berhasil meningkatkan pengetahuan para pegawai dan pemilik mobil. Melalui pendampingan yang sistematis, waktu pendampingan dan proses dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, kesadaran pemilik mobil dalam melaksanakan kewajiban membayar retribusi mereka juga menunjukkan peningkatan signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan yang diterapkan dapat mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi serta memberikan dampak positif terhadap pembayaran retribusi mobil.
Implementasi Nilai-Nilai Ekonomi Syariah dalam Pengawasan UMKM dan Ketertiban Pasar di Kelurahan Nipah Panjang II Dedi Sulaiman; Nilfatri; Wandi; Alisyah Pitri; Haeran; M.Ridho Al-Ghifari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.6043

Abstract

Kegiatan ekonomi masyarakat di Kelurahan Nipah Panjang II didominasi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pasar tradisional. Permasalahan yang sering muncul adalah kurangnya pemahaman pedagang terhadap prinsip kejujuran, keadilan, dan kebersihan dalam aktivitas ekonomi. Melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), mahasiswa melaksanakan pengabdian masyarakat dengan pendekatan edukatif dan partisipatif untuk mengimplementasikan nilai-nilai ekonomi syariah dalam pengawasan pasar dan pembinaan UMKM. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran pedagang terhadap nilai ṣidq (kejujuran), ‘adl (keadilan), amanah (tanggung jawab), dan ṭahārah (kebersihan) dalam berdagang. Lingkungan pasar menjadi lebih tertib dan pelaku UMKM mulai menerapkan prinsip ekonomi syariah dalam praktik usahanya.
Membangun Mekanisme Damai di Tingkat Desa Implementasi Pelatihan Restorative Justice di Desa Rantau Karya Kecamatan Geragai Niko Febriansyah; Reza Okva Marwendi; Kurniawan; Nilfatri; Alisya Pitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.6055

Abstract

Penelitian ini bertujuan membangun mekanisme damai internal di Desa Desa Rantau Karya melalui implementasi pelatihan keadilan restoratif. Menggunakan metode penelitian tindakan partisipatif (PAR), program ini melibatkan 15 tokoh masyarakat dalam siklus perancangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan adanya transformasi fundamental persepsi peserta dari retributif ke restoratif, peningkatan kapasitas mediasi, serta keberhasilan adaptasi model dengan kearifan lokal. Program ini efektif membentuk tim mediator komunitas yang kemudian dilembagakan melalui Peraturan Desa, menciptakan mekanisme penyelesaian sengketa yang terstruktur, partisipatif, dan berkelanjutan.
Membangun Optimalisasi Peran Kantor Urusan Agama dalam Pembinaan Keluarga Sakinah Melalui Program Bimbingan Perkawinan di Kecamatan Geragai Friski Fahrul Yadin; Khusnul Yatima; Kurniawan; Nilfatri; Alisya Pitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.6057

Abstract

Keluarga sakinah merupakan pilar ketahanan sosial yang menghadapi tantangan berupa tingginya angka perceraian dan lemahnya persiapan perkawinan, sebagaimana tercermin dari data Kementerian Agama RI tahun 2023 yang menunjukkan masih tingginya angka perceraian di Indonesia akibat kurangnya persiapan pasangan dalam membina rumah tangga. Permasalahan ini diperparah oleh implementasi program bimbingan perkawinan di tingkat Kantor Urusan Agama (KUA) yang belum optimal, dengan durasi bimbingan jauh di bawah standar dan terbatasnya kapasitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran KUA dalam pembinaan keluarga sakinah melalui program bimbingan perkawinan yang terstruktur, aplikatif, dan berkesinambungan di Kecamatan Geragai. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan KUA sebagai mitra utama, dilaksanakan selama satu bulan pada September 2025, dengan sasaran pasangan calon pengantin, pasangan usia muda, dan penyuluh agama, melalui tahapan persiapan, pelaksanaan bimbingan, pendampingan, pemanfaatan media digital, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada durasi dan kualitas materi bimbingan yang kini sesuai standar Kementerian Agama, peningkatan partisipasi masyarakat melalui pendekatan partisipatif, serta peningkatan kapasitas penyuluh agama dalam memberikan bimbingan yang lebih profesional dan kontekstual. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam memperkaya literatur inovasi layanan lembaga keagamaan dan secara praktis menawarkan model pembinaan berbasis kebutuhan lokal yang dapat diadaptasi untuk memperkuat ketahanan keluarga di era modern.
Penyuluhan tentang Pentingnya Pendaftaran Tanah yang Sah dan Manfaatnya bagi Masyarakat pada Kelurahan Parit Culum 1 Cania; Wandi; Alisyah Pitri; Nilfatri; Reza Okva Marwendi; Arif Mustofa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.6058

Abstract

Pendaftaran tanah merupakan aspek fundamental dalam sistem hukum pertanahan Indonesia yang bertujuan memberikan kepastian hukum atas hak kepemilikan tanah, namun masih banyak bidang tanah di Kelurahan Parit Culum 1 yang belum terdaftar sehingga berpotensi menimbulkan sengketa dan ketidakpastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program penyuluhan hukum dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pendaftaran tanah yang sah serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses pendaftaran tanah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain tindakan partisipatif, mengumpulkan data melalui observasi langsung, wawancara dengan perangkat kelurahan dan warga, serta evaluasi pre-test dan post-test yang melibatkan peserta penyuluhan di Kelurahan Parit Culum 1. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat, dengan pengetahuan tentang prosedur pendaftaran tanah meningkat dari 40 persen menjadi 85 persen, kesadaran akan pentingnya pendaftaran tanah meningkat dari 45 persen menjadi 80 persen, dan pemahaman tentang manfaat legalitas tanah meningkat dari 50 persen menjadi 87 persen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program penyuluhan efektif meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pendaftaran tanah, meskipun hambatan administratif berupa keterbatasan akses ke kantor pertanahan dan kompleksitas prosedur masih menjadi tantangan utama yang memerlukan intervensi kebijakan lebih lanjut untuk memfasilitasi proses pendaftaran tanah yang lebih efisien dan aksesibel bagi masyarakat.
Pelatihan Manajemen Media Sosial untuk Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Kantor DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur Muhammad Zakaria; Wandi; Alisyah Pitri; Nilfatri; Reza Okva Marwendi; Arif Mustofa; Al Munif
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.6059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan manajemen media sosial terhadap peningkatan transparansi dan akuntabilitas di Kantor DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Seiring dengan perkembangan teknologi digital, pemerintah daerah dihadapkan pada tantangan dalam memanfaatkan media sosial secara efektif untuk meningkatkan interaksi publik dan keterbukaan informasi. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada bagaimana pelatihan tentang pengelolaan media sosial dapat meningkatkan kemampuan staf DPRD dalam mengelola komunikasi publik secara lebih transparan dan akuntabel. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen pre-test dan post-test. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran perubahan pengetahuan serta keterampilan staf sebelum dan setelah pelatihan. Responden penelitian adalah 30 staf DPRD yang terlibat dalam pengelolaan media sosial. Teknik analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan perbandingan skor pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta, dengan skor rata-rata meningkat sebesar 35%. Selain itu, interaksi masyarakat di media sosial DPRD juga meningkat, yang mencerminkan peningkatan partisipasi publik. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan model pelatihan media sosial bagi lembaga legislatif daerah, serta kontribusi teoretis dalam mengembangkan konsep digital governance dalam konteks pemerintahan daerah. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah lainnya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas melalui penggunaan media sosial yang lebih efektif.